Sabtu, 25 OKTOBER 2025 • 14:10 WIB

Kisah Inspiratif Dua CEO Rela Potong Gaji Demi Selamatkan Karyawan dari PHK Massal

Author

Kisah CEO rela potong gaji demi selamatkan karyawan. (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Di tengah gelombang PHK besar-besaran yang melanda perusahaan saat ini, ada CEO yang rela memotong gajinya demi menyelamatkan karyawan.

Hal tersebut dilakukan oleh CEO Japan Airlines dan CEO Tata Group dari India.

Yuk simak dua kisah kepemimpinan yang menyentuh hati, memilih hati nurani di atas untung-rugi perusahaan.

Baca juga: Kisah Inspiratif Joe Whale, dari Hobi Corat-coret Kelas hingga Sukses Dikontrak Nike

Haruka Nishimatsu, CEO Japan Airlines

Jauh sebelum isu PHK ramai, mantan CEO Japan Airlines (JAL), Haruka Nishimatsu pernah menunjukkan aksi kepedulian yang luar biasa.

Saat Japan Airlines dilanda kesulitan finansial, Haruka Nishimatsu mengambil keputusan drastis, di mana dia rela memotong gajinya sendiri hingga 60 persen untuk menghindari PHK karyawan.

Konon, gaji yang ia terima akhirnya lebih kecil dari gaji para pilot di maskapai tersebut.

Tidak hanya gaji, Haruka Nishimatsu juga melepaskan semua kemewahan dan privilese jabatan eksekutif yang didapatkannya.

  • Meninggalkan mobil dinas dengan sopir pribadi.
  • Membeli setelan jasnya sendiri.
  • Makan bersama karyawan di kantin umum, bukan di ruang makan eksekutif.
  • Untuk bepergian, ia memilih naik bus layaknya karyawannya yang lain.

Haruka Nishimatsu memilih untuk menghilangkan privilege daripada menghilangkan pekerjaan orang lain.

Kisahnya menjadi pengingat kuat tentang arti kepemimpinan yang melayani.

Baca juga: Viral Kisah Inspiratif Rakean, Pemuda Ciamis yang Hidupi 13 Anak Yatim dengan Gaji Ngarit Rp 25 Ribu

Ratan Tata, CEO Tata Group

Di India, nilai-nilai serupa juga dijunjung tinggi oleh pemimpin ikonik, Ratan Tata dari Tata Group.

Selama krisis COVID-19 yang melanda ekonomi dan menyebabkan kerugian besar di banyak sektor, Tata Group mengambil keputusan tegas di bawah kepemimpinan Ratan Tata.

Dia membuat keputusan untuk tidak akan mem-PHK satu pun karyawan, meskipun kerugian perusahaan terus menumpuk.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Tata Group memilih kasih sayang dan komitmen jangka panjang terhadap sumber daya manusia mereka, daripada hanya melihat hitungan biaya jangka pendek.

Mereka memastikan mata pencaharian ribuan profesional tetap aman di masa-masa paling sulit.

Dari kisah dua CEO ini, Haruka Nishimatsu dan Ratan Tata, menjadi contoh nyata kepemimpinan sejati. Mereka membuktikan bahwa di bawah tekanan ekonomi, ada pilihan untuk tidak mengorbankan tim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Corptrendz.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU