INDOZONE.ID - Dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), peserta sering menemui berbagai tipe soal yang dirancang untuk menguji kemampuan logika dan penalaran.
Salah satu jenis soal yang sempat viral dan membuat banyak peserta penasaran adalah soal “bahasa panda.”
Artikel ini akan membahas pengertian bahasa panda, alasan kemunculannya dalam UTBK, cara menemukan polanya, serta contoh soal lengkap dengan pembahasannya.
Baca juga: 10 SMA Terbaik di Bogor Berdasarkan Skor UTBK-SNBT, Ada Sekolah Kamu?
Apa Itu Bahasa Panda?
Istilah bahasa panda sebenarnya berkaitan dengan konsep kriptografi, yaitu ilmu yang mempelajari teknik penyandian pesan. Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kryptos yang berarti tersembunyi dan graphein yang berarti menulis.
Secara umum, kriptografi adalah metode menyampaikan informasi dengan cara menyamarkannya sehingga hanya orang tertentu yang dapat memahami maknanya. Pesan biasanya ditulis menggunakan simbol atau kata-kata yang tampak aneh, tetapi sebenarnya memiliki arti tertentu.
Dalam soal ujian, konsep ini digunakan dalam bentuk bahasa buatan yang mengharuskan peserta menemukan hubungan antara kata dalam bahasa tersebut dengan arti sebenarnya.
Asal-usul Istilah “Bahasa Panda”
Istilah ini populer karena terinspirasi dari penelitian di Tiongkok yang mencoba memahami cara panda berkomunikasi.
Selama bertahun-tahun, para peneliti mempelajari berbagai suara yang dihasilkan panda untuk mengetahui maknanya. Misalnya:
- Ketika lapar, panda mengeluarkan suara seperti “gee-gee.”
- Saat merasa sedih, panda mengeluarkan suara “wow-wow.”
- Ketika senang, panda mengeluarkan suara “coo-coo.”
Penelitian tersebut berhasil menemukan pola komunikasi panda sekitar tahun 2015. Dari sinilah muncul istilah “bahasa panda”, yang kemudian digunakan secara informal untuk menyebut soal dengan bahasa aneh tetapi memiliki pola tertentu.
Mengapa Soal Bahasa Panda Muncul di UTBK?
Soal bahasa panda mulai dikenal luas ketika muncul dalam UTBK tahun 2020. Pada saat itu, format ujian mengalami perubahan karena pandemi COVID-19.
Jika sebelumnya UTBK terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
- Tes Potensi Skolastik (TPS)
- Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Pada tahun 2020, TKA dihapus sementara sehingga ujian hanya berfokus pada TPS.
TPS dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang penting dalam pendidikan tinggi, seperti:
- kemampuan berpikir logis
- pemahaman pola
- analisis informasi
- pemecahan masalah
Karena itulah, soal dengan pola bahasa buatan seperti bahasa panda digunakan untuk menilai kemampuan penalaran peserta.
Jenis soal serupa sebenarnya tidak hanya muncul dalam UTBK, tetapi juga sering ditemukan pada:
- tes masuk sekolah kedinasan
- seleksi kepolisian
- berbagai tes logika dan penalaran lainnya
Cara Menemukan Pola pada Soal Bahasa Panda
Walaupun terlihat rumit, soal bahasa panda sebenarnya dapat dipecahkan dengan beberapa strategi sederhana.
1. Uraikan Kata-Kata yang Ada
Langkah pertama adalah memecah setiap kata yang muncul dalam bahasa buatan tersebut. Perhatikan hubungan antara kata dalam bahasa aneh dengan arti yang diberikan dalam soal.
Dengan cara ini, kamu bisa mulai menebak makna dari bagian-bagian kata tertentu.
2. Cari Pola yang Berulang
Setelah kata-kata diuraikan, langkah berikutnya adalah mencari pola.
Biasanya akan ada bagian kata yang muncul berulang dalam beberapa kalimat dengan arti yang mirip. Dari kesamaan tersebut, kamu bisa menyimpulkan arti dari kata atau bagian kata tertentu.
Misalnya:
- satu bagian kata menunjukkan kata benda
- bagian lain menunjukkan kata kerja
- atau bahkan menandakan kalimat negatif
3. Gunakan Metode Eliminasi
Tidak selalu perlu menerjemahkan seluruh kalimat untuk menemukan jawabannya.
Sering kali, kamu cukup membandingkan pola yang ditemukan dengan pilihan jawaban yang tersedia. Pilihan yang tidak sesuai dengan pola dapat langsung dieliminasi.
4. Tetap Fokus dan Kelola Waktu
Fokus sangat penting saat mengerjakan soal UTBK. Jika merasa kesulitan menemukan jawabannya, jangan terlalu lama terpaku pada satu soal.
Kamu bisa melewatinya terlebih dahulu dan kembali lagi setelah menyelesaikan soal lainnya agar waktu ujian dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Contoh Soal Bahasa Panda UTBK
Contoh Soal 1
Diketahui beberapa terjemahan bahasa buatan berikut:
- al!sdew berarti peliharaan baru
- wefkohm berarti baju lama
- lilkfo ukohmal!sm mil berarti anak-anak menyukai baju baru
Bahasa buatan yang mungkin untuk kalimat “peliharaan menyukai anak-anak” adalah:
A. lilkfo ukohmdewm mil
B. lilkfo udewm mil
C. dew ulilkfom mil
D. dew ual!sm mil
E. al!s ulilkfom mil
Jawaban: C
Pembahasan
Dari pola yang diberikan dapat diketahui:
- al!s = baru
- kohm = baju
- dew = peliharaan
- lilkfo = anak-anak
Kalimat yang menyatakan “menyukai sesuatu” memiliki pola u…m mil.
Dengan demikian, kalimat “peliharaan menyukai anak-anak” dapat ditulis sebagai dew ulilkfom mil.
Contoh Soal 2
Andi dan teman-temannya memiliki bahasa rahasia sebagai berikut:
- Baju saya basah → aiwa lizot sipi
- Celana saya tidak basah → aiwanan lizot gomito
- Baju kamu kering → atawa korem sipi
Kalimat yang mungkin untuk “topi kamu tidak kering” adalah:
A. atawanan korem abidal
B. atawanan korem gomito
C. atawanan lizot abidal
D. korem gomito
E. korem abidal
Jawaban: A
Pembahasan
Dari kalimat yang ada dapat disimpulkan beberapa arti kata:
- lizot = saya
- korem = kamu
- sipi = baju
- gomito = celana
- atawa = kering
Akhiran -nan menunjukkan bentuk negatif atau “tidak”.
Karena kata topi belum memiliki padanan dalam bahasa rahasia tersebut, maka digunakan kata baru yaitu abidal.
Dengan pola yang sama, kalimat “topi kamu tidak kering” ditulis sebagai atawanan korem abidal.
Soal bahasa panda UTBK merupakan jenis soal penalaran yang menggunakan bahasa buatan untuk menguji kemampuan analisis peserta. Meskipun terlihat membingungkan, soal ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan memahami pola yang terdapat dalam setiap kalimat.
Dengan strategi seperti menguraikan kata, mencari pola yang berulang, menggunakan eliminasi jawaban, serta menjaga fokus, peserta dapat meningkatkan peluang menjawab soal dengan benar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis