Kenapa Ada Orang yang Selalu Menjauh Saat Hubungan Mulai Dekat? Yuk, kenali Avoidant Attachment!
INDOZONE.ID - Avoidant Attachment merupakan salah satu gaya kelekatan (attachment style) dari 4 bentuk kelekatan menurut John Bowlby dan Ainsworth (1978).
Avoidant Attachment adalah bentuk kelekatan di mana seseorang akan cenderung menghindari keterikatan emosional, takut akan komitmen, sulit membuka diri dan lebih memilih untuk mengandalkan diri sendiri ketimbang membutuhkan orang lain.
Seseorang dengan attachment style ini akan lebih terlihat mandiri, alih-alih membutuhkan orang lain.
Mereka lebih nyaman mengandalkan diri sendiri tanpa membutuhkan bantuan ataupun dukungan dari orang lain.
Baca juga: Bikin Kamu Makin Cerdas! Berikut 7 Kebiasaan untuk Upgrade Otak yang Simpel
Seseorang dengan avoidant attachment juga kerap kali tertutup terhadap emosi yang dirasakan, tidak terlalu membuka diri dan tidak ekspresif dalam menunjukkan perasaannya.
Bagi mereka membutuhkan orang lain adalah sebuah kelemahan.
Kenapa Avoidant Attachment Bisa Terbentuk?
Faktor penyebab terbentuknya Avoidant Attachment ini biasanya karena pengalaman di masa kecil, dan juga pola asuh orang tua. Beberapa contoh bentuk respon orang tua yang membuat anak menjadi avoidant:
- Mengabaikan emosi anak
- Tidak memvalidasi emosi anak
- Menuntut anak untuk selalu kuat
- Jarang hadir secara fisik maupun emosional
- Tidak memberi ruang kepada anak untuk mengekspresikan kebutuhannya
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Cupcake yang Bikin Hati Ikut Manis
Bagaimana Dampak Avoidant Attachment Saat Sudah Dewasa?
Avoidant Attachment dapat berdampak pada beberapa hal berikut:
- Hubungan romantis: kesulitan intimasi, menarik diri saat hubungan mulai terlalu dekat, komunikasi emosional yang terbatas.
- Persahabatan dan hubungan sosial: mungkin tampak kasar, cuek, atau enggan berbagi.
- Kesehatan mental: bisa memicu perasaan kesepian, stres, kecemasan atau depresi jika kebutuhan emosional tetap tidak terpenuhi.
- Mekanisme coping yang kurang sehat, misalnya menghindari konflik daripada menghadapi, atau menggunakan “dinding emosional” sebagai perlindungan.
Lalu, Bagaimana Solusinya?
Avoidant Attachment dapat perlahan diubah melalui beberapa cara berikut:
Baca juga: Cara Bijak Kelola Pakaian Bekas Bisa Jadi Barang Daur Ulang Bermanfaat Loh
- Terapi Psikologis. terapi psikologis Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
- Melatih diri untuk lebih terbuka secar emosional
- Memilih pasangan, dan lingkungan yang supportif
- Latihan Mindfulness. Meditasi mindfulness membantu lebih sadar akan perasaan tanpa harus langsung menekan atau menghindar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Buku: A Secure Base: Parent-Child Attachment And Healthy Human Development