INDOZONE.ID - Di tengah derasnya arus teknologi dan industri yang terus berubah, cara belajar pun ikut bertransformasi. Bukan lagi sekadar kuliah panjang bertahun-tahun, tapi sekarang ada metode yang lagi hype banget di kalangan Gen Z yaitu bootcamp.
Bootcamp ini macam-macam, mulai dari data analyst, digital marketing, UI/UX design, coding, data science, graphic design, sampai accounting. Tapi, kenapa sih makin banyak Gen Z yang milih bootcamp ketimbang jalur tradisional?
Gen Z Cari yang Praktis, Fleksibel, dan Relevan
Menurut laporan LinkedIn Learning 2023, Gen Z lebih suka belajar dengan cara yang praktis, interaktif, dan langsung nyambung ke kebutuhan industri.
Wajar aja, mereka tumbuh di era internet dengan banjir konten instan dan tutorial singkat. Makanya, belajar berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di kampus sering dirasa terlalu panjang. Sementara itu, durasi bootcamp biasanya cuma 8–14 minggu, langsung fokus ke skill yang bisa dipakai kerja.
Baca juga: 5 Skill Freelance Bermanfaat Buat Mahasiswa Cari Uang Tanpa Nunggu Jadi Sarjana
Belajar Langsung dari Dunia Industri
Bedanya bootcamp dengan belajar mandiri di YouTube atau kampus konvensional adalah hubungannya yang erat dengan dunia kerja nyata. Peserta biasanya ngerjain studi kasus, proyek real, bahkan ikut simulasi interview.
Beberapa bootcamp juga ngasih fasilitas mentorship sampai job matching, jadi transisi ke dunia profesional bisa lebih mulus.
Suasana Belajar Lebih Seru dan Relatable
Bootcamp biasanya pakai sistem cohort alias angkatan. Jadi, semua peserta belajar bareng dalam satu batch dengan jadwal yang udah ditentukan.
Buat Gen Z yang terbiasa dengan budaya komunitas, kolaborasi, dan sharing bareng teman, sistem ini jelas lebih relatable dan memotivasi. Rasanya kayak masuk komunitas, bukan sekadar ruang kelas.
Baca juga: Salah Jurusan Bukan Berarti Gagal, Ini Skill yang Paling Dicari Perusahaan saat Ini!
Skill dan Ijazah
Di era digital, apalagi di startup dan tech company, skill lebih dihargai ketimbang sekadar gelar akademis. Banyak perusahaan sekarang pakai konsep skill-based hiring, jadi siapa pun yang punya portofolio bagus bisa dilirik, meski tanpa ijazah S1.
Bootcamp bisa bantu peserta bikin portofolio dari nol, yang bahkan bisa langsung dipakai buat dapetin freelance project atau internship.
Bootcamp bukan cuma buat calon programmer. Siapa aja bisa ikutan, terutama yang:
- Masih bingung cari arah karier setelah lulus.
- Ngerasa kuliah aja belum cukup kasih skill relevan.
- Pengen switch career ke bidang lain.
- Pengen belajar cepat, fleksibel, dan langsung praktik.
Dengan biaya lebih terjangkau dan waktu lebih singkat dibanding kuliah, nggak heran kalau bootcamp jadi semacam jalan ninja Gen Z buat ngejar karier di era digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: LinkedIn Learning Report