INDOZONE.ID - Seekor anjing di Sisilia baru-baru ini menjadi viral setelah tertangkap CCTV sedang melakukan aksi kriminal: membuang sampah ilegal atau fly-tipping. Video yang diunggah halaman Facebook resmi kota Catania memperlihatkan seekor anjing kecil (diduga campuran Jack Russell) dengan sigap menyeret kantong sampah berukuran cukup besar di sepanjang jalan sepi, meletakkannya rapi di pinggir jalan, lalu menoleh ke belakang seolah memastikan tidak ada yang melihat.
Unggahan itu memicu gelak tawa sekaligus kekaguman. Pihak berwenang setempat menyebutnya sebagai "akal bulus" yang mengeksploitasi hewan, tapi warganet terpesona oleh kepatuhan dan kecerdasan anjing tersebut. Pertanyaannya, bagaimana cara melatih anjing melakukan hal seperti itu? VICE pun bertanya kepada seorang pekerja dari badan amal perilaku anjing.
Baca juga: Aksi Pantang Menyerah Seekor Anjing Menyeberangi Sungai Deras, Usaha Berkali-Kali Berbuah Hasil
Rahasia di Balik Aksi 'Kriminal' Anjing
Menurut pakar perilaku anjing yang dihubungi VICE, secara teknis melatih anjing untuk memindahkan barang seperti kantong sampah tidak berbeda dengan pelatihan dasar lainnya. "Prosesnya sama seperti mengajari anjing membawa barang," jelasnya. "Anda bisa melatihnya membawa benda, lalu secara bertahap meningkat ke benda seperti kantong sampah. Kemudian latih untuk membawanya ke target tertentu, lalu kirim dengan perintah dari kejauhan."
Asalkan tidak ada benda berbahaya di dalam kantong dan pelatihan dilakukan dengan metode positif (tanpa paksaan atau kekerasan), prosesnya tidak akan membahayakan anjing. Bahkan, anjing kemungkinan mendapat kepuasan atau 'serotonin' dari aktivitas yang merangsang mental ini.
Kuncinya ada pada ikatan kuat antara anjing dan pemiliknya, mirip dengan hubungan antara gembala dan anjing penggembalanya. Anjing harus mampu merespons perintah dari jarak jauh melalui suara atau isyarat tertentu.
'Man Training' hingga Scooter: Alternatif Legal nan Seru
Lantas, apakah ada cara legal untuk menyalurkan bakat alami anjing? Tentu saja. Para ahli menyarankan aktivitas seperti:
- "Man Training": Tren baru di mana pemain bersembunyi dan anjing harus menemukannya dengan mengandalkan indra penciuman.
- Merapikan Mainan: Mengajari anjing untuk memasukkan mainannya sendiri ke dalam keranjang.
- Olahraga Anjing: Seperti scooter atau bikejoring, di mana anjing menarik skuter atau sepeda.
- Olah Raga Penciuman: Aktivitas terstruktur yang mengasah naluri alami anjing.
Beda 'Thrill' Manusia dan Anjing
Meski pemiliknya mungkin merasa 'deg-degan' karena melakukan sesuatu yang terlarang, para ahli memastikan anjing tidak mengerti konsep ilegal. "Anjing tidak bisa membedakan benar dan salah seperti manusia," tegas sumber VICE. "Yang mereka rasakan adalah kegembiraan karena bekerja sama dengan pemiliknya dan melakukan aktivitas yang merangsang."
Jadi, meski kagum dengan kepatuhan anjing di Sisilia, lebih baik salurkan energi dan kecerdasan anabul ke aktivitas positif dan legal. Lagipula, pemiliklah yang akan bertanggung jawab jika 'komplotan' ini tertangkap basah. Seperti kata petugas, "Dia adalah tanggung jawabmu."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com