17 September Diperingati Sebagai Hari Perhubungan Nasional, Ini Sejarah dan Temanya Tahun Ini!
INDOZONE.ID - Setiap tanggal 17 September, Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas).
Peringatan ini bukan cuma soal seremoni atau upacara bendera, namun ada makna besar di balik perayaan ini.
Harhubnas adalah momen spesial buat ngasih apresiasi ke seluruh insan transportasi yang sehari-hari jadi penggerak roda kehidupan.
Bayangin aja kalau kita hidup tanpa ojol, bus, kereta, kapal, atau pesawat. Susah bukan?
Nah, itulah kenapa sektor perhubungan punya peran penting banget buat mobilitas, bahkan buat ekonomi negara.
Baca juga: Dinas Perhubungan Riau Kirim Kapal Percepat Penyeberangan Air Putih-Sei Pakning
Asal Usul Harhubnas
Cerita Harhubnas dimulai di tahun 1971, waktu itu tiap sektor transportasi punya hari bakti masing-masing. Misalnya:
- Pelabuhan: 5 September
- Pos & Telekomunikasi: 26 September
- Kereta Api: 27 September
Tapi, akhirnya Menteri Perhubungan saat itu, Frans Seda, memutuskan buat nyatuin semuanya jadi satu hari aja, yakni 17 September.
Kenapa 17 September? Karena angka 17 itu terinspirasi dari Hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus).
Harapannya sih, semangat kemerdekaan bisa terus hidup lewat dunia transportasi.
Harhubnas pertama kali dirayakan pada tahun 1973 di Silang Monas, Jakarta, dan sejak saat itu, diperingati serentak di seluruh Indonesia.
Baca juga: Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ungkap Fakta-Fakta Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Ciawi
Tema Harhubnas 2025: Bakti Transportasi untuk Negeri
Tahun ini, Harhubnas sudah masuk tahun ke-55! Mengusung tema "Bakti Transportasi untuk Negeri", peringatan Harhubnas 2025 jadi pengingat bahwa transportasi bukan cuma soal kendaraan, tapi soal menghubungkan manusia, membangun ekonomi, dan menyatukan negeri.
Logo Harhubnas tahun ini juga keren. Simbolnya menggambarkan peran transportasi di semua lini, mulai dari darat, laut, udara, dan kereta api, semuanya saling terhubung demi kemajuan bersama.
Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) bukan cuma soal momen seremonial, tapi juga ajakan buat kita semua, pemerintah, pekerja transportasi, dan masyarakat, buat terus mendorong sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, transportasi bukan sekadar alat, tapi jembatan yang bikin Indonesia tetap terkoneksi, dari Sabang sampai Merauke.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara