Rabu, 13 MEI 2026 • 15:05 WIB

Cara Putus dengan Pasangan Tanpa Harus Menyakitinya

Author

Ilustrasi cara tidak baik untuk putus dengan pasangan. (freepik)

INDOZONE.ID - Memutuskan hubungan bukan perkara gampang. Banyak orang bertahan terlalu lama dalam hubungan yang sebenarnya sudah tidak sehat hanya karena takut menyakiti pasangan

Di sisi lain, ada juga yang memilih mengakhiri hubungan saat emosi sedang memuncak, lalu menyesal karena kata-kata yang terlanjur keluar terlalu tajam.

Ironisnya, yang paling sering diingat setelah putus bukan cuma alasan kenapa hubungan berakhir — tetapi juga bagaimana seseorang mengakhiri hubungan itu.

Ada orang yang berhasil move on dalam beberapa bulan, tapi masih ingat jelas kalimat menyakitkan dari mantannya bertahun-tahun kemudian. 

Baca juga: Jangan Buru-Buru Putus! 3 Cara Ini Bisa Selamatkan Asmara yang Hampir Hancur

Kalimat seperti “Aku udah nggak cinta sama kamu,” atau “Aku malu punya pasangan kayak kamu” mungkin diucapkan dalam hitungan detik, tapi dampaknya bisa bertahan jauh lebih lama.

Kalau memang hubungan harus selesai, ada cara yang lebih dewasa untuk menyampaikannya tanpa membuat luka emosional jadi semakin parah.

Jangan Jadikan Momen Putus Sebagai Ajang Balas Dendam

Saat hubungan dipenuhi konflik, rasa kesal yang menumpuk sering bikin seseorang ingin mengeluarkan semuanya saat momen putus tiba. 

Mulai dari membahas kebiasaan pasangan yang menyebalkan, kekurangan fisik, kesalahan masa lalu, hingga membandingkan mereka dengan orang lain.

Baca juga: Banyak yang Salah Langkah! Ternyata Kunci Kulit “Glass Skin” Bukan Skincare Mahal, Tapi Step Kecil Ini

Sekilas mungkin terasa melegakan karena semua unek-unek akhirnya keluar. Tapi kenyataannya, hal itu justru membuat perpisahan berubah menjadi “medan perang”.

Putus hubungan seharusnya menjadi momen terakhir untuk bersama, bukan kesempatan terakhir untuk menghancurkan harga diri seseorang. 

Ibarat keluar dari ruangan yang sudah tidak nyaman, kamu cukup membuka pintu lalu pergi — bukan membakar seluruh bangunannya.

Tetap Jujur Soal Alasan Putus, Tapi Jangan Terlalu Kejam

Banyak orang memilih alasan aman seperti “Kamu terlalu baik buat aku” atau “Ini bukan salah kamu, ini salah aku.” — kalimat klise seperti itu justru sering membuat pasangan semakin bingung karena tidak memberi penjelasan yang jelas.

Baca juga: Hukum Patungan Kurban di Sekolah, Sah atau Tidak?

Kalau pasangan bertanya alasan hubungan berakhir, cobalah tetap jujur soal masalah utamanya. Misalnya:

  • Hubungan terasa tidak lagi sehat
  • Komunikasi terus memburuk
  • Sering terjebak dalam pertengkaran yang sama
  • Tujuan hidup sudah berbeda
  • Rasa percaya mulai hilang

Penjelasan yang jujur membantu pasangan memahami situasi tanpa harus merasa dihina.

Baca juga: Karyawan Wajib Tahu, Ini Aturan Cuti Mendampingi Istri Melahirkan

Yang perlu dihindari adalah menjelaskan sampai detail kecil yang justru terdengar seperti daftar panjang kekurangan pasangan. Contohnya:

“Aku capek sama cara kamu marah-marah.”

“Bentuk badan kamu bikin aku ilfeel.”

“Teman-teman aku juga sebenarnya nggak suka sama kamu.”

Hal-hal seperti itu hanya akan menambah rasa sakit yang sebenarnya tidak perlu.

Baca juga: Doa Sujud Syukur Lengkap Beserta Tata Cara dan Syarat Sahnya

Kata-Kata Saat Putus Bisa Membekas Lebih Lama dari Hubungannya

Luka akibat putus cinta memang perlahan bisa sembuh seiring waktu. Namun, kata-kata kasar sering meninggalkan bekas yang jauh lebih lama — atau bahkan seumur hidup.

Seseorang mungkin lupa tanggal anniversary, lupa hadiah yang pernah diberikan, bahkan lupa alasan kecil pertengkaran dulu. Tapi kalimat yang merendahkan saat hubungan berakhir bisa terus teringat selama bertahun-tahun.

Karena itu, penting untuk tetap menjaga empati meskipun hubungan sudah tidak bisa dipertahankan.

Akhiri Hubungan dengan Cara yang Lebih Dewasa

Kalau memang sudah yakin ingin berpisah, pilih waktu yang tepat untuk berbicara secara serius. Sampaikan keputusan dengan tenang, jelas, dan tidak bertele-tele.

Baca juga: 8 Bahan Alami yang Bisa Usir Tikus dari Rumah, Auto Kabur tanpa Ribet!

Hindari memutuskan pasangan saat sedang marah besar karena emosi. Hal ini biasanya membuat seseorang mengatakan hal yang sebenarnya tidak perlu diucapkan.

Mengakhiri hubungan memang tetap akan terasa menyakitkan. Tidak ada cara putus yang benar-benar bebas air mata. Tapi setidaknya, kamu bisa memastikan bahwa hubungan itu berakhir dengan kejelasan dan rasa hormat — bukan dengan luka tambahan yang terus diingat seumur hidup.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU