Rabu, 25 MARET 2026 • 11:39 WIB

Jumat Agung dan Paskah, Apa Sih Bedanya? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi perayaan Paskah (freepik/jcomp)

INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, libur panjang di akhir pekan suci sering kali dianggap sebagai satu paket perayaan yang sama. 

Padahal, bagi umat Kristiani, Jumat Agung dan Paskah adalah dua peristiwa yang secara emosional dan makna teologisnya bertolak belakang, meski saling berkaitan erat.

Tanpa Jumat Agung, tidak ada Paskah. Dan tanpa Paskah, Jumat Agung hanya akan menjadi tragedi biasa. Yuk, kita bedah perbedaannya biar makin paham!

1. Jumat Agung: Sebuah Hari Penuh Kedukaan dan Pengorbanan

Sesuai namanya, Jumat Agung memperingati hari di mana Yesus Kristus disalibkan di Bukit Golgota. Kalau kamu bertanya, "Jumat Agung itu artinya apa?", jawabannya adalah pengorbanan.

Baca juga: Bukan Sekadar Warna Cangkang, 5 Rahasia Telur Berkualitas Ternyata Ada pada Kode Kecil Ini!

Di hari ini, fokus umat adalah pada penderitaan (Sengsara) Yesus. Itulah sebabnya suasana ibadahnya biasanya lebih hening, redup, dan reflektif. Tidak ada lonceng yang berdentang atau lagu-lagu ceria.

2. Paskah: Perayaan Kemenangan Atas Maut

Nah, kalau Paskah adalah "plot twist" terbesar dalam sejarah iman Kristiani. Paskah merayakan kebangkitan Yesus dari kubur pada hari ketiga setelah kematian-Nya.

Jika Jumat Agung adalah tentang kematian, maka Paskah adalah tentang kehidupan baru. 

Inilah alasan mengapa Paskah dianggap sebagai hari raya paling penting (bahkan lebih besar dari Natal), karena membuktikan kemenangan iman atas maut.

Baca juga: Panduan Lengkap Tes TOEFL: Apa Saja yang Diujikan dan Berapa Biayanya?

3. Mengapa Hari Kematian Disebut "Jumat Agung" (Good Friday)?

Mungkin kamu heran, kok hari kematian malah disebut "Agung" atau dalam bahasa Inggris disebut "Good"?

Secara historis, kata "Good" di sini bermakna "Suci" atau "Sakti". Secara teologis, kematian Yesus dianggap "Agung" karena melalui peristiwa itulah umat manusia ditebus dari dosa. 

Tanpa pengorbanan di hari Jumat tersebut, janji keselamatan tidak akan pernah digenapi. Jadi, "Agung" merujuk pada hasil akhir dari pengorbanan-Nya bagi kemanusiaan.

Baca juga: Kenapa Banyak Pria Terlihat Pasif dalam Hubungan? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas

Jadi, meski atmosfernya berbeda jauh yang satu penuh duka dan yang satu penuh tawa, namun keduanya adalah satu rangkaian cerita yang tidak terpisahkan. 

Kematian di hari Jumat adalah harga yang harus dibayar, sementara kebangkitan di hari Minggu adalah bukti kemenangannya. 

Tanpa kegelapan di bukit Golgota, cahaya terang dari kubur yang kosong tak akan pernah ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indianshelf.in, Chaseoaks.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU