Rabu, 21 JANUARI 2026 • 16:20 WIB

Puasa Ramadhan dalam Islam: Dalil, Tafsir, dan Keutamaannya bagi Setiap Muslim

Author

Ilustrasi Puasa Qadha Ramadan. (Foto: Freepik @Freepik)

INDOZONE.ID - Ramadhan adalah salah satu bulan dalam kalender hijriyah, yang dikenal dengan berbagai keutamaannya. Pada bulan ini, setiap muslim wajib menjalankan puasa sebulan penuh, dengan menahan diri dari haus, lapar, dan hawa nafsu.

Selain itu, pada bulan Ramadhan ini disarankan untuk meningkatkan setiap ibadah seperti Sholat, membaca Al-Quran, hingga bersedekah akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Ramadhan ini juga diyakini sebagai bulan penuh rahmat dan penuh ampunan dosa.

Baca juga: Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri dalam Islam Lengkap dan Artinya

Perintah Wajib Puasa di Dalam Al-Quran

Selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, setiap Muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Perintah ini juga termasuk ke dalam salah satu Rukun Islam. Perintah wajib puasa dijelaskan dalam Al-Quran, tepatnya Q.S. Al-Baqarah Ayat 183. 

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna ming qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa".

Baca juga: 5 Tips Kecantikan Dalam Islam, Salah Satunya Menjaga Wudhu -

Tafsir Q.S. Al-Baqarah Ayat 183

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Muadz bin Jabal ra, ia berkata: “Ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah, ia puasa pada hari Asyura dan tiga hari setiap bulannya. Kemudian Allah mewajibkan puasa bulan Ramadhan dan menurunkan ayat: Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu hingga a‘alalladzīna yuthīqūnahū fidyatun tha‘āmu miskīn.

Pada saat itu, orang-orang (diperbolehkan untuk memilih) berpuasa atau berbuka dan memberi makan orang miskin. Setelahnya Allah mewajibkan puasa kepada tiap orang yang sehat dan mukin dan tetap (berkewajiban) memberi makan orang miskin bagi orang tua yang tidak mampu berpuasa dengan menurunkan ayat: fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h. (Muhammad Ali As-Shabuni, Rawai’ul Bayan).

Baca juga: Pengertian, Tugas dan Keutamaan Muadzin dalam Islam

Ayat 183 surat Al-Baqarah adalah ayat permulaan diwajibkan puasa bulan Ramadhan. Awalnya, umat Islam hanya diminta untuk wajib berpuasa selama tiga hari setiap bulannya. Hingga akhirnya digantikan menjadi kewajiban menjalankan puasa satu bulan penuh selama Ramadhan.

Selain itu, ibadah puasa Ramadhan juga dimaksud untuk melatih dan menguji umat mengikuti perintah Allah SWT. Hanya orang beriman saja yang bisa melaksanakannya dengan khidmat dan ikhlas.

Dalam ayat awal Allah menggunakan kata “orang-orang beriman”, yang dimaksud supaya mereka memiliki iman di dalam hati dan tergerak untuk mengerjakannya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan perintah puasa di ayat tersebut bukan hanya menahan diri dari makan, minum, atau hawa nafsu, melainkan didasari niat karena Allah SWT. Selain itu, bisa membersihkan jiwa dan raga dari amal buruk.

Baca juga: 50 Ucapan Cepat Sembuh dalam Islam yang Penuh Doa dan Harapan

Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Allah SWT menjanjikan pahala bagi umat Muslim yang melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Apalagi jika puasa dilakukan secara ikhlas dan penuh keimanan kepada Allah, seperti yang tercantum dalam Hadits berikut:

"Sesungguhnya puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku." (HR. Muslim).

Selanjutnya, Allah SWT juga memberikan kesempatan bagi hamba-Nya masuk surga jika melakukan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Allah SWT mempersiapkan satu pintu khusus bagi orang yang berpuasa. Nabi Muhammad SAW bersada:

"Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa." (HR. Bukhari no. 3257).

Baca juga: Cara Bayar dan Hitung Utang Puasa Ramadhan Bertahun-Tahun Sesuai Syariat Islam

Dalam Hadits lain, bulan Ramadhan disebut sebagai bulan ampunan karena segala dosa dan kesalahan bakal diampuni oleh Allah SWT, sebagaimana dalam riwayat Bukhari dan Muslim:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah SWT), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nu Online, Rabithah Alawiyah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU