Selasa, 24 MARET 2026 • 17:15 WIB

Angka Penting: Pengertian, Aturan Penulisan, dan Contoh Soal Pembulatan

Author

Angka Penting: Pengertian, Aturan Penulisan, dan Contoh Soal Pembulatan (freepik)

INDOZONE.ID - Dalam pelajaran matematika dan sains, kita sering menemukan angka dari hasil pengukuran, seperti panjang, massa, atau waktu.

Angka-angka ini tidak ditulis sembarangan, karena menunjukkan tingkat ketelitian tertentu.

Setiap hasil pengukuran memiliki batas ketelitian, sehingga tidak semua angka memiliki makna yang sama. Oleh karena itu, digunakan konsep angka penting untuk menunjukkan angka mana yang benar-benar memiliki nilai.

Dengan memahami angka penting, hasil pengukuran bisa ditulis dan dihitung dengan lebih tepat. Artikel ini akan membahas pengertian, aturan penulisan, serta contoh pembulatannya.

Pengertian Angka Penting

Angka penting adalah angka-angka dalam suatu bilangan yang menunjukkan tingkat ketelitian pengukuran.

Angka ini sangat penting dalam ilmu sains, dan matematika karena membantu menyampaikan seberapa akurat suatu data.

Misalnya, jika hasil pengukuran panjang meja adalah 12,3 cm, angka 1, 2, dan 3 semuanya termasuk angka penting.

Angka penting tidak hanya menunjukkan nilai, tapi juga kepercayaan terhadap ketelitian alat ukur yang digunakan.

Jumlah angka penting menunjukkan, tingkat ketelitian alat ukur. Semakin banyak angka penting, semakin teliti hasil pengukuran.

Hal ini penting, agar data yang diperoleh dapat dipercaya dan digunakan secara akurat dalam perhitungan. 

Baca juga: Rumus Pythagoras: Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Latihan

Aturan Penulisan Angka Penting

Menulis angka penting memiliki aturan tersendiri, agar hasil pengukuran dapat dipahami dengan jelas. Berikut aturan dasarnya:

1. Semua Angka Bukan Nol

Semua angka yang bukan nol adalah angka penting.

  • Contoh: 245,67 memiliki 5 angka penting

2. Angka Nol di Antara Angka Bukan Nol

Angka nol yang terletak di antara angka-angka bukan nol termasuk angka penting.

  • Contoh: 100,05 memiliki 5 angka penting
  • Contoh: 2.003 memiliki 4 angka penting

3. Angka Nol di Depan Angka Bukan Nol

Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol pertama (baik di sebelah kiri atau kanan tanda desimal), bukan merupakan angka penting.

Angka-angka ini hanya berfungsi sebagai penentu letak desimal.

  • Contoh: 0,0025 memiliki 2 angka penting (2 dan 5)
  • Contoh: 0,5 memiliki 1 angka penting

4. Nol di Depan Desimal

Nol yang terletak di depan angka bukan nol pada bilangan desimal kecil (<1) bukan angka penting. Nol ini hanya berfungsi sebagai penanda posisi desimal.

  • Contoh: 0,012 → 2 angka penting (1 dan 2)

5. Nol di Belakang Tanpa Koma

Angka nol yang berada di belakang angka bukan nol tanpa tanda desimal, biasanya bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (misal garis atas/garis bawah) atau menggunakan notasi ilmiah.

  • Contoh: 1500 → 2 angka penting (1 dan 5)
  • Contoh dengan tanda khusus: 1 500̲ → 3 angka penting (1, 5, 0)

6. Nol di Belakang Koma

Nol yang terletak di belakang angka bukan nol dan di belakang koma desimal adalah angka penting. Nol ini menunjukkan ketelitian pengukuran.

  • Contoh: 2,300 → 4 angka penting (2, 3, 0, 0)
  • Contoh: 0,00450 → 3 angka penting (4, 5, 0

Contoh Soal Pembulatan Angka Penting

Pembulatan angka penting dilakukan, untuk menyederhanakan angka tanpa mengurangi ketelitian. Berikut ini contohnya:

1. Tentukan jumlah angka penting pada bilangan 0,005080 km!

Jawaban: 4 Angka Penting

Pembahasan:

  • Tiga nol di depan (0,00…) tidak dihitung, hanya penanda desimal.
  • Angka 5, 0 (di tengah), 8, dan 0 (di akhir desimal) adalah angka penting.

2. Sebuah meja memiliki panjang 1,50 m x lebar 1,2 m. Berapakah luas meja tersebut?

Jawaban: 1,8 m²

Pembahasan:

  • Secara matematis: 1,50 × 1,2 = 1,80

Karena 1,2 hanya memiliki 2 angka penting, maka hasil harus dibulatkan menjadi 2 angka penting saja. Angka 0 di belakang dibuang.

3. Tentukan jumlah angka penting pada bilangan 1020!

Jawaban: 3 Angka Penting

Pembahasan:

  • Angka 1, 0, dan 2 dihitung sebagai angka penting.
  • Angka 0 di akhir tidak dihitung karena tidak ada koma desimal.

4. Bulatkan 23,678 menjadi 3 angka penting!

Jawaban: 23,7

Pembahasan:

  • Ambil 3 angka pertama: 2, 3, 6
  • Lihat angka ke-4 (7), ≥5 → angka ke-3 dibulatkan naik
  • Hasil pembulatan: 23,7

Baca juga: Istilah Operasi Matematika dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Simbolnya

Itulah penjelasan tentang angka penting, mulai dari pengertian, aturan penulisan, hingga contoh pembulatannya.

Dengan memahami hal ini, hasil pengukuran bisa ditulis dengan lebih tepat dan tidak berlebihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ruang Guru

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU