INDOZONE.ID - Tahukah kamu, survei Workplace Happiness Index Indonesia 2025-2026 menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Ternyata gen z menjadi generasi paling tidak bahagia di dunia kerja dibanding generasi lainnya.
Dalam survei tersebut, menyatakan tingkat kebahagiaan gen x tercatat sebesar 85 persen, disusul gen y atau milenial dengan 84 persen, sementara gen z berada di posisi terendah dengan tingkat angka 76 persen.
Kesenjangan ini tentu tidak bisa dianggap sepele, karena kebahagiaan karyawan punya dampak besar terhadap produktivitas, loyalitas, hingga keuntungan bisnis.
Dari sinilah penting bagi perusahaan dan pemimpin untuk memahami apa yang sebenarnya dirasakan Gen Z di tempat kerja, berikut penjelasan lengkapnya:
Alasan Gen Z Tidak Bahagia di Dunia Kerja
Berdasarkan hasil survei, sekitar 76 persen responden gen z mengaku merasa tidak bahagia dalam dunia kerja. Angka ini menegaskan bahwa gen z menjadi generasi dengan tingkat kepuasan kerja paling rendah dibanding generasi lainnya.
Nah, ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi ini, mulai dari sulitnya menjaga work-life balance, beban kerja yang tinggi, hingga minimnya fleksibilitas seperti opsi work from home (WFH).
Baca juga: Pilihan Tak Biasa di Pernikahan, Gen Z Ini Pilih Bibit Pohon sebagai Souvenir
Selain itu, gen z juga kerap merasa suara dan kontribusinya kurang dihargai di lingkungan kerja. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Wisnu dalam jumpa pers.
“Gen z paling kecil karena merasa tidak dihargai dan tidak dicapai life balance,” kata Wisnu dalam jumpa pers Jobstreet di RDTX Place (3/02/26)
Pernyataan ini menunjukkan bahwa persoalan utama gen z bukan semata soal gaji, tetapi juga tentang rasa dihargai, keseimbangan hidup, dan hubungan yang sehat dengan pemimpin di tempat kerja.
Tips Kepemimpinan untuk Gen Z
Adapun beberapa tips kepemimpin yang coock untuk gen z dan bisa kamu lakukan agar perusahaan bisa punya keuntungan:
Baca juga: Gen Z Lebih Takut Miskin daripada Takut Gak Nikah? Ini Fakta dan Alasannya
- Komunikasikan tujuan bisnis dengan jelas agar mereka merasa pekerjaan yang dilakukan punya arti dan membuat mereka terlibat dalam setiap pencapaian perusahaan.
- Berikan fleksibilitas dalam bekerja, termasuk opsi work from home, sehingga mereka bisa menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan dengan lebih baik.
- Program dukungan kesehatan mental juga penting, misalnya konseling atau workshop, untuk membantu mereka menghadapi stres dan tekanan kerja.
- Ciptakan budaya saling menghargai dan apresiasi, baik melalui pengakuan atas pencapaian sehari-hari maupun penghargaan khusus, agar gen z merasa kontribusinya dihargai.
- Dorong kegiatan team bonding untuk memperkuat hubungan antarrekan kerja dan membangun rasa kebersamaan yang positif.
- Sediakan jalur pengembangan karier yang jelas, termasuk pelatihan dan mentoring, sehingga mereka punya motivasi untuk belajar, berkembang, dan menatap masa depan yang lebih baik di perusahaan.
Dengan menerapkan tips kepemimpinan ini, gen z bisa merasa lebih dihargai, terlibat, dan bahagia di tempat kerja. Hasilnya, mereka akan lebih termotivasi, produktif, dan loyal terhadap perusahaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan