Kamis, 12 MARET 2026 • 13:15 WIB

Hukum Mandi Sebelum Salat Idul Fitri, Wajib atau Sunnah?

Author

Ribuan umat Islam pengikut Thariqat Syattariyah melaksanakan ibadah salat Idul Fitri yang dipusatkan di Kompleks Masjid Peuleukung, Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Kamis (20/4/2023) pagi. (ANTARA/Teuku Dedi

INDOZONE.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak umat Islam yang bertanya apakah mandi sebelum melaksanakan salat Ied termasuk kewajiban atau hanya sekadar anjuran. Dalam ajaran Islam, mandi sebelum salat Idul Fitri bukanlah kewajiban, melainkan amalan sunnah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri saat menyambut hari kemenangan.

Tradisi ini berakar dari kebiasaan Muhammad yang selalu menjaga kebersihan dan penampilan saat hari-hari besar dalam Islam. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa mandi sebelum melaksanakan salat hari raya, baik pada Idul Fitri maupun Idul Adha. Bahkan, mandi juga dianjurkan pada hari-hari istimewa lainnya seperti saat Hari Arafah.

Hukum Mandi Sebelum Salat Idul Fitri

Para ulama sepakat bahwa mandi sebelum salat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Hal ini dijelaskan dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa mandi pada hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Meski tidak bersifat wajib, amalan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena melambangkan kebersihan dan kesiapan diri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Baca juga: Bacaan Niat Mandi Sebelum Idul Fitri dan Tata Cara yang Benar

Melalui mandi sunnah sebelum salat Id, umat Islam tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik, tetapi juga mengekspresikan rasa syukur serta kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan. Selain itu, mandi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hari raya dengan tampil rapi, bersih, dan segar saat berkumpul bersama keluarga maupun masyarakat.

Waktu Pelaksanaan Mandi Sunnah Idul Fitri

Waktu mandi sunnah Idul Fitri dimulai sejak pertengahan malam hingga sebelum berangkat melaksanakan salat Id. Namun, waktu yang paling utama adalah setelah terbit fajar hingga sebelum melaksanakan salat Subuh atau sebelum berangkat ke tempat salat Id.

Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri

Ilustrasi Mandi Wajib dan Mandi Taubat. (Eliani Kusnedi)

Berikut tata cara mandi sunnah Idul Fitri yang dapat dilakukan:

1. Membaca Niat

Sebelum mandi, dianjurkan membaca niat dalam hati atau melafalkannya:

Nawaitu ghusla ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku niat mandi sunnah Idul Fitri karena Allah Ta’ala.”

2. Membasuh Kedua Tangan

Basuh kedua tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai mandi.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Kotor

Disunnahkan membersihkan bagian tubuh yang sering terkena kotoran, seperti kemaluan dan ketiak.

4. Berwudhu

Lakukan wudhu seperti ketika hendak melaksanakan salat, termasuk berkumur dan menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq).

5. Menyiram Seluruh Tubuh

Mulai dengan menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air meresap ke kulit kepala dan rambut. Setelah itu, siram tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali, kemudian bagian kiri tiga kali. Pastikan seluruh tubuh terkena air, termasuk sela-sela jari tangan dan kaki serta lipatan kulit.

6. Menggunakan Wewangian (Opsional)

Setelah mandi, disunnahkan memakai pakaian bersih dan menggunakan wewangian, khususnya bagi laki-laki, sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.

Baca juga: Pentingnya Doa Mandi Sebelum Puasa Ramadhan, Ini Penjelasannya

Makna Mandi Sunnah di Hari Raya

Mandi sunnah Idul Fitri bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol kesiapan menyambut hari kemenangan dengan kesucian lahir dan batin. Amalan ini mencerminkan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah di bulan Ramadan.

Dengan menjaga kebersihan dan penampilan saat merayakan Idul Fitri, umat Islam dapat menjalani hari raya dengan penuh kebahagiaan, kedamaian, serta semangat kebersamaan. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat keimanan setelah menjalani ibadah selama bulan suci. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nu.or.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU