INDOZONE.ID - Pernahkah Anda merasa gelisah memikirkan tujuan hidup? Ternyata, perasaan itu bukan sekadar renungan filosofis, melainkan bagian dari naluri dasar manusia.
Seorang filsuf dan penulis buku The Mattering Instinct, Rebecca Newberger Goldstein, punya penjelasan menarik tentang hal ini.
Goldstein mengawali teorinya dengan hukum fisika tentang entropi, yang menyatakan bahwa segala sesuatu cenderung menuju kekacauan dan kehancuran.
Makhluk hidup harus mengerahkan energi besar untuk melawan entropi dan bertahan hidup.
Baca juga: Pola Pikir di Balik Obsesi Masyarakat Tiongkok terhadap Uang, Bukan Sekadar Kekayaan
Namun, manusia punya kemampuan unik untuk merenungkan diri. Kita sadar bahwa sebagian besar perhatian kita tercurah untuk kepentingan diri sendiri.
Kesadaran inilah yang kemudian memunculkan dorongan untuk membenarkan keberadaan kita, yang disebut sebagai mattering instinct atau naluri untuk merasa berarti.
Empat Cara Mencari Rasa Berarti
Menurut Goldstein, naluri ini mendorong setiap orang mencari "proyek berarti" yang membuat hidup terasa penuh tujuan. Ada empat pendekatan utama yang biasa dilakukan manusia.
Pertama, ada tipe transcenders, yaitu mereka yang mencari makna dengan terhubung pada kehadiran transenden, seperti Tuhan. Mereka merasa berarti dengan mengabdi pada sesuatu yang lebih besar dari dirinya.
Baca juga: Paskah 2026: Jadwal Lengkap Pekan Suci, Makna Kebangkitan, dan Tradisi Unik di Indonesia
Kedua, tipe legacy leavers. Kelompok ini berusaha meninggalkan warisan abadi, baik melalui karya, keturunan, atau pengaruh yang bertahan lama. Mereka ingin dikenal dan diingat.
Ketiga, tipe tribalists. Mereka merasa berarti dengan menjadi bagian dari komunitas, bangsa, atau kelompok tertentu. Identitas kolektif menjadi sumber kebanggaan dan tujuan hidup.
Keempat, tipe relationalists. Golongan ini menemukan makna melalui ikatan personal dengan orang-orang terdekat. Hubungan yang dalam dengan keluarga, sahabat, atau pasangan adalah segalanya.
Manakah yang Paling Tepat untuk Anda?
Menariknya, tidak ada satu pendekatan yang mutlak lebih baik dari yang lain. Setiap orang bisa memiliki kombinasi dari keempat tipe tersebut.
Baca juga: Apa Itu Focus Group Discussion (FGD)? Pengertian, Tujuan, dan Tahapannya
Yang penting adalah menemukan "proyek berarti" yang paling autentik dengan diri Anda.
Pemahaman ini membantu kita melihat bahwa kegelisahan mencari makna hidup adalah hal yang wajar.
Alih-alih terjebak dalam tekanan harus menemukan tujuan besar, kita bisa mulai dengan mengenali naluri dasar ini dan memilih jalan yang paling sesuai.
Pada akhirnya, makna hidup tidak selalu harus berupa pencapaian monumental.
Baca juga: Rumus Keliling Persegi Panjang serta Contoh Soal dan Pembahasannya
Bisa jadi, makna itu tumbuh dari komitmen kecil yang konsisten, hubungan yang dijaga dengan tulus, atau kontribusi yang Anda berikan pada lingkungan terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vox.com