INDOZONE.ID - Istilah lansia pasti udah sering kamu dengar. Tapi, sebenarnya mulai umur berapa sih seseorang bisa dibilang lansia? Apakah cuma soal angka usia, atau ada faktor lain juga?
Lansia Itu Mulai Umur Berapa?
Lansia adalah singkatan dari lanjut usia, yaitu sebutan untuk orang yang sudah masuk fase usia tua.
Di Indonesia, patokannya tertera dalam Undang-Undang Tahun 1998, seseorang mulai dikategorikan sebagai lansia saat sudah berusia 60 tahun ke atas.
Baca juga: Pura-pura Jadi Pelanggan untuk Kejutkan Ibu, Momen Anak Laki-laki Pulang dari Australia Berubah Haru
Menariknya, batas usia ini juga sejalan dengan standar internasional, jadi nggak hanya berlaku di Indonesia aja.
Klasifikasi Lansia Berdasarkan Usia
Nggak semua lansia itu sama. Ada beberapa tahapan yang dibagi berdasarkan kondisi usia, fisik, dan tingkat kemandirian.
1. Pra-Lanjut Usia (Pra-Lu)
Usia 60–69 tahun. Di fase ini, biasanya orang masih cukup aktif, bahkan masih banyak yang produktif dan mandiri.
2. Lanjut Usia (LU)
Usia 70–79 tahun. Mulai ada penurunan kondisi fisik, tapi masih bisa beraktivitas dengan penyesuaian tertentu.
3. Lanjut Usia Akhir (LUA)
Usia 80 tahun ke atas. Di tahap ini, umumnya seseorang mulai lebih bergantung pada bantuan orang lain, baik dari sisi kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.
Faktor Pengaruh
Meskipun batasnya 60 tahun, sebenarnya kondisi lansia nggak hanya ditentukan dari angka usia saja.
Ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh, seperti:
- Kondisi fisik (sehat atau punya penyakit tertentu)
- Kesehatan mental
- Kemandirian dalam aktivitas sehari-hari
- Lingkungan sosial dan dukungan keluarga
Makanya, ada orang usia 60-an yang masih super aktif, tapi ada juga yang sudah butuh banyak bantuan.
Baca juga: Sering Ngantuk dan Lemas Seharian? 12 Penyebab Ini Ternyata yang Selalu Menguras Energimu
Secara umum, seseorang disebut lansia mulai usia 60 tahun ke atas. Tapi, tiap orang bisa punya kondisi yang berbeda tergantung kesehatan dan gaya hidupnya.
Dengan memahami tahapan lansia, kita jadi bisa lebih peduli untuk menjaga kesehatan sejak dini, sekaligus lebih paham cara mendampingi orang tua di setiap fase usianya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hello Sehat