Minggu, 12 APRIL 2026 • 16:20 WIB

Punya Rekan Kerja Nyebelin? Coba 6 Cara Stoik Ini Biar Gak Emosi!

Author

ilustrasi stres karena reka. kerja nyebelin (freepik)

INDOZONE.ID - Punya rekan kerja yang bikin emosi memang rasanya hampir semua orang pernah ngalamin. 

Mulai dari yang suka menyela, cuek, sampai yang sulit diajak kerja sama, semuanya bisa menguras energi kalau terus dipikirin.

Tapi daripada capek sendiri, ada cara yang lebih tenang dan masuk akal untuk menghadapinya.

Nah lewat pendekatan stoik ini, kamu bisa belajar mengatur respons, bukan dikendalikan situasi, berikut caranya.

1. Bedakan Apa yang Bisa Kamu Kendalikan dan Tidak

Dalam filosofi Stoik, ada konsep penting bernama dichotomy of control yaitu membedakan mana yang bisa kita kendalikan dan mana yang tidak.

Sikap rekan kerja yang menyebalkan jelas di luar kendalimu, tapi responsmu sepenuhnya ada di tanganmu.

Daripada terus berharap dia berubah, lebih baik alihkan fokus ke hal yang bisa kamu atur.

Misalnya, saat dia kembali mengabaikan emailmu atau menyela saat meeting, berhenti sejenak dan tanyakan “Apa ini bisa aku kontrol?” Kalau tidak, lepaskan.

Energi yang kamu simpan bisa dialihkan ke hal yang lebih produktif dan berdampak nyata.

2. Anggap Sebagai Latihan Mental, Bukan Sekadar Gangguan

Mungkin terdengar klise, tapi dalam Stoik, orang-orang yang sedang mengalami kesulitan justru dianggap sebagai “latihan” untuk melatih ketahanan diri.

Setiap kali kamu berhasil tidak terpancing, sebenarnya kamu sedang mengasah kontrol emosi yang tidak semua orang punya.

Baca juga: 5 Tanda Pasanganmu Selingkuh dengan Rekan Kerja, Waspada!

Coba ubah sudut pandangmu. Alih-alih kesal dengan pola yang sama, lihat situasi ini sebagai tantangan harian.

Bukan berarti kamu harus menyukai orangnya, tapi kamu tidak lagi memberi mereka kuasa atas suasana hatimu

3. Jangan Membalas Sikap Buruk dengan Cara yang Sama

Membalas sikap menyebalkan dengan hal yang sama mungkin terasa memuaskan sesaat, tapi hal ini tanpa disadari justru memperburuk situasi. 

Dalam Stoik, kamu diajak untuk tetap berpegang pada nilai diri sendiri, bukan mengikuti perilaku orang lain. 

Tetaplah bersikap profesional, bahkan saat orang lain tidak baik-baik saja. Kamu bisa tetap tenang, meski situasi memancing emosi.

Ini bukan soal kalah atau menang, tapi soal menjaga standar dirimu sendiri di tempat kerja.

4. Turunkan Ekspektasi agar Tidak Mudah Kecewa

Sering kali, rasa kesal muncul karena kita berharap orang lain akan berubah. Padahal, tidak semua orang punya kesadaran atau cara berpikir yang sama dengan kita.

Dengan menurunkan ekspektasi, kamu bukan berarti pasrah. Kamu tetap bisa menetapkan batasan, tapi tanpa rasa kecewa berulang.

Dengan begitu kamu jadi lebih siap menghadapi kenyataan, bukan terjebak pada harapan yang tidak realistis.

5. Pilih Respons yang Bijak, Bukan Reaksi Sesaat

Dalam situasi yang memancing emosi, reaksi cepat sering kali berujung penyesalan. Stoik mengajarkan pentingnya jeda atau memberi ruang pada diri sendiri sebelum merespons.

Baca juga: 6 Topik Obrolan Menarik saat Nongkrong Bareng Rekan Kerja, Dijamin Makin Seru!

Sebelum membalas chat atau email dengan emosi, tanyakan: “Apakah ini akan aku sesali nanti?” Jeda kecil ini bisa jadi pembeda antara keputusan impulsif dan sikap yang lebih matang.

Dalam jangka panjang, orang yang konsisten tenang justru lebih dihargai di lingkungan kerja.

6. Tetapkan Batasan yang Sehat Tanpa Harus Drama 

Bersikap Stoik bukan berarti kamu harus terus “mengalah” atau diam saja.

Justru penting untuk tetap punya batasan yang jelas, misalnya, kamu bisa mulai membatasi komunikasi yang tidak perlu, atau menyampaikan keberatan secara tegas tapi tetap profesional.

Menjaga jarak emosional dan batas interaksi bukan berarti kamu tidak peduli, tapi bentuk self-respect.

Dengan batasan yang sehat, kamu bisa tetap bekerja optimal tanpa harus terus-menerus terdampak oleh sikap orang lain.

Pada akhirnya, kamu tidak bisa mengontrol orang lain, tapi kamu selalu punya kendali atas dirimu sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Abby Medcaff

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU