INDOZONE.ID - Di zaman digital yang serba cepat kaya sekarang, Gen Z punya cara pandang yang beda soal dunia kerja.
Mereka nggak mau lagi terjebak sama budaya kerja keras yang nggak ada habisnya.
Nah, salah satu tren yang lagi hits banget di kalangan Gen Z itu namanya "Lazy Girl Job." Tapi, sebenarnya sih, apa sih "Lazy Girl Job" itu?
Apa Itu "Lazy Girl Job"?
“Lazy Girl Job” itu pekerjaan yang kasih gaji cukup oke, punya waktu kerja yang fleksibel, dan nggak butuh usaha fisik atau mental yang berat.
Jadi, Kamu bisa kerja dari rumah, atur jam kerja sesuka hati, dan nggak perlu stres atau tekanan berlebihan.
Baca juga: Total Rp8,6 Juta! Ibu Ungkap Biaya Les dan Aktivitas Anak SD, Bikin Warganet Syok
Gabrielle Judge, influencer TikTok, bilang kalau kerjaan kayak gini bikin orang bisa “quiet quit” alias kerja seadanya aja tanpa bawa perasaan atau terlalu terlibat secara emosional.
Mengapa Gen Z Tertarik dengan Tren Ini?
Ada beberapa alasan kenapa Gen Z makin suka sama “Lazy Girl Job”:
1. Hindari Stres dan Cemas
Menurut Profesor Suzy Welch dari NYU Stern, tren ini muncul karena banyak anak muda yang ngerasa cemas.
Jadi mereka memilih kerja yang nggak bikin beban pikiran semakin berat.
Baca juga: 7 Kebiasaan yang Perlu Diterapkan agar Masa Pensiun Penuh Kebahagiaan
2. Tolak Budaya Kerja Berlebihan
Gen Z nggak mau lagi kerja yang menyita waktu dan tenaga sampai kebangetan. Mereka pengen hidup yang seimbang antara kerja dan waktu buat diri sendiri.
3. Pekerjaan Fleksibel dan Bisa Remote
Kerjaan kayak customer service, input data, atau content moderation biasanya punya jam dan tempat kerja yang fleksibel, jadi cocok banget buat gaya hidup Gen Z sekarang.
Dampak Positif dan Negatif dari Tren Ini
Sisi positifnya, pekerjaan dengan tekanan rendah ini bikin kita bisa lebih santai dan punya waktu buat fokus ke hidup pribadi atau hobi.
Baca juga: 5 Tips Memilih Sofa untuk Rumah Sempit agar Tetap Nyaman dan Estetik
Jadi, nggak cuma kerja terus tanpa jeda, kita juga bisa jaga kesehatan mental dan ngurangin risiko burnout yang bikin capek banget.
Tapi, di balik itu, pekerjaan yang santai biasanya nggak banyak kasih peluang buat naik level karier atau belajar hal baru.
Selain itu, kadang orang dari generasi yang lebih tua suka melihat cara kerja kayak gini sebagai malas atau kurang serius, jadi bisa bikin pandangan mereka agak negatif. Jadi, memang ada untung dan ruginya juga.
Bagaimana Cara Menemukan "Lazy Girl Job"?
Kalau Gen Z pengen cari pekerjaan kayak “Lazy Girl Job,” mereka bisa mulai dengan nyari posisi yang punya fleksibilitas tinggi dan nggak terlalu banyak tuntutan.
Baca juga: Ini Bedanya Overthinking dan Intuisi, Awas Jangan Sampai Ketuker!
Platform kayak LinkedIn, Glassdoor, atau Indeed biasanya sering banget ngasih info soal pekerjaan remote atau part-time yang cocok.
Yang penting juga, jangan lupa baca deskripsi pekerjaan dengan teliti supaya tahu benar apakah kerjaannya masuk kriteria “Lazy Girl Job” atau nggak.
Fenomena "Lazy Girl Job" ini sebenarnya nunjukin kalau cara pandang soal kerja mulai berubah.
Gen Z bilang, kerja keras itu bukan satu-satunya jalan buat sukses. Mereka lebih milih kerja yang cocok sama kebutuhan pribadi dan kesehatan mental supaya bisa punya keseimbangan hidup yang mereka inginkan.
Tapi, tentu saja, setiap pilihan punya konsekuensinya sendiri, jadi penting banget buat terus jaga keseimbangan antara kerja dan hidup pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber