Minggu, 07 SEPTEMBER 2025 • 20:00 WIB

5 Mitos Horor Tentang Blood Moon yang Harus Dipatahkan

Author

Ilustrasi blood moon. (Freepik)


INDOZONE.ID - Fenomena Blood Moon atau gerhana bulan langka jatuh pada 7-8 September. Fenomena bulan merah darah sering kali jadi bahan pembicaraan yang dibumbui mitos seram. 

Mulai dari pertanda kiamat, bencana, sampai urusan mistis, semua jadi ramai setiap kali bulan tampak memerah di langit malam. Tapi, apa benar Blood Moon itu seseram yang dibicarakan orang-orang?

Nah, biar nggak terus-terusan termakan cerita turun-temurun yang belum tentu benar, yuk kita kupas mitos-mitos tentang Blood Moon dan fakta ilmiah yang bisa mematahkannya.

Baca juga: Gerhana Bulan Total Diprediksi Terjadi Bulan Ini, Siap-siap Melihat 'Blood Moon'

Apa Itu Blood Moon?

Blood Moon terjadi saat gerhana bulan total, tepatnya saat posisi bumi berada di antara matahari dan bulan. Cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi terbiaskan, dan hanya warna merah-oranye yang sampai ke permukaan bulan. Itulah kenapa bulan terlihat seperti merah darah.

Fenomena ini alami dan bisa dijelaskan secara ilmiah, bukan pertanda gaib.

5 Mitos Blood Moon yang Harus Dipatahkan

1. Mitos: Blood Moon Pertanda Kiamat atau Bencana Besar

Beberapa orang percaya Blood Moon adalah sinyal akhir zaman. Apalagi kalau muncul barengan dengan peristiwa aneh atau bencana, mitos ini makin dipercaya.

Faktanya:

Blood Moon adalah bagian dari siklus astronomi yang sudah bisa diprediksi bertahun-tahun sebelumnya. Tidak ada hubungannya dengan bencana atau ramalan akhir zaman.

2. Mitos: Wanita Hamil Dilarang Keluar Rumah saat Blood Moon

Konon katanya, ibu hamil yang keluar saat Blood Moon bisa membawa "aura buruk" pada janin. Ada juga yang bilang bayi bisa lahir cacat.

Faktanya:

Tidak ada bukti medis atau ilmiah yang mendukung ini. Keluar rumah saat Blood Moon tidak akan memengaruhi kehamilan. Yang penting tetap jaga kesehatan seperti biasa.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Blood Moon Akan Terlihat Jelas di Aceh Minggu Malam

3. Mitos: Blood Moon Membuka Pintu Alam Gaib

Di beberapa budaya, Blood Moon dianggap sebagai saat di mana dunia manusia dan dunia gaib "berdekatan." Banyak yang percaya itu saat makhluk halus lebih aktif.

Faktanya:

Ini lebih ke kepercayaan budaya yang tidak punya dasar ilmiah. Blood Moon hanyalah pembiasan cahaya, bukan "pintu gerbang" ke dunia lain.

4. Mitos: Blood Moon Membuat Emosi Manusia Tidak Stabil

Ada yang percaya Blood Moon bikin orang lebih sensitif, cepat marah, atau depresi. Katanya, bulan punya pengaruh langsung pada suasana hati.

Faktanya:

Hingga kini, belum ada penelitian kuat yang menunjukkan Blood Moon berdampak langsung pada kondisi mental atau emosional manusia. Jika kamu merasa cemas saat melihat bulan merah, mungkin itu karena efek sugesti.

5. Mitos: Blood Moon Harus Ditakuti dan Dihindari

Beberapa orang memilih menutup jendela, mematikan lampu, atau bahkan tidak melihat ke langit karena takut tertimpa sial.

Faktanya:

Blood Moon adalah keindahan alam yang jarang terjadi. Bukan untuk ditakuti, tapi disyukuri karena kita bisa menyaksikan langsung salah satu fenomena langit paling menakjubkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU