INDOZONE.ID - Sebagai manusia, ada kalanya kita membutuhkan motivasi atau inspirasi yang bersifat religius.
Salah satu yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca puisi-puisi yang bertemakan religi.
Puisi ini biasanya mengandung unsur keagamaan seperti doa yang menghangatkan hati.
Puisi bertema religi juga dapat berisi ratapan yang menyadarkan diri.
Nah, INDOZONE sudah merangkum contoh puisi pendek dan singkat tentang religi Islami, baik 3 maupun 4 bait.
Puisi Pendek Tema Religi
Meski singkat, puisi religi pendek memiliki kemampuan untuk memberikan secercah harapan kepada umat manusia. Berikut contohnya:
1. Setengah Tiga Pagi
Tuhan kembali begadang
Menunggu para petualang itu pulang
Barang sedetik, ia tak pernah berhenti
Mendengarkan suara-suara di antara sunyi
Sementara mereka lebih mencintai
Kantuk dan tidur
Dan banyak lainnya yang pura-pura
Tak mengenal siapa sejatinya
Yang selalu memberi dengan teratur
2. Melangitkan Doa
Doa bukan sekadar kata
Ia adalah bisikan jiwa yang percaya
Kala lisan kelu kala air mata bicara
Di sanalah harap paling setia bersua
Tuhan
Hamba datang bukan karena kuat
Tapi karena lemah
Dan Engkau tempat bertambat
Bukan karena tahu arah
Tapi karena Engkaulah penunjuk segala langkah
3. Hijrah
Menggema tanpa henti
Dalam kesunyian menyesali diri
Di antara langit pekat gelap
Pintaku pada-Mu penuh harap
Jalanku kerap salah
Langkahku kian goyah
Mampukah diri berhijrah?
Ke arah yang penuh berkah
4. Tobat
Tuhan
Andai dosaku cairan
Lebih genang dari air samudera
Jika butiran
Lebih banyak dari pasir sahara
Namun panas api dunia hamba sudah tak sanggup menahannya
Apalagi api neraka
Tahun baru adalah anugerah-Mu
Kesempatan terbaru dari-Mu
Terimalah tobat hamba
Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia
5. Kuberharap KepadaMu
Terdiam hening dalam kesunyian
Hamparan sajadah kugelar
Berbisik lembut dalam sujud
Menyuratkan semua keluh kesah
Berharap dapatkan arah tujuan
Yang selama ini tersesat tak tentu arah
Menemukan sebuah titik terang
Yang selama ini terbalut kegelapan
Puisi Islami Religi
Bagi kaum Muslim dan Muslimah, puisi religi Islam yang memuat pujian-pujian kepada Allah SWT adalah pilihan terbaik untuk muhasabah.
6. Cinta yang Terlelap
Terbentang pada garis cakrawala
Surat indah darimu yang tercinta
Mengitar pada relung hati tanpa suara
Alun nada bergairah rasa
Entah mata ini buta
Atau hati ini yang terpenjara
Segala yang ada pada semesta
Hanya akan merujuk pada satu nama
Aku tersungkur pada nyata
Sadar dalam nyawa
Sebelum benar mata ini terlelap
Dan sebelum raga ini dalam gelap
7. Hanya Lelah tapi Tak Menyerah
Oleh: Ami Utami
Tuhan
Kata-Mu semua akan indah pada akhirnya
Tapi kenapa hanya pada akhirnya saja?
Bolehkah aku menginginkan indah untuk selamanya?
Tuhan
Aku hanya lelah tapi tak ingin menyerah
Aku hanya berkeluh kesah atas segala yang aku rasa
Bukan untuk meratapi nasib diri yang melara
Aku tak akan mundur karena semua sudah kau atur
8. Kelak Kembali PadaMu
Menengadahkan kedua tanganku
Lalu kusebut namaMu di kesunyian
MemanggilMu penuh lirih
Memohon penuh harap
Aku hanya seonggok raga penuh dosa
Sewujud nyawa penuh salah
Menyatu padu berjalan dalam gelap
Berjalan ke arah yang salah
Aku rindu
Aku rindu akan diriku yang baru
Menuju hanya ke arahMu
Meminta hanya padaMu
Aku ini siapa sebenarnya ya Allah
Memuja cinta yang Kau berkahkan
Namun lupa akan memujaMu yang Maha Pemberi Cinta
Tunjukkan cahayaMu
Agar jalanku tetap dalam rahmatMu
Bersujud padaMu
Hingga aku kembali ke pangkuanMu kelak
Tanpa malu di hadapanMu
Puisi Menyentuh Hati tentang Religi
Contoh puisi religi yang menyentuh hati dan penuh makna, sebaiknya kamu renungkan dan resapi secara mendalam untuk mendapatkan hikmahnya.
9. Hadiah Hidayah
Oleh: Sekar Dina Fatimah
Rintik-rintik kasih-Nya turun deras ke bumi
Mengalun lembut ke relung hati
Sejukkan jiwa yang gersang dan sunyi
Peluk hangat raga rapuh tanpa arti
Betapa banyak nikmat yang lupa kusyukuri
Terjebak dalam lorong tamak dan iri dengki
Diri terbuai gemerlap nafsu duniawi
Tergoda bisikan setan yang tak bosan mengikuti
Hingga hidayah itu hadir tanpa permisi
Anugerah terindah dari Illahi Rabi
Iman yang redup kini menyala kembali
Damaikan hati yang hampir mati
Dalam sujud panjang, segenap doa mengiringi
Kepada Allah Sang Penguasa langit dan bumi
Berharap hidayah-Nya setia menemani
Hingga ajal menjemput suatu hari nanti
10. Di Pintu Nabi
Oleh: Alif Thaufan Wildani
Aku duduk diam di ambang malam
Menulis namamu di dada langit yang muram
Muhammad
Betapa rindu ini
Mengalir lirih seperti doa yang malu-malu
Aku bukan Abu Bakar
Yang imannya tak tergoyahkan angin
Bukan Umar
Yang kata-katanya ditakuti setan
Bahkan bukan Bilal
Yang azannya menembus langit para malaikat
Aku
Hanya pecundang yang datang terlambat
Mengharap sebutir cinta dari laut rahmatmu
Menangis di sajadah malam
Karena tak sempat memelukmu dalam hidupku
Tapi wahai Kekasih Tuhan
Kuharap engkau masih mendengar rindu
Dari hamba yang bodoh ini
Ya Rasulullah
Jika nanti aku bertemu Tuhanku
Aku ingin disambut senyummu
Bukan ditolak oleh tangismu
11. Malam Tahajjud
Duhai Allah yang membangunkanku
Dari panjangnya mata tertutup
Sejuknya malam terasa segar
Kuambil air tuk membasuh
Kuletakkan karpet kecil di atas lantai
Sajadah terlentang di bawah
Allahuakbar
Gerak shalat dengan tumaninah
Kusajikan sujudku tuk diriku
Dengan suara bisik
Memohon kepadaMu Ya Allah
Ya Rahman Ya Rahim
Tingginya langit menjadi tingginya pengetahuan ilmu
Kerasnya baja dan besi menjadi kuatnya iman dan takwa
Allahul Ghaffar
Tingginya gunung dimiliki hatiku
Kasarnya pasir dimiliki lisanku
Ampunilah hamba dengan ampunanMu yang lebih luas
Kuhabiskan waktu yang mulia
Berdua antara hamba
Dengan Engkau Ya Allah
Begitu sejuk hati sanubari
Duhai Allah Ya Sami Ya Alim
12. Tuhanku
Ku ucap namaMu dalam ibadahku
Ku tak tahu semua tentangMu
Yang ku tahu Engkau Rabb ku
Penuh asa dan harapan dalam doaku
Berharap ingin bertemu denganMu
Sang Pencipta dan Sang Mahatahu
Izinkanku mengabdi sebagai hambaMu
Hingga ku putuskan Engkaulah tujuanku
Dalam hati dan perbuatan ku rindu
Membaca kitabMu ku pilu
Duhai Tuhanku duhai Penolongku
Berilah cahaya dan hidayahMu
Hingga aku dapat berjalan pada alurMu
Hingga ku dapat manisnya hidupku
Terasa hampa dan pahit bila tanpaMu
Duhai Tuhanku Pemilik jiwaku
Hati ini terasa gundah setiap mengingatMu
Mengingat orang terkasihMu
Mengingat betap besar cintaMu
Kepada diriku sang abdiMu
Tuhanku Pemurah dan Agung namaMu
Mahakuasa atas segala sesuatu
Mahasuci Engkau dalam pujianku
Mahatinggi Engkau melebihi makhlukMu
Pemilik kesempurnaan dalam wujudMu
Kupersembahkan jiwa dan ragaku
Hanya untukMu Tuhanku
Dalam mengharap ampunanMu
Mengharap cinta dan ridaMu
Mengharap surga indahMu
Itulah kumpulan puisi bertemakan religi yang bisa jadi inspirasi kamu. Mana nih puisi yang paling kamu suka?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: