INDOZONE.ID - Dalam Islam, kebersihan dan kesucian diri merupakan bagian penting dari ibadah. Salah satu cara bersuci adalah dengan mandi, yang bertujuan membersihkan tubuh dari hadas maupun kotoran sebelum menjalankan ibadah tertentu.
Mandi dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, yaitu mandi wajib dan mandi sunnah. Keduanya sama-sama menggunakan air untuk membersihkan tubuh, tetapi memiliki perbedaan dari segi hukum, tujuan, serta waktu pelaksanaannya.
Memahami perbedaan mandi wajib dan mandi sunnah sangat penting, agar ibadah yang dilakukan menjadi sah dan sesuai syariat.
Dengan mengetahui pengertian, niat, dan tata caranya, setiap Muslim dapat menjaga kesucian diri dengan benar.
Pengertian Mandi Wajib
Mandi wajib adalah mandi yang harus dilakukan oleh seorang Muslim untuk menghilangkan hadas besar.
Hadas besar adalah kondisi yang membuat seseorang tidak boleh melaksanakan ibadah tertentu seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan tawaf sebelum bersuci.
Mandi wajib disebut juga mandi junub. "Junub" berarti jauh, yaitu kondisi seseorang yang belum suci sehingga tidak boleh melakukan ibadah tertentu.
Karena itu, mandi wajib harus dilakukan agar kembali suci dan ibadah menjadi sah.
Baca juga: Perbedaan Mandi Wajib dan Mandi Taubat dalam Islam, Ini Penjelasan Lengkapnya
Penyebab Seseorang Wajib Mandi
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang wajib melakukan mandi wajib, yaitu:
1. Keluar Air Mani
Keluar air mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar, seperti saat mimpi basah, menyebabkan seseorang wajib mandi. Hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.
2. Hubungan Suami Istri
Hubungan suami istri menyebabkan hadas besar, sehingga kedua pasangan wajib mandi, meskipun tidak terjadi keluarnya air mani.
3. Selesai Haid
Haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita secara alami pada waktu tertentu. Setelah haid selesai, seorang wanita wajib mandi agar dapat kembali melaksanakan ibadah seperti shalat dan puasa.
4. Selesai Nifas
Nifas adalah darah yang keluar setelah melahirkan. Setelah masa nifas selesai, wanita wajib mandi wajib untuk kembali dalam keadaan suci.
5. Masuk Islam
Sebagian ulama berpendapat bahwa, orang yang baru masuk Islam, dianjurkan atau diwajibkan mandi sebagai bentuk penyucian diri.
6. Meninggal Dunia
Seorang Muslim yang meninggal dunia wajib dimandikan oleh Muslim lain sebelum dikafani dan dimakamkan. Hal ini merupakan kewajiban bagi umat Islam.
Niat Mandi Wajib
Niat adalah hal yang penting dalam setiap ibadah, termasuk mandi wajib. Niat dilakukan di dalam hati pada saat mulai mandi.
Tidak harus diucapkan, tetapi boleh dilafalkan untuk membantu menghadirkan niat dalam hati.
"Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aalaa."
Artinya:
"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar, fardu karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Mandi Wajib yang Benar
Agar mandi wajib sah, seluruh tubuh harus terkena air tanpa ada bagian yang terlewat. Berikut tata cara mandi wajib yang dianjurkan:
1. Membaca Basmalah dan Berniat
Mulailah dengan membaca "Bismillah" dan menghadirkan niat dalam hati untuk menghilangkan hadas besar.
2. Membasuh Kedua Tangan
Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak tiga kali. Langkah ini penting untuk memastikan tangan yang akan menyentuh anggota tubuh lain sudah dalam keadaan bersih dari kotoran atau najis.
3. Membersihkan Kemaluan dan Bagian Tubuh yang Kotor
Bersihkan kemaluan dan bagian tubuh lain yang terkena kotoran atau najis menggunakan tangan kiri. Pastikan bagian ini benar-benar bersih.
4. Berwudhu Seperti Wudhu untuk Sholat
Melakukan gerakan wudhu lengkap mulai dari membasuh muka hingga kaki, persis seperti wudhu saat hendak melaksanakan sholat.
5. Menyiram Kepala
Siram kepala sebanyak tiga kali dan pastikan air sampai ke kulit kepala dan akar rambut. Gunakan jari-jari untuk meratakan air hingga benar-benar meresap.
6. Menyiram Anggota Tubuh Bagian Kanan
Memulai guyuran air dari bahu kanan, turun ke dada, punggung, hingga kaki kanan. Pastikan bagian depan dan belakang terkena air secara merata.
7. Menyiram Anggota Tubuh Bagian Kiri
Selanjutnya, siram seluruh tubuh bagian kiri dengan cara yang sama seperti bagian kanan. Pastikan semua bagian tubuh terkena air secara merata.
8. Menggosok Tubuh untuk Memastikan Air Merata
Gosok tubuh secara perlahan menggunakan tangan agar air benar-benar merata ke seluruh bagian tubuh. Hal ini membantu memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
9. Mencuci Kaki (Jika Belum Saat Wudhu)
Jika saat wudhu di awal tadi kaki belum dicuci (karena tempat mandi becek/menggenang), maka akhiri mandi dengan mencuci kedua kaki hingga mata kaki, dimulai dari kaki kanan.
Baca juga: Niat Mandi Wajib Setelah Haid Beserta Tata Caranya
Pengertian Mandi Sunnah
Mandi sunnah adalah mandi yang dianjurkan dalam Islam, tetapi tidak wajib dilakukan. Jika dilakukan akan mendapatkan pahala, tetapi jika tidak dilakukan, tidak berdosa.
Mandi sunnah bertujuan untuk menjaga kebersihan, kesegaran, dan kesempurnaan ibadah. Mandi ini biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, atau saat akan melaksanakan ibadah tertentu.
Beberapa mandi sunnah yang dianjurkan antara lain:
- Mandi sebelum sholat Jumat
- Mandi sebelum sholat Idul Fitri dan Idul Adha
- Mandi sebelum ihram haji atau umrah
- Mandi setelah memandikan jenazah
- Mandi sebelum masuk Islam (sebagian ulama menyunnahkan)
Niat Mandi Sunnah
Niat Mandi Sunnah Hari Jumat
"Nawaitul ghusla lihudhuuril jum'ati sunnatan lillaahi ta'aalaa"
Artinya:
"Saya niat mandi untuk menghadiri sholat Jumat sunnah karena Allah Ta'ala".
Mandi sunnah Jumat dianjurkan bagi umat Muslim sebelum melaksanakan sholat Jumat agar tubuh bersih, segar, dan lebih siap dalam beribadah.
Niat Mandi Sunnah Hari Raya Idul Fitri
"Nawaitul ghusla li ‘iidil fitri sunnatan lillaahi ta’aalaa."
Artinya:
"Saya niat mandi pada hari raya Idul Fitri (atau Idul Adha), sunnah karena Allah Ta’ala."
Mandi sunnah ini dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Id sebagai bentuk persiapan diri agar lebih bersih dan rapi dalam menyambut hari raya.
Baca juga: Mandi Junub atau Mandi Wajib Setelah Adzan Subuh, Apakah Puasa Sah? Ini Kata Buya Yahya
Tata Cara Mandi Sunnah yang Benar
Tata cara mandi sunnah hampir sama dengan mandi wajib, yaitu:
1. Niat Mandi Sunnah
Niat di dalam hati untuk melaksanakan mandi sunnah (misalnya mandi sunnah Jumat) tepat saat air pertama kali menyentuh kulit.
Niat inilah yang membedakan antara mandi biasa dengan ibadah.
2. Membaca Basmalah
Mengawali dengan ucapan Bismillah sebagai bentuk zikir, dan memohon keberkahan dalam proses pensucian diri.
3. Mencuci Kedua Telapak Tangan
Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak tiga kali. Langkah ini memastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum digunakan untuk menyiduk air atau menyentuh anggota tubuh lainnya.
4. Membersihkan Kotoran dan Najis
Menggunakan tangan kiri untuk membersihkan area kemaluan, dubur, atau kotoran yang menempel di badan (seperti keringat berlebih atau bau tidak sedap) agar tubuh benar-benar bersih sebelum diguyur air secara menyeluruh.
5. Mencuci Tangan dengan Sabun
Setelah membersihkan area kotor, tangan kiri dicuci kembali menggunakan sabun untuk memastikan kuman dan sisa kotoran hilang sepenuhnya.
6. Berwudhu secara Sempurna
Melakukan gerakan wudhu lengkap dari membasuh wajah hingga kaki, persis seperti wudhu sebelum salat. Ini adalah cara yang paling utama dalam mengikuti sunnah Nabi SAW.
7. Menyiram Air ke Kepala
Menyiram kepala sebanyak tiga kali sambil menggosok-gosok jari ke sela-sela rambut hingga air menyentuh kulit kepala secara merata.
8. Menyiram Anggota Tubuh Bagian Kanan
Memulai guyuran air dari bahu kanan, melingkari dada, punggung, hingga ke ujung kaki kanan. Dalam Islam, mendahulukan bagian kanan (tayamun) adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
9. Menyiram Anggota Tubuh Bagian Kiri
Melanjutkan guyuran air ke seluruh bagian tubuh sebelah kiri dengan cara yang sama, memastikan tidak ada bagian kulit yang tertinggal.
10. Meratakan Air ke Seluruh Lipatan Tubuh
Memberikan perhatian khusus pada bagian yang tersembunyi seperti ketiak, bagian dalam pusar, belakang telinga, lipatan lutut, serta sela-sela jari tangan dan kaki.
11. Menggosok Seluruh Badan
Menggunakan tangan untuk menggosok seluruh permukaan kulit agar air merata dan kotoran terangkat sempurna (disertai penggunaan sabun jika diperlukan).
12. Mencuci Kaki Kembali
Mengakhiri mandi dengan membasuh kedua kaki hingga mata kaki jika diperlukan, terutama jika saat berwudhu tadi kaki belum dicuci sempurna karena kondisi lantai yang menggenang.
Perbedaan Utama Mandi Wajib dan Sunnah
Berikut perbedaan yang lebih rinci:
1. Dari Segi Hukum
Mandi wajib hukumnya wajib dan harus dilakukan dalam kondisi tertentu. Sedangkan mandi sunnah hukumnya dianjurkan dan tidak wajib.
2. Dari Segi Tujuan
Mandi wajib bertujuan menghilangkan hadas besar agar ibadah sah. Mandi sunnah bertujuan untuk kebersihan dan kesempurnaan ibadah.
3. Dari Segi Waktu
Mandi wajib dilakukan setelah terjadi hadas besar. Mandi sunnah dilakukan pada waktu tertentu seperti hari Jumat atau hari raya.
4. Dari Segi Dampak jika Tidak Dilakukan
Jika mandi wajib tidak dilakukan, maka ibadah tertentu tidak sah. Sedangkan mandi sunnah tidak berdampak pada sah atau tidaknya ibadah.
Baca juga: Doa Mandi Wajib Pria Lengkap: Niat, Tata Cara, dan Rukun Sesuai Sunnah
Dengan memahami pengertian, penyebab, niat, dan tata cara mandi wajib dan mandi sunnah, seorang Muslim dapat menjalankan ibadah dengan benar, sah, dan sesuai dengan ajaran Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NU Online