Rabu, 04 MARET 2026 • 18:05 WIB

3 Tradisi Warga Malang Menyambut Bulan Ramadan dan Lebaran

Author

Berkat atau ater-ater menyambut Bulan Ramadan dan Lebaran di Malang (Dicky).

INDOZONE.ID - Warga di Kota Malang punya beragam tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Apa saja 3 tradisi dan budaya dalam menyambut Bulan Ramadan dan Lebaran di Malang? Simak daftarnya berikut ini!

1. Ater-ater

Ater-ater merupakan kegiatan mengantarkan makanan dari satu rumah ke rumah lainnya. Istilah ater-ater sendiri berasal dari kata "antar" atau "mengantarkan".

Dalam proses persiapannya, makanan bisa berasal dari jasa katering atau dimasak sendiri dalam jumlah banyak. Setelah selesai, makanan tersebut kemudian diantarkan ke beberapa rumah.

Baca juga: Ramadan Datang: Beberapa Tradisi Lokal Daerah di Indonesia Bikin Suasana Semakin Hangat

Menariknya, pihak yang menerima ater-ater biasanya akan membalas dengan memberikan makanan juga. 

Waktu pelaksanaan ater-ater cukup fleksibel, tetapi lebih sering dilakukan dua minggu sebelum Ramadan ataupun Lebaran.

2. Megengan

Megengan merupakan salah satu budaya Jawa yang berbentuk kenduri atau hajatan selepas salat Magrib di musala atau masjid terdekat.

Dalam kegiatan ini biasanya disuguhkan berkat di dalam kardus atau baki yang berisi aneka lauk-pauk. Setelah itu, masing-masing peserta akan mendapatkan berkat secara acak.

Baca juga: Tradisi Lebaran Unik Warga Jalan Pasir Luhur Malang, Ada Acara Main Futsalnya!

Sebelum dibagikan, terlebih dahulu dilakukan doa bersama untuk para leluhur yang telah meninggal serta doa agar ibadah puasa selama satu bulan ke depan berjalan lancar.

3. Kirab Oncor

Masyarakat Kota dan Kabupaten Malang setiap malam takbir kerap diwarnai dengan Kirab Oncor yang dilakukan oleh anak-anak hingga orang dewasa dengan membawa obor.

Setelah itu, mereka berkeliling dari satu desa ke desa lainnya sambil mengumandangkan takbir. Suasana seperti ini memang jarang ditemui di luar negeri.

Hal lain yang tidak bisa dilupakan adalah kembang api yang turut menghiasi langit malam takbir. 

Malam tersebut menjadi malam yang selalu dinantikan, yakni malam kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Dari ketiga tradisi dan budaya tersebut, masih banyak lagi tradisi lain yang belum disebutkan. 

Baca juga: Megengan, Tradisi Selametan Khas Bojonegoro Simbol pertautan Spiritual dan Sosial Jelang Ramadan

Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tradisi tersebut di zaman sekarang mulai jarang dipraktikkan.

Jadi, itulah ketiga tradisi dan budaya dalam menyambut Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri ala warga Malang. Bagaimana dengan budaya di daerahmu?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU