Rabu, 22 APRIL 2026 • 13:15 WIB

Bukan Hanya Tes Kepribadian: 5 Fakta Mengejutkan Dibalik Sejarah Myers Briggs yang Jarang Diketahui

Author

Katharine Briggs bersama Ibu dan anaknya. (The New York Times)

INDOZONE.ID - Tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) mungkin sudah sering kamu lihat di internet, dari kuis “kamu introvert atau extrovert?” sampai label 16 tipe kepribadian yang viral di media sosial. Tapi, di balik popularitasnya, ternyata sistem ini punya sejarah panjang, unik, bahkan cukup kontroversial.

Berawal dari ide dua perempuan visioner, sistem ini berkembang jauh lebih besar dari sekadar tes psikologi biasa. Yuk, simak lima fakta menarik di balik lahirnya Myers-Briggs!

Terinspirasi dari Teori Psikolog Legendaris Carl Jung

Semua berawal dari ketertarikan Katharine Cook Briggs terhadap teori psikologi milik Carl Jung. Ia bahkan sampai menjadikan karya Jung sebagai “panduan hidup” dalam memahami manusia.

Dari sini, ia mulai mengembangkan cara mengelompokkan kepribadian berdasarkan cara orang berpikir dan berinteraksi. Konsep ini kemudian diwariskan dan dikembangkan lebih jauh oleh putrinya, Isabel Briggs Myers, hingga lahirlah sistem MBTI yang kita kenal sekarang.

Baca juga: Awalnya Cuma Eksperimen di Rumah, Kini Jadi Tes Kepribadian Paling Viral di Dunia!

Awalnya Dipakai untuk Dunia Intelijen Perang Dunia II

Siapa sangka, tes kepribadian ini pernah “turun ke medan perang”. Saat Perang Dunia II, sistem ini sempat digunakan untuk membantu menempatkan orang pada posisi kerja yang dianggap paling cocok termasuk di lembaga intelijen Amerika.

Tujuannya sederhana: mencocokkan “bakat alami” seseorang dengan tugas rahasia yang mereka jalankan. Namun, pada praktiknya, hasil tes ini dianggap tidak cukup akurat untuk dunia spionase yang penuh tekanan dan situasi tak terduga.

Pernah Dipakai untuk “Membongkar” Kepribadian Penulis Terkenal

Di era 1950-an, sebuah lembaga penelitian di Universitas California, Berkeley, pernah melakukan eksperimen sosial unik. Mereka mengundang para penulis, ilmuwan, hingga arsitek untuk tinggal bersama di satu rumah dan diamati perilakunya.

Salah satu nama yang ikut dalam eksperimen ini adalah penulis terkenal Truman Capote. Ia bahkan menjalani berbagai tes psikologis dan aktivitas observasi untuk dianalisis kepribadiannya.

Hasilnya? Para peneliti mencoba “mengelompokkan” gaya berpikir mereka menggunakan MBTI, meski metode ini dianggap terlalu subjektif.

Pernah Dipakai Perusahaan Raksasa untuk Rekrut Karyawan

Memasuki tahun 1950-an, MBTI mulai masuk ke dunia bisnis. Perusahaan besar seperti General Electric hingga perusahaan asuransi di Amerika menggunakan tes ini untuk menilai kandidat karyawan.

Bahkan, ada perusahaan yang menjadikannya alat untuk memprediksi apakah seseorang cocok menjadi sales atau pemimpin perusahaan. Meski begitu, hasilnya tidak selalu dianggap mutlak, karena setiap tipe kepribadian dinilai punya kelebihan masing-masing.

Baca juga: 16 Tipe Kepribadian MBTI: Kamu yang Logis, Si Empatik, atau Si Paling Spontan? Cek Karaktermu Disini!

Sempat Dikritik Ilmuwan, Tapi Tetap Meledak Populer

Meski populer, banyak peneliti kemudian meragukan akurasi MBTI. Beberapa studi menemukan bahwa hasil tes sering tidak konsisten dan banyak orang justru berada “di tengah” tanpa kecenderungan ekstrem.

Pada akhirnya, para ahli menyimpulkan bahwa tes ini kurang kuat secara ilmiah. Namun, menariknya, popularitasnya justru semakin naik, terutama setelah masuk ke dunia pendidikan, perusahaan, hingga budaya pop.

Hingga kini, MBTI tetap digunakan secara luas meski lebih sering sebagai alat refleksi diri daripada standar psikologi resmi.

Dari dunia intelijen perang hingga kantor perusahaan besar, MBTI punya perjalanan sejarah yang jauh lebih kompleks dari sekadar tes “kamu tipe apa”. Terlepas dari pro dan kontra, sistem ini tetap menjadi salah satu cara paling populer untuk mengenal diri sendiri hingga hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Marketplace.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU