Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 09:08 WIB

Gotong Royong Warga Warnai Pembangunan Gereja St. Maria Goreti

Author

ilustrasi gereja (pexels/@julia-volk)

INDOZONE.ID - Himpunan Bersatu Teguh (HBT) meraih Piagam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaiannya dalam membangun gereja Katolik dengan waktu penyelesaian tercepat di Indonesia. 

Gereja St. Maria Goreti yang berada di Paroki Santo Petrus dan Paulus, Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), rampung dibangun hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Pembangunan gereja tersebut merupakan bentuk kolaborasi HBT bersama umat setempat dengan mengedepankan semangat gotong royong dan pelayanan. 

Baca juga: Jemaat dari Gereja Tesalonika Tangerang Dilarang Beribadah sama Warga, Netizen Dibuat Bingung

Peresmian gereja turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi, Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Malaka Henri Simu, unsur Forkopimda, para imam, para donatur, serta ribuan umat dari berbagai wilayah.

Acara diawali dengan peresmian Taman Doa Santo Lambertus, Bukit Andreas, serta Lopo yang dibangun melalui dukungan pihak donatur. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemberkatan Gereja St. Maria Goreti. 

Rangkaian peresmian ditandai dengan penyerahan kunci gereja dari Ketua Umum HBT kepada Kardinal Ignatius Suharyo untuk kemudian diserahkan kepada Uskup Keuskupan Atambua, yang dilanjutkan dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi menyampaikan bahwa selain pembangunan gereja, HBT bersama sejumlah pihak pendukung turut memfasilitasi program operasi katarak gratis bagi ratusan warga setempat. 

Hingga saat ini, HBT tercatat telah terlibat dalam pembangunan dan renovasi sembilan gereja di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Heboh Aksi Intoleransi di Sukabumi, Warga Geruduk dan Rusak Gereja yang Diduga Tak Berizin

Peresmian Gereja St. Maria Goreti. (Istimewa)

Andreas menjelaskan, pembangunan Gereja St. Maria Goreti dimulai dengan peletakan batu pertama pada 15 Agustus 2025 dan diselesaikan sesuai target pada 15 Desember 2025, agar dapat digunakan umat dalam perayaan Natal.

"Sebagian besar material pembangunan menggunakan bahan lokal, sementara beberapa kebutuhan lainnya didatangkan dari Jakarta. Pengiriman material tersebut mendapat dukungan donasi dari PT TEMAS Tbk. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pelayanan,” ujar Andreas.

Penganugerahan Piagam MURI ini menjadi pengakuan atas komitmen HBT dalam mendukung pembangunan rumah ibadah serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan persatuan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU