INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa sudah cukup mahir berbahasa Inggris, namun bingung saat diminta membuktikannya secara legal untuk keperluan beasiswa atau melamar kerja? Di tengah arus globalisasi, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan primer.
Salah satu tolok ukur paling diakui di dunia untuk menguji kecakapan ini adalah TOEFL. Namun, sebenarnya tes TOEFL adalah instrumen seperti apa, dan mengapa biaya serta jenisnya bisa sangat bervariasi? Artikel ini akan mengupas tuntas struktur, biaya, hingga strategi memilih tes yang tepat untuk masa depan Anda.
Mengenal Apa Itu Tes TOEFL dan Fungsinya
Secara terminologi, tes TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Ini merupakan ujian standarisasi internasional yang dirancang oleh ETS (Educational Testing Service) dari Amerika Serikat untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
Fungsi utama TOEFL tidak hanya terbatas pada dunia akademik seperti syarat masuk universitas di luar negeri, tetapi juga meluas sebagai syarat kelulusan mahasiswa di Indonesia (skripsi), rekrutmen CPNS, BUMN, hingga promosi jabatan di perusahaan multinasional. Menurut Bruce Rogers dalam buku The Complete Guide to the TOEFL Test, ujian ini sangat efektif karena mengukur kemampuan integratif seseorang dalam memahami teks, percakapan, dan penggunaan tata bahasa dalam konteks akademik yang kompleks.
Baca juga: 8 Parts of Speech dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Macam, dan Contohnya
Jenis-Jenis Tes TOEFL: Pilih ITP, iBT, atau PBT?
Memilih jenis tes yang salah bisa berakibat fatal pada anggaran dan waktu Anda. Secara umum, ada dua jenis yang paling sering digunakan saat ini:
- TOEFL iBT (Internet-Based Test): Tes ini dilakukan secara daring di pusat tes resmi. iBT menguji empat keterampilan: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Ini adalah "kasta tertinggi" TOEFL yang diterima oleh universitas di Amerika, Inggris, dan Australia.
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program): ITP biasanya dilakukan di atas kertas (paper-based) dan hanya menguji Listening, Structure and Written Expression, serta Reading. Sertifikat ini biasanya hanya berlaku untuk kebutuhan domestik (dalam negeri) atau program beasiswa tertentu seperti Fulbright.
- TOEFL PBT (Paper-Based Test): Versi lama yang kini hampir sepenuhnya digantikan oleh iBT di sebagian besar negara.
Penting: Pastikan Anda membedakan antara Official Test dan Prediction Test. Prediction test biasanya jauh lebih murah, namun sertifikatnya tidak memiliki nomor validasi resmi dari ETS dan sering kali ditolak untuk keperluan formal.
Struktur Soal: Apa Saja yang Diujikan?
Secara teknis, durasi dan jumlah soal bergantung pada jenis tes yang diambil. Berikut adalah gambaran umum struktur soal pada format ITP yang paling populer di Indonesia:
- Listening Comprehension (50 Soal): Menguji kemampuan memahami percakapan pendek dan panjang dalam bahasa Inggris Amerika.
- Structure and Written Expression (40 Soal): Menguji kemampuan tata bahasa (grammar) dan mengenali kesalahan dalam struktur kalimat formal.
- Reading Comprehension (50 Soal): Menguji pemahaman teks akademik yang panjang.
Total durasi tes ITP memakan waktu sekitar 2 jam, sedangkan untuk iBT bisa memakan waktu hingga 3–4 jam karena adanya sesi Speaking dan Writing.
Berapa Biaya Tes TOEFL Terbaru?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah harga tes TOEFL. Biaya ini sangat fluktuatif karena mengikuti kurs Dollar AS terhadap Rupiah dan kebijakan lembaga penyelenggara.
- TOEFL ITP: Berkisar antara Rp550.000 hingga Rp650.000.
- TOEFL iBT: Ditetapkan secara global oleh ETS, yakni sekitar USD 210 (atau sekitar Rp3.300.000 – Rp3.500.000 tergantung kurs saat mendaftar).
Investasi ini cukup besar, sehingga persiapan yang matang sebelum hari ujian sangat disarankan agar tidak perlu melakukan tes ulang (retake).
Standar Skor: Tes TOEFL Harus Nilai Berapa agar Lolos?
Setiap institusi memiliki standar yang berbeda. Secara umum:
Syarat Kelulusan S1/S2 Dalam Negeri: Biasanya memerlukan skor ITP antara 450 – 500.
Beasiswa Luar Negeri atau CPNS: Umumnya meminta skor ITP di atas 550 atau iBT minimal 80 – 90.
Universitas Ivy League: Biasanya mematok skor iBT di atas 100.
Lokasi dan Cara Mendaftar Tes TOEFL Resmi
Bagi Anda yang bertanya tes TOEFL di mana, Anda harus mencari lembaga yang terafiliasi resmi dengan IIEF (Indonesian International Education Foundation) untuk ITP atau melalui situs resmi ETS untuk iBT. Beberapa lokasi populer di Indonesia antara lain di Balai Bahasa Universitas (UI, ITB, UGM), atau lembaga kursus ternama seperti EF, LIA, dan TBI.
Baca juga: Irregular Verb dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Aturan, dan Contoh yang Perlu Dipahami
FAQ (Frequently Asked Questions)
Berapa lama masa berlaku sertifikat TOEFL?
Masa berlaku sertifikat TOEFL (baik ITP maupun iBT) adalah 2 tahun sejak tanggal tes.
Apakah boleh mengambil tes TOEFL tanpa kursus?
Boleh, namun disarankan untuk melakukan self-study melalui buku panduan atau mengikuti simulasi agar terbiasa dengan batasan waktu yang ketat.
Apa perbedaan utama TOEFL dan IELTS?
TOEFL umumnya menggunakan aksen Amerika dan lebih berorientasi pada soal pilihan ganda (ITP), sedangkan IELTS menggunakan aksen Britania (Inggris) dan memerlukan jawaban tulis tangan untuk sebagian besar sesinya.
Memahami bahwa tes TOEFL adalah gerbang untuk membuka peluang global merupakan langkah awal yang krusial. Dengan mengenali perbedaan jenis tes, membedah struktur soal, hingga menyiapkan anggaran untuk harga tes TOEFL yang tepat, Anda telah meminimalisir risiko kegagalan teknis. Persiapkan diri Anda tidak hanya untuk mengejar angka, tetapi untuk benar-benar menguasai bahasa yang menghubungkan dunia.
Pada akhirnya, selembar sertifikat hanyalah bukti, namun kompetensi adalah kunci yang sebenarnya. Bahasa adalah peta jalan bagi kebudayaan; ia memberitahu Anda dari mana Anda berasal dan ke mana Anda akan pergi. Jadi, sudahkah Anda siap menentukan arah perjalanan Anda?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: