Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 15:47 WIB

Zohran Mamdani Cetak Sejarah Jadi Wali Kota Muslim Pertama di New York

Author

Zohran Mamdani cetak sejarah jadi wali kota muslim pertama di New York (REUTERS/Jeenah Moon)

INDOZONE.ID - Zohran Mamdani menjadi sorotan publik setelah berhasil mencetak sejarah sebagai muslim pertama yang terpilih menjadi Wali Kota New York ke-111.

Politisi berusia 34 tahun dari Partai Demokrat itu, terpilih menjadi Wali Kota New York setelah mengalahkan mantan gubernur Andrew Cuomo dan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa.

Zohran Mamdani, juga dikenal sebagai seorang demokrat sosialis dan anggota dewan negara bagian dari Queens, berhasil meraih lebih dari 50 persen suara.

Baca juga: Wali Kota Prabumulih Akui Kesalahan, Pencopotan Kepsek Dipicu Emosi Anaknya Terkena Hujan

Cuomo berada di posisi kedua dengan sekitar 40 persen, sedangkan Sliwa hanya memperoleh sekitar 7 persen.

Kemenangan Mamdani diumumkan di tengah banyaknya keberhasilan Partai Demokrat di berbagai negara bagian lain.

Misalnya, Abigail Spanberger terpilih sebagai gubernur perempuan pertama di Virginia, dan Mikie Sherrill menang di New Jersey melawan kandidat yang didukung Donald Trump.

Suasana pesta kemenangan Zohran Mamdani di Brooklyn Paramount pecah ketika hasil resmi diumumkan. Sorak-sorai dan pelukan mewarnai malam bersejarah itu.

Selain menjadi Muslim pertama yang memimpin New York, Zohran Mamdani juga jadi wali kota termuda dalam lebih dari 100 tahun, sekaligus yang pertama berdarah Asia Selatan.

Dari Politisi Muda Jadi Simbol Perubahan

Zohran Mamdani terpilih jadi wali kota muslim pertama di New York (Instagram/zohrankmamdani)

Sebelum mencalonkan diri, Mamdani bukanlah sosok yang terkenal. Namun, pesannya tentang keterjangkauan hidup dan keadilan sosial berhasil menarik simpati banyak warga New York.

Dalam kampanyenya, ia menjanjikan beberapa hal, diantaranya:

  • Membekukan harga sewa pada hunian bersubsidi
  • Membangun lebih banyak rumah terjangkau
  • Menaikkan upah minimum menjadi 30 dolar per jam
  • Membuat transportasi bus gratis
  • Menaikkan pajak untuk warga superkaya

Kampanye Zohran Mamdani yang didukung oleh donasi kecil dan relawan dalam jumlah besar menjadi gerakan akar rumput yang kuat.

Dengan strategi media sosial yang cerdas dan pesan perubahan yang jelas, ia sukses memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat pada Juni lalu, mengalahkan Cuomo dengan selisih hampir 13 poin.

Dihadang Isu dan Serangan Politik

Zohran Mamdani terpilih jadi wali kota muslim pertama di New York (Instagram/zohrankmamdani)

Meski berhasil meraih banyak dukungan, perjalanan Zohran Mamdani tak lepas dari tantangan.

Ia kerap mendapat serangan terkait usia muda dan pandangan progresifnya, bahkan tak jarang menghadapi serangan Islamofobia di media sosial dan dari kalangan politik konservatif.

Beberapa pihak menuduhnya terlalu keras mengkritik pemerintah Israel dan terlalu mendukung hak-hak warga Palestina.

Bahkan, Donald Trump sempat menyebut Mamdani sebagai komunis radikal dan mengancam akan memotong dana federal untuk New York jika ia terpilih.

Tak hanya itu, Zohran Mamdani juga menuding tim pendukung Cuomo menggunakan kampanye hitam yang bernuansa rasis.

Salah satu selebaran yang disebarkan menampilkan foto Mamdani dengan janggut yang sengaja dimanipulasi agar tampak lebih tebal dan gelap.

Baca juga: Duduk Perkara Isu Pencopotan Kepsek SMPN 1 hingga Wali Kota Prabumulih Minta Maaf

Dukungan Tokoh Nasional

Zohran Mamdani cetak sejarah jadi wali kota muslim pertama di New York (REUTERS/Jeenah Moon)

Di sisi lain, Zohran Mamdani justru mendapat banyak dukungan dari tokoh progresif nasional, seperti Bernie Sanders dan Alexandria Ocasio-Cortez, yang beberapa kali tampil bersamanya di panggung kampanye.

Ia juga didukung oleh Letitia James (Jaksa Agung New York) dan Jerry Nadler, anggota Kongres AS dari New York.

Menariknya, Gubernur New York Kathy Hochul yang sebelumnya sempat berselisih pandangan dengannya, akhirnya ikut memberikan dukungan resmi menjelang pemilihan.

Dari Uganda ke Balai Kota New York

Zohran Mamdani cetak sejarah jadi wali kota muslim pertama di New York (REUTERS/Shannon Stapleton)

Zohran Mamdani lahir di Uganda dari orang tua keturunan India, lalu pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun. Ia menjadi warga negara Amerika pada 2018.

Setelah kemenangannya, Zohran Mamdani menulis pesan di X (Twitter).

"Pemberhentian berikutnya dan terakhir: Balai Kota," tulis cuitan Zohran Mamdani seperti dikutip Indozone, Rabu (5/11/2025).

Pesan singkat itu jadi simbol dari perjalanan panjang seorang imigran muda yang kini berhasil memimpin salah satu kota paling berpengaruh di dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU