Minggu, 08 MARET 2026 • 14:59 WIB

Kenali 10 Jenis Soal Psikotes Seleksi Kerja dan Fungsinya, Calon Karyawan Wajib Tahu!

Author

Ilustrasi. Kenali 10 jenis soal psikotes yang paling sering muncul beserta trik jitu mengerjakannya agar lolos rekrutmen! (Freepik)

INDOZONE.ID - Bagi para pencari kerja, mendapat panggilan untuk mengikuti tahap seleksi psikotes adalah sebuah kabar gembira sekaligus momen yang menegangkan. Tahapan ini sering kali menjadi momok karena dianggap sebagai penentu utama apakah seorang kandidat layak bergabung dengan perusahaan atau tidak.

Secara garis besar, tes psikologi atau psikotes berbeda dengan tes IQ biasa. Tes IQ bertujuan untuk mengukur tingkat kecerdasan kognitif seseorang dan mengelompokkannya ke dalam tahap tertentu (seperti average, superior, hingga genius). Sementara itu, psikotes dalam dunia kerja digunakan oleh psikolog atau HRD untuk memberikan laporan komprehensif mengenai profil kandidat apakah kepribadian, ketahanan kerja, dan bakatnya sesuai dengan posisi yang dilamar.

Agar persiapan Anda semakin matang dan tidak kaget saat hari-H, penting untuk memahami berbagai jenis soal psikotes yang umum diujikan. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.

Fungsi Psikotes dalam Seleksi Kerja

Sebelum membahas jenis soalnya, Anda perlu memahami mengapa perusahaan repot-repot mengadakan tahapan ini. Penentu diterima atau tidaknya seorang calon karyawan biasanya didasarkan pada penilaian menyeluruh, mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman, wawancara, hingga hasil psikotes.

Fungsi utama psikotes bagi perusahaan antara lain:

  • Menelusuri bakat dan potensi terpendam kandidat.
  • Menentukan penempatan posisi yang paling tepat (right man on the right place).
  • Menilai kelayakan untuk promosi atau kenaikan jabatan di masa depan.
  • Mengenali kelebihan (kekuatan) dan kelemahan karakter karyawan.

Dengan kata lain, psikotes membantu perusahaan memprediksi apakah karier karyawan tersebut dapat berkembang jauh di lingkungan kerja yang ada.

10 Jenis Soal Psikotes yang Sering Diujikan

Terdapat berbagai macam instrumen tes yang digunakan oleh perusahaan. Berikut adalah 10 jenis soal psikotes yang paling populer:

1. Tes Logika Aritmatika

Tes ini terdiri atas deret angka. Tujuan utamanya adalah mengukur kemampuan analisis Anda dalam memahami pola-pola tertentu, untuk kemudian memprediksikan angka selanjutnya. Pola yang digunakan bisa berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, persentase, hingga pecahan.

Jangan hanya terpaku pada 2-3 angka pertama. Cobalah melihat pola secara melompat (misal: angka ke-1 berhubungan dengan angka ke-3, angka ke-2 dengan ke-4). Jika ada satu soal yang terlalu sulit, segera lewati agar waktu Anda tidak habis.

2. Tes Logika Penalaran

 Contoh soal tes logika penalaran

Jika aritmatika menggunakan angka, tes logika penalaran menggunakan deret gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Kemampuan spasial dan kejelian Anda dalam memahami pola perubahan gambar akan diukur secara ketat dalam tes ini.

Fokuslah pada satu elemen kecil terlebih dahulu, misalnya pergerakan titik hitam atau garis miring di dalam kotak. Perhatikan apakah polanya berputar searah jarum jam, berlawanan, atau merupakan pencerminan.

3. Analog Verbal Test

Tes analogi verbal umumnya terdiri dari sekitar 40 soal yang berisi padanan kata, sinonim, antonim, dan analogi. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, serta melihat sejauh mana Anda memahami hubungan sebab-akibat dari suatu permasalahan.

Untuk soal analogi kata, buatlah kalimat penghubung dari dua kata tersebut. Contoh: "HUTAN : POHON = ... : ...". Kalimat penghubungnya adalah "Hutan adalah tempat berkumpulnya banyak pohon". Terapkan kalimat yang sama pada pilihan ganda untuk mencari jawaban yang paling logis. Perbanyak juga membaca untuk memperkaya kosakata.

4. Kraepelin Test atau Pauli (Tes Koran)

Kraeplien Test atau Pauli, Tes Koran

Tes Kraepelin atau Pauli sangat ikonik dan sering disebut sebagai "tes koran". Anda akan dihadapkan pada selembar kertas besar berisi gugusan angka yang tersusun membujur dari atas ke bawah dalam bentuk lajur. Tugas Anda adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam batas waktu tertentu. Aspek yang dinilai meliputi konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan kerja, serta ketelitian dan kecepatan.

Jangan memaksakan diri untuk sangat cepat di awal namun kelelahan dan melambat drastis di akhir. Fokuslah pada irama dan konsistensi kecepatan. Grafik hasil yang stabil atau perlahan naik jauh lebih disukai oleh HRD daripada grafik yang sangat fluktuatif (naik-turun secara ekstrem).

5. Wartegg Test

Soal Wartegg Tess

Tes Wartegg menyajikan kertas berisi delapan kotak. Masing-masing kotak memiliki coretan dasar (titik, garis kurva, tiga garis sejajar, kotak kecil, dua garis menyilang, dll). Anda diminta untuk melanjutkan coretan tersebut menjadi sebuah gambar utuh. Setelah itu, Anda harus mengurutkan gambar yang dibuat dan memilih gambar yang paling disukai, tidak disukai, paling mudah, dan paling sulit. Tes ini mengukur emosi, intelektualitas, dan aktivitas subjek.

Jangan menggambar dengan urutan berurutan (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8) karena Anda akan dinilai kaku. Gambarlah secara acak (misal: 1, 3, 5, 2, 8). Selain itu, untuk kotak yang memiliki garis lengkung (seperti kotak 2 dan 7), gambarlah benda hidup (hewan/tumbuhan). Untuk garis kaku/lurus, gambarlah benda mati (gedung/lemari).

6. Draw A Man Test (DAM)

Sesuai namanya, Anda akan diminta untuk menggambar sesosok manusia secara utuh. Setelah menggambar, Anda harus mendeskripsikan usia, jenis kelamin, dan aktivitas apa yang sedang dilakukan oleh orang dalam gambar tersebut. Tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan emosi, dan ketahanan kerja.

Gambarlah orang yang sedang melakukan sebuah aktivitas yang jelas (misalnya seorang guru yang sedang memegang buku, atau arsitek yang memegang penggaris), bukan hanya berdiri tegak. Pastikan proporsi tubuhnya logis dan detail (memiliki telinga, jari yang lengkap, hingga sepatu).

7. Army Alpha Intelligence Test

Tes ini terdiri dari 12 soal yang berisi kombinasi deret angka dan deret bentuk. Uniknya, instruksi akan dibacakan langsung oleh penguji dan Anda harus meresponsnya dengan cepat di kertas jawaban. Tes ini bertujuan mengukur daya tangkap serta kemampuan Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan presisi.

Konsentrasi penuh adalah kunci utama. Penguji biasanya hanya membacakan instruksi satu kali dan melarang Anda mulai mencoret sebelum aba-aba diberikan. Dengarkan baik-baik instruksinya dan jangan terdistraksi oleh peserta lain.

8. Menggambar Pohon (Baum Tree Test)

Anda akan diberi instruksi untuk menggambar sebuah pohon berkayu atau berkambium (dikotil), lengkap dengan cabang dan buah. Anda dilarang menggambar pohon pisang, bambu, semak belukar, rumput, atau tanaman monokotil lainnya. Kelengkapan dan detail coretan pohon ini bertujuan untuk menilai karakter, kedewasaan, serta kematangan pikiran Anda.

Gambarlah pohon yang kokoh dan produktif, seperti pohon mangga atau nangka. Pastikan Anda menggambar elemen yang lengkap: akar, batang utama, dahan, ranting, hingga dedaunan dan buah. Letakkan gambar tepat di tengah kertas untuk menunjukkan keseimbangan kepribadian.

9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes EPPS tidak memiliki jawaban benar atau salah. Anda akan dihadapkan pada serangkaian pasangan pernyataan dan diminta memilih salah satu yang paling mencerminkan kepribadian Anda. Psikolog menggunakan tes ini untuk memetakan motivasi, kebutuhan dasar, dan dorongan motif dalam diri seseorang.

Tes ini memiliki sistem detektor kebohongan bawaan (soal yang sama akan diulang di nomor lain dengan pasangan yang berbeda). Oleh karena itu, jawablah dengan jujur dan konsisten. Pilihlah jawaban yang paling relevan dengan etos kerja yang positif, meskipun terkadang kedua pilihan terkesan sama-sama buruk atau baik.

10. Reading Comprehension Test

Tes pemahaman bacaan ini biasanya berupa teks lima hingga enam paragraf yang berisi 500-600 kata. Anda akan diuji mengenai pemahaman mendalam terhadap teks tersebut. Terkadang teks dibiarkan tanpa judul, dan Anda harus menyimpulkan judul yang tepat. Tujuannya murni untuk melihat kemampuan analisis bacaan, bukan menguji wawasan keilmuan spesifik dari isi makalah.

Baca soalnya terlebih dahulu sebelum membaca keseluruhan teks. Dengan mengetahui apa yang ditanyakan (apakah itu ide pokok, sinonim kata tertentu, atau fakta spesifik), Anda bisa menggunakan teknik skimming (membaca cepat) dan scanning (mencari kata kunci) untuk menghemat waktu.

Menghadapi seleksi kerja memang membutuhkan persiapan mental, fisik, dan strategi yang prima. Dengan mengenali berbagai jenis soal psikotes dan menerapkan trik di atas, Anda setidaknya telah mengantongi peta medan ujian yang akan dihadapi. Ingatlah bahwa dalam tes kepribadian tidak ada jawaban yang mutlak benar atau salah secara universal; semuanya kembali pada kejujuran dan kecocokan karakter Anda dengan budaya perusahaan.

Kerjakan dengan tenang, jaga konsentrasi penuh, dan pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup di malam sebelum tes. Semoga informasi ini bermanfaat untuk perjalanan karier Anda. Persiapkan diri sebaik mungkin dan semoga sukses melangkah ke tahap rekrutmen selanjutnya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU