Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 16:35 WIB

Sering Merasa Penuh Dosa? Ini Istighfar Pendek tapi Dahsyat untuk Menghapus Dosa-Dosa Kita

Author

Ilustrasi membaca sayyidul istighfar (photo/pexels/@michael-burrows)

INDOZONE.ID - Setiap manusia pasti pernah salah. Entah itu dosa besar atau kecil, disengaja atau tidak. 

Ironisnya, kita sering lebih sibuk menilai kekeliruan orang lain, sementara lupa bahwa diri sendiri pun tak luput dari noda dosa

Padahal, yang paling kita butuhkan bukan pembelaan diri, melainkan ampunan dari Allah.

Dalam Islam, salah satu amalan paling sederhana namun memiliki dampak luar biasa adalah istighfar. 

Bukan sekadar rutinitas lisan, tetapi bentuk kesadaran bahwa manusia adalah hamba yang lemah dan sangat membutuhkan rahmat-Nya.

Baca juga: Kesimpulan adalah: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, serta Contohnya

Istighfar yang Diajarkan Rasulullah SAW dan Keutamaannya

Rasulullah SAW mengajarkan lafaz istighfar yang ringkas namun penuh makna:

“Astaghfirullāhal-‘Aẓīm, alladzī lā ilāha illā Huwal-Ḥayyul-Qayyūm, wa atūbu ilaih.”

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Kalimat ini bukan hanya pengakuan dosa, tetapi juga penguatan tauhid dan komitmen untuk kembali kepada Allah. 

Mengakui kesalahan dengan jujur jauh lebih menenangkan hati daripada sibuk membandingkan dosa diri sendiri dengan dosa orang lain — karena perbandingan tak pernah menyucikan jiwa.

Baca juga: Pengertian Apresiasi Adalah: Makna, Tahapan, Tujuan, dan Fungsinya Secara Lengkap

Janji Allah bagi Orang yang Membiasakan Istighfar

Keutamaan istighfar ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau bersabda:

“Barang siapa membiasakan istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, menghilangkan setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)

Artinya, istighfar bukan hanya soal pengampunan dosa, tetapi juga solusi hidup: dari masalah, kesedihan, hingga urusan rezeki.

Dosa Diulang, Ampunan Tetap Terbuka

Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah R.A, Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang hamba yang terus melakukan dosa, lalu kembali memohon ampun kepada Allah. 

Baca juga: Struktur Teks Biografi: Pengertian, Ciri, Unsur, dan Contohnya Lengkap

Setiap kali itu pula Allah mengampuninya, selama sang hamba sadar bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Pengampun dan Maha Menghukum. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Pesannya jelas: selama ada pengakuan dosa dan harapan kepada Allah, pintu ampunan tidak pernah tertutup.

Al-Qur’an Menegaskan: Jangan Putus Asa

Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa ampunan-Nya terbuka bagi siapa saja yang mau kembali dengan sungguh-sungguh:

“Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka — dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah—dan mereka tidak terus-menerus dalam perbuatan dosanya, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 135)

Baca juga: Volunteer: Arti, Jenis Kegiatan, Manfaat, serta Contoh Program di Indonesia dan Internasional

Allah kemudian menjanjikan balasan luar biasa bagi mereka:

“Mereka itulah yang memperoleh ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.” (QS. Ali ‘Imran: 136)

Jangan Tunda Taubat, Waktu Tidak Pernah Dijanjikan

Taubat bukan amalan yang pantas ditunda. Rasulullah SAW mengingatkan:

“Barang siapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim no. 2703)

Selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan kiamat belum tiba, kesempatan itu masih ada. Jika hari ini jatuh, bangkitlah hari ini. Jika terlanjur lalai, kembalilah esok hari.

Baca juga: Kisah Ibu Kresnawati Naik Kelas Bareng Holding Ultra Mikro, dari Warung Rumah hingga Agen BRILink Mekaar

Allah Menerima Taubat Siapa Pun yang Mau Memperbaiki Diri

Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya. Bahkan setelah berbuat salah, pintu kembali tetap terbuka:

“Barang siapa bertaubat setelah melakukan kejahatan dan memperbaiki diri, sungguh Allah akan menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Ma’idah: 39)

Seruan ini ditegaskan kembali kepada orang-orang beriman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus…” (QS. At-Tahrim: 8)

Baca juga: IPTEK: Pengertian, Ruang Lingkup, Peran, dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Istighfar Ini Bisa Menghapus Dosa Besar

Dalam hadits lain, Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mengucapkan:
‘Astaghfirullāhal-ladzī lā ilāha illā Huwal-Ḥayyul-Qayyūm wa atūbu ilaih,’ maka dosanya akan diampuni, meskipun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)

Jalan Pulang Selalu Ada

Taubat adalah jalan pulang. Istighfar adalah bagian dari taubat tersebut. Maka, bersegeralah melakukan shalat taubat dan perbanyak istighfar. 

Baca juga:  Mitos Dan Fakta Pemilihan Komponen Kayu dan Tumbuhan Desain Ruang Cafe Membuat Perasaan Nyaman dan Tenang

Jangan menunggu diri menjadi baik untuk kembali kepada Allah. Kembalilah terlebih dahulu, maka Allah yang akan membaikkan segalanya.

Betapa luas rahmat-Nya. Betapa lembut panggilan-Nya. Alhamdulillah, selama masih hidup, harapan itu selalu ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Duasrevival.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU