INDOZONE.ID - Istilah frugal living dan slow living masih jadi perbincangan banyak orang, gak sedikit juga yang masih bingung apa perbedaannya. Keduanya adalah cara menjalani hidup, namun masing-masing punya karakteristik dan keuntungannya.
Apa itu Frugal Living?
Frugal living merupakan gaya hidup dengan menekankan pada pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan hemat. Tujuan gaya hidup ini untuk mengurangi pengeluaran yang membuat pemborosan, jadi lebih membeli barang-barang yang dibutuhkan.
Baca juga: Apa Itu Slow Living? Ini Cara Menerapkannya Biar Hidup Nggak Terburu-buru
Gaya frugal living adalah hasil dari perubahan budaya dan kesadaran kolektif mengenai keuangan serta pengelolaan sumber daya. Akan tetapi, prinsip gaya hidup seperti ini sudah ada sejak lama di berbagai masyarakat dunia.
Konsep hidup ini berkembang sejak masa The Great Depression di Amerika Serikat tahun 1929-1939. Kondisi ekonomi sulit membuat banyak orang harus menghindari pemborosan.
Selain itu, frugal living semakin berkembang karena kesadaran terhadap perubahan iklim. Banyak orang menerapkan gaya ini karena bagian dari mengurangi dampak lingkungan, seperti mengurangi konsumsi plastik, mendaur ulang, hingga mendukung produk lokal.
Baca juga: 6 Model Rambut Pria Terbaru 2026 yang Keren dan Stylish
Prinsip Frugal Living
Konsep frugal living ini memiliki berbagai prinsip, dengan prinsip utama adalah membeli barang yang memang diperlukan, bukan sekadar yang diinginkan. Jadi kamu harus teliti pada barang-barang tersebut, dan tidak bisa diabaikan.
Prinsip selanjutnya yaitu untuk menghindari pemborosan, dengan tidak membeli barang mewah yang bisa menghabiskan uang. Orang-orang frugal living ini sangat mempertimbangkan nilai dari setiap barang yang dibeli.
Ketiga, memilih yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas. Misalnya, memanfaatkan diskon dengan cara membandingkan harga sebelumnya.
Keempat adalah dengan memperbaiki kebiasaan finansial. Cara hidup ini tak hanya pada aspek pengeluaran, tapi juga mengelola keuangan seperti menabung dan investasi.
Apa itu Slow Living?
Berbeda dari frugal living yang mengedepankan pengelolaan pengeluaran, slow living merupakan pola pikir dengan menyusun hidup agar lebih bermakna. Dengan slow living, kamu bisa menghargai apapun dalam hidup.
Selain itu, konsep ini mengedepankan untuk menjalani kehidupan hari ini tanpa harus mengkhawatirkan yang terjadi di masa depan. Gaya hidup ini berjalan lebih lambat, tapi dinilai baik untuk kesehatan mental.
Walaupun lebih lambat, hidup slow living tetap memiliki peluang dan bisa meraih kesuksesan, bahkan tanpa merasakan stres berlebihan.
Baca juga: Momen Haru Anak-anak TK ABA Kuala Simpang Tonton Pembersihan Sekolah: Terima Kasih Pak Tentara!
Prinsip Slow Living
Dalam menerapkannya sehari-hari, slow living mempunyai prinsip atau nilai yang dipegang. Pertama, fokus pada kegiatan yang sedang dilakukan saat ini.
Misalnya, kamu sedang makan berarti harus menikmati tekstur makanannya dengan sadar dan secara perlahan. Cara ini bisa membuat makan tersebut lebih bermakna.
Selanjutnya, tidak memikirkan hal yang di luar kendali. Dibanding terlalu banyak memikirkan masa depan yang belum tentu benar-benar terjadi, lebih baik fokus pada yang dikerjakan saat ini. Dengan demikian, kamu akan merasa lebih tenang tanpa memikirkan beban masa depan.
Baca juga: Perbedaan Sikap Anak Saat Diantar dan Dijemput di Rumah Nenek, Cerminan Kedekatan Emosional Cucu
Ketiga, kamu bisa memprioritaskan kebahagiaan pribadi. Mulai dari benar-benar mengenali diri, hingga memberikan ruang untuk hidup sendiri. Cara ini membuat energi yang kamu curahkan hanya mendatangkan ketenangan serta kebahagiaan.
Selanjutnya yaitu menikmati setiap momen dalam hidup. Hidup bukan hanya persoalan capaian besar saja, tapi juga capaian untuk menikmati setiap detiknya. Dari momen ini akan timbul rasa syukur dan kebahagiaan,
Terakhir, konsep ini bisa membuat hubungan kita dengan orang-orang terdekat terasa lebih bermakan. Slow living berarti mempererat hubungan dengan orang-orang tercinta. Kedekatan ini bisa jadi sumber kekuatan secara emosional, yang membuat hidup lebih berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Alodokter.com, Prudential.co.id