INDOZONE.ID - Suara adzan yang berkumandang lima kali sehari merupakan panggilan istimewa bagi setiap umat Islam.
Sayangnya, masih banyak orang yang sekadar mendengar adzan tanpa ikut menjawabnya. Padahal, menjawab adzan merupakan sunnah Rasulullah SAW yang memiliki pahala besar dan keutamaan luar biasa.
Karena itu, penting bagi setiap muslim memahami tata cara menjawab adzan yang benar sesuai sunnah, lengkap dengan doa setelah adzan dan berbagai keutamaannya. Berikut penjelasannya.
Makna Adzan dalam Kehidupan Umat Islam
Adzan berasal dari kata “adzina” yang berarti memberitahukan atau menyerukan. Dalam Islam, adzan merupakan panggilan resmi yang menandakan masuknya waktu shalat wajib.
Kalimat-kalimat dalam adzan mengandung pujian kepada Allah SWT, pengakuan terhadap keesaan-Nya, dan pengakuan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.
Lebih dari sekadar seruan ibadah, adzan juga memiliki makna mendalam bagi kehidupan seorang muslim. Saat suara adzan terdengar, umat Islam diajak meninggalkan kesibukan dunia untuk sementara waktu dan fokus menghadap Allah SWT.
Kalimat:
“Hayya ‘alash shalah” (Mari menuju shalat)
dan
“Hayya ‘alal falah” (Mari menuju kemenangan)
menjadi pengingat bahwa keberuntungan dan kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari urusan dunia, melainkan juga dari kedekatan kepada Allah SWT.
Karena itu, ketika mendengar adzan, seorang muslim dianjurkan tidak hanya diam mendengarkan, tetapi juga ikut menjawabnya sebagai bentuk penghormatan terhadap syiar Islam.
Hukum Menjawab Adzan
Menjawab adzan hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW memberikan contoh langsung kepada para sahabat untuk mengikuti lafadz yang diucapkan muadzin.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan:
“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjawab adzan adalah amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim yang mendengarnya. Baik laki-laki maupun perempuan, semuanya dapat melaksanakan sunnah ini selama mendengar suara adzan.
Meskipun hukumnya bukan wajib, meninggalkan amalan ini berarti kehilangan kesempatan mendapatkan pahala besar dan berbagai keutamaan lainnya.
Keutamaan Menjawab Adzan
Menjawab adzan memiliki banyak keutamaan yang sering kali tidak disadari oleh sebagian orang. Padahal, amalan ini sangat mudah dilakukan dan hanya membutuhkan waktu singkat.
1. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Keutamaan pertama tentu saja karena menjawab adzan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Setiap amalan sunnah yang dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala dan menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menghidupkan sunnah juga menjadi salah satu cara menjaga ajaran Islam agar tetap diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Mendapatkan Syafa’at Rasulullah SAW
Salah satu keutamaan terbesar dari menjawab adzan adalah mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW di hari kiamat.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang yang menjawab adzan, bershalawat kepada Nabi, lalu membaca doa setelah adzan akan memperoleh syafa’at beliau.
Syafa’at Rasulullah SAW tentu menjadi harapan besar bagi setiap muslim, terutama pada hari ketika manusia sangat membutuhkan pertolongan.
3. Menambah Pahala dan Dzikir
Setiap lafadz yang diucapkan saat menjawab adzan termasuk dzikir kepada Allah SWT. Dzikir tersebut dapat menambah pahala dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun sederhana, amalan ini menjadi salah satu cara mudah untuk terus mengingat Allah di tengah kesibukan dunia.
4. Menenangkan Hati dan Pikiran
Kalimat-kalimat dalam adzan mengandung pujian kepada Allah SWT dan ajakan menuju kebaikan. Ketika seorang muslim menjawab adzan dengan penuh kesadaran, hatinya akan terasa lebih tenang.
Dzikir yang diucapkan juga membantu mengurangi kegelisahan dan membuat hati lebih damai.
5. Mengingatkan untuk Segera Shalat
Menjawab adzan menjadi pengingat agar seorang muslim tidak menunda shalat. Dengan menjawab setiap seruan adzan, seseorang akan lebih siap meninggalkan aktivitas dunia dan memenuhi panggilan Allah SWT.
Tata Cara Menjawab Adzan yang Benar
Menjawab adzan sebenarnya sangat mudah. Pendengar hanya perlu mengikuti lafadz yang diucapkan muadzin, kecuali pada beberapa bagian tertentu.
Berikut tata cara menjawab adzan sesuai sunnah Rasulullah SAW:
Mengulang Lafadz Takbir
Ketika muadzin mengucapkan:
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Pendengar menjawab:
Allahu Akbar, Allahu Akbar
Jawaban tersebut diulang sama persis sebagaimana yang diucapkan muadzin.
Mengulang Dua Kalimat Syahadat
Saat terdengar:
Asyhadu alla ilaha illallah
dan
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Pendengar juga mengulang lafadz tersebut sebagaimana yang diucapkan muadzin.
Kalimat ini menjadi pengingat tentang keesaan Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Jawaban “Hayya ‘Alash Shalah” dan “Hayya ‘Alal Falah”
Pada bagian ini, pendengar tidak mengulang lafadz muadzin. Sebagai gantinya, dianjurkan membaca:
Laa haula wa laa quwwata illa billah
Artinya:
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Kalimat tersebut mengandung makna bahwa manusia tidak memiliki kekuatan apa pun tanpa bantuan Allah SWT.
Mengulang Takbir dan Kalimat Tauhid Penutup
Ketika muadzin mengakhiri adzan dengan takbir dan kalimat:
Laa ilaaha illallah
Pendengar dianjurkan mengulang lafadz tersebut hingga adzan selesai.
Jawaban Khusus saat Adzan Subuh
Adzan Subuh memiliki tambahan lafadz:
Ash-shalaatu khairum minan naum (Shalat lebih baik daripada tidur)
Ketika mendengar lafadz tersebut, pendengar dianjurkan menjawab:
Shadaqta wa bararta wa ana ‘ala dzalika minasy syahidiin
Artinya:
“Engkau benar dan membawa kebaikan, dan aku termasuk orang yang menyaksikannya.”
Tambahan lafadz ini menjadi pengingat pentingnya shalat Subuh yang sering kali terasa berat karena dilakukan saat waktu istirahat.
Doa Setelah Adzan
Setelah selesai menjawab adzan, umat Islam dianjurkan membaca doa setelah adzan. Doa ini memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Bacaan Doa Setelah Adzan
Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Latin:
Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati muhammadanil wasilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudan alladzi wa’adtahu.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad derajat wasilah dan keutamaan, serta tempatkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan.”
Doa tersebut menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Waktu Mustajab Antara Adzan dan Iqamah
Salah satu keutamaan lain yang berkaitan dengan adzan adalah adanya waktu mustajab antara adzan dan iqamah. Pada waktu tersebut, doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu tersebut untuk memperbanyak doa dan dzikir.
Segala hajat dapat dipanjatkan kepada Allah SWT, mulai dari memohon kesehatan, kelancaran rezeki, perlindungan keluarga, hingga ampunan dosa.
Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mendengar Adzan
Meski adzan terdengar setiap hari, masih banyak orang yang belum memahami adab saat mendengarkannya. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan antara lain:
Tetap Melanjutkan Obrolan
Sebagian orang tetap berbicara atau bercanda ketika adzan berkumandang. Padahal, sebaiknya percakapan dihentikan sejenak untuk menjawab adzan.
Mengabaikan Adzan karena Sibuk
Kesibukan pekerjaan atau aktivitas lainnya sering membuat seseorang lupa menjawab adzan. Padahal, amalan ini hanya membutuhkan waktu beberapa menit.
Tidak Membaca Doa Setelah Adzan
Banyak orang hanya menjawab adzan tanpa melanjutkan doa setelahnya. Padahal, doa tersebut memiliki keutamaan besar.
Cara Membiasakan Diri Menjawab Adzan
Agar terbiasa menjawab adzan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
Memahami Keutamaannya
Ketika seseorang mengetahui besarnya pahala menjawab adzan, ia akan lebih termotivasi untuk melakukannya.
Menghafal Jawaban Adzan
Menghafal lafadz jawaban adzan akan mempermudah seseorang menjawab secara otomatis ketika mendengarnya.
Menghentikan Aktivitas Sejenak
Biasakan berhenti sejenak saat adzan berkumandang agar lebih fokus menjawab panggilan tersebut.
Mengajarkan kepada Anak
Mengajarkan anak menjawab adzan sejak kecil dapat membantu menanamkan kecintaan terhadap syiar Islam.
Menjawab adzan merupakan amalan sederhana yang memiliki keutamaan luar biasa. Selain menjadi bentuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, amalan ini juga mendatangkan pahala, ketenangan hati, serta peluang memperoleh syafa’at di hari kiamat.
Dengan menjawab adzan, seorang muslim menunjukkan penghormatan terhadap panggilan Allah SWT dan membiasakan diri untuk selalu mengingat-Nya di tengah kesibukan dunia.
Setelah adzan selesai, umat Islam juga dianjurkan membaca doa setelah adzan dan memanfaatkan waktu antara adzan dan iqamah sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Karena itu, jangan lagi mengabaikan suara adzan yang berkumandang. Luangkan waktu beberapa menit untuk menjawabnya dengan benar sesuai sunnah. Dari amalan yang terlihat kecil itulah, keberkahan besar dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari maupun di akhirat kelak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muslimhands.org.uk