INDOZONE.ID - Belakangan ini banyak netizen mengeluhkan sulitnya mendapatkan ojek online (ojol), terutama saat bulan Ramadan.
Situasi ini tentu cukup merepotkan, apalagi bagi pekerja yang mengandalkan ojol sebagai transportasi utama untuk pulang atau memesan makanan menjelang waktu berbuka. Tak jarang, mereka harus menunggu lebih lama hingga waktu berbuka pun ikut tertunda.
Namun di balik fenomena yang disebut sebagai “krisis ojol” tersebut, ternyata ada beberapa alasan yang juga dialami oleh para pengemudi.
Berikut beberapa penyebab ojol makin sulit dicari.
Jam Pulang Kerja Jadi Waktu Paling “Rebutan” Ojol
Menjelang waktu berbuka puasa, permintaan ojek online di Jakarta biasanya melonjak cukup tajam.
Data mobilitas masyarakat dari BPS, menunjukkan bahwa pesanan ojol bisa meningkat sekitar 30-50 persen pada pukul 16.00 hingga 18.00 WIB selama Ramadan.
Pada jam tersebut, banyak orang melakukan pulang kerja, memesan makanan berbuka, atau bepergian secara bersamaan.
Ketika permintaan meningkat dalam waktu yang sama sementara jumlah driver tidak bertambah, proses pencarian driver di aplikasi pun jadi lebih lama.
Risiko Rating Buruk Membuat Driver Lebih Hati-Hati
Bagi driver ojol, rating dari pelanggan sangatlah penting karena mempengaruhi peluang mendapatkan bonus dan prioritas order.
Saat jam sibuk Ramadan, risiko mendapatkan rating buruk menjadi lebih tinggi karena kondisi jalan yang macet. Padahal keterlambatan sering kali bukan sepenuhnya kesalahan driver.
Baca juga: Viral di TikTok, Dua Ojol Saling Berpegangan Hadapi Hujan Badai di Surabaya
Oleh karena itu, banyak driver yang memilih menghindari area dengan potensi komplain tinggi agar performa rating mereka tetap aman.
Banyak Driver Mematikan Aplikasi saat Menjelang Buka
Menjelang azan Maghrib, tidak sedikit driver yang memilih mematikan aplikasi sementara waktu.
Survei independen dari komunitas driver online Indonesia menyebutkan sekitar 60-70 persen driver biasanya off-bid sekitar 30 menit sebelum waktu berbuka.
Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari tempat makan, beristirahat, atau menunaikan salat. Akibatnya, jumlah driver aktif di aplikasi pun berkurang pada waktu yang justru sedang ramai pesanan.
Driver Jadi Lebih Selektif Menerima Order
Kemacetan Jakarta saat sore hari di bulan Ramadan juga menjadi alasan lain mengapa driver lebih selektif menerima pesanan.
Baca juga: Kisah Menyentuh Driver Ojol Perempuan Bagi Waktu Antara Kuliah dan Ngojek demi Bisa Bayar SPP
Kecepatan kendaraan di beberapa ruas jalan bahkan bisa turun hingga di bawah 10 km per jam.
Kondisi ini membuat perjalanan menjadi lebih lama dan bensin lebih boros, sementara tarif yang diterima belum tentu sebanding.
Tekanan dari pelanggan yang ingin pesanan cepat sampai juga bisa memicu stres, sehingga sebagian driver memilih menonaktifkan aplikasi sementara waktu.
Fenomena sulitnya mendapatkan ojol saat Ramadan ternyata bukan sekadar kebetulan, melainkan dipengaruhi banyak faktor yang terjadi secara bersamaan. Jadi harap bersabar ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/Jakartaterkini