Ilustrasi Puasa Qadha Ramadan. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Buat sebagian orang, puasa qadha Ramadan justru terasa lebih bikin deg-degan dibanding puasa Ramadan itu sendiri.
Bukan karena laparnya, tapi karena takut niatnya salah, kurang lafaz, atau dianggap tidak sah. Padahal, Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk ribet dalam urusan niat.
Lewat penjelasan Buya Yahya di kanal YouTube/Al-Bahjah TV, kita diajak memahami puasa qadha Ramadan dengan cara yang lebih adem, masuk akal, dan menenangkan hati.
Pembahasan soal niat puasa qadha ini penting, apalagi buat anak muda yang sering dapat info setengah-setengah dari internet. Biar nggak salah paham dan nggak was-was berlebihan, yuk kita bahas pelan-pelan!
Baca juga: Hukum Bayar Fidyah Puasa dengan Uang, Boleh atau Tidak?
Puasa qadha Ramadan adalah puasa pengganti bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit, haid, nifas, atau perjalanan jauh.
Puasa ini sifatnya wajib, karena mengganti kewajiban yang sempat tertinggal.
Makanya, puasa qadha berbeda dengan puasa sunnah. Tapi meski wajib, cara niatnya ternyata nggak seseram yang sering dibayangkan banyak orang.
Buya Yahya menegaskan satu hal yang sering dilupakan, niat itu tempatnya di hati, bukan di lidah. Kalau di hati kita sudah mantap ingin mengganti puasa Ramadan karena Allah, maka niat tersebut sudah sah.
Sering kali orang terlalu fokus menghafal lafaz niat yang panjang dan takut salah satu kata. Padahal, niat bukan soal rangkaian kata, tapi soal kesadaran dan tujuan ibadah itu sendiri.
Kalau di hati sudah ada keyakinan “Saya niat puasa qadha Ramadan karena Allah”, itu sudah cukup.
Di beberapa kitab fikih memang disebutkan, niat puasa wajib harus menyertakan keperduannya. Tapi Buya Yahya menjelaskan dengan cara yang sangat sederhana.
Ketika seseorang berniat qadha puasa Ramadan, otomatis di dalam hatinya sudah ada keyakinan bahwa puasa tersebut adalah kewajiban.
Logikanya simpel. Kalau tidak yakin itu wajib, ngapain repot-repot qadha. Jadi tanpa menyebut kata “fardhu” pun, niatnya sudah memenuhi syarat karena hati sudah paham betul status ibadah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube