Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 09:25 WIB

Mengapa Introvert Bisa Lebih Percaya Diri Dibanding Ekstrovert? Ini Alasannya

Author

Ilustrasi introvert yang percaya diri. (freepik)

INDOZONE.ID - Selama ini, banyak yang mengira bahwa orang ekstrovert lebih unggul dalam hal kepercayaan diri. Mereka terlihat lebih ramah, aktif, dan mudah berbicara di depan umum.

Namun, penelitian menunjukkan kenyataan berbeda. Introvert lebih percaya diri dalam beberapa situasi tertentu. Berikut beberapa alasannya.

Definisi Kepercayaan Diri dari Sisi Sains

Ilustrasi percaya diri. (freepik)

Secara sederhana, kepercayaan diri adalah keyakinan realistis pada kemampuan diri untuk menghadapi tantangan. Dari sudut pandang ilmu saraf, rasa percaya diri lebih tepat disebut sebagai kesediaan untuk bertindak.

Tiga hal utama yang memengaruhinya antara lain:

- Neurokimia otak yang dinamis,
- Pengalaman masa lalu,
- Lingkungan saat ini.

Bagi introvert, rasa percaya diri muncul ketika mereka siap mencoba, tidak takut gagal, dan berani belajar dari pengalaman baru. Inilah salah satu kelebihan introvert yang sering kali diremehkan.

Baca juga: 5 Ide Aktivitas Sosial Ramah Introvert Tanpa Rasa Lelah Berlebihan

Meluruskan Mitos tentang Percaya Diri

Ada beberapa kesalahpahaman soal kepercayaan diri yang perlu diluruskan:

1. Kepercayaan Diri bukan Sifat Bawaan

Rasa percaya diri bisa dilatih layaknya keterampilan lain.

2. Introvert vs Ekstrovert Tidak Menentukan Percaya Diri

Ekstrovert memang cenderung lebih vokal dan mudah bergaul, tetapi banyak bukti menunjukkan, kepercayaan diri introvert justru lebih stabil karena mereka berpikir matang sebelum bertindak.

3. Kegagalan bukan Penghalang

Justru menghadapi kesulitan dan bangkit dari kegagalanlah yang memperkuat rasa percaya diri seseorang, termasuk bagi introvert yang biasanya lebih reflektif.

Baca juga: 10 Hal Sepele yang Bikin Introvert Cepat Terganggu, Ada yang Relate?

Mengapa Introvert Bisa Lebih Percaya Diri?

Ada alasan kuat mengapa introvert percaya diri, meski tidak selalu menonjol secara sosial. Mereka terbiasa mempersiapkan diri dengan baik, mendalami suatu hal sebelum melangkah, serta lebih fokus pada kualitas daripada kuantitas interaksi.

Hal ini membuat tindakan mereka lebih mantap dan penuh keyakinan, meski tidak selalu terlihat ramai atau lantang seperti ekstrovert.

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri

Baik introvert maupun ekstrovert bisa meningkatkan rasa percaya diri dengan berbagai cara, antara lain:

- Perhatikan bahasa tubuh seperti postur tegak, suara jelas, dan kontak mata secukupnya.
- Tetapkan target realistis, seperti pilih tujuan yang menantang tapi tidak mustahil.
- Latihan konsisten, karena semakin sering berlatih, semakin kuat rasa percaya diri.
- Hadapi ketakutan, akui rasa takut lalu atasi perlahan.
- Ubah pola pikir dengan ganti self-talk negatif menjadi afirmasi positif.
- Rayakan pencapaian kecil dan berikan apresiasi pada diri sendiri.
- Bangun lingkungan positif dan bergaul dengan orang-orang yang mendukung.
- Hindari perbandingan berlebihan dan fokus pada kekuatan diri sendiri.
- Tetapkan batasan sehat dan tahu kapan harus berkata “tidak”.
- Anggap kegagalan sebagai pelajaran dan jadikan pengalaman pahit sebagai pijakan menuju sukses.

Pada akhirnya, introvert vs ekstrovert bukanlah ukuran pasti untuk menentukan siapa yang lebih percaya diri. Justru, dalam banyak kasus, introvert lebih percaya diri karena mereka lebih terencana, dan mampu menjaga fokus. 

Dalam hal ini, percaya diri adalah keterampilan, bukan bawaan lahir. Dengan latihan, pola pikir yang sehat, dan keberanian menghadapi tantangan, siapa pun baik introvert maupun ekstrovert bisa tumbuh menjadi pribadi yang yakin pada dirinya sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU