INDOZONE.ID - Masyarakat bagian utara Pulau Ambon, yakni Pulau Tiga, merasakan daging kurban Idul Adha 1447 Hijriah (H) yang disalurkan Dompet Dhuafa. Hewan kurban dibawa dari Kota Ambon ke Pulau Tiga dengan menerjang ombak laut.
Perjalanan tim Dompet Dhuafa bersama jurnalis Indozone pada momen Idul Adha dalam mendistribusikan hewan kurban ke daerah-daerah pelosok, berlanjut. Setelah menembus pelosok hutan di Pulau Buru, Maluku, tim menuju Pulau Tiga pada hari ini, Kamis (28/5/2026).
Perjalanan Sangat Jauh
Sebelumnya, tim harus menyebrangi laut menggunakan kapal selama berjam-jam. Perjalanan dilalui dari Namlea, Maluku, menuju Ambon.
Sempat singgah di Kota Ambon, tim melanjutkan perjalanan dengan kendaraan roda empat. Kontur jalan menanjak dilalui dalam waktu berjam-jam.
Baca juga: Dompet Dhuafa Maluku Sebar 180 Sapi ke Pelosok di Momen Idul Adha 1447 H
Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kapal mesin yang ukurannya cukup kecil. Memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit, tim tiba di Pulau Tiga.
Disambut Meriah
Sekira pukul 14.00 WIT, tim tiba di pesisir pantai Pulau Tiga. Masyarakat yang mengenakan baju muslim, ternyata sudah berada di pesisir untuk menyambut tim.
Tim bahkan diarak menggunakan marawis hingga ke area masjid di sana. Sambutan baik diterima tim dari perangkat desa. Bahkan, tim juga diajak makan siang bersama. Setelahnya, proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.
Hewan Kurban Diarak
Rasa kebahagiaan terpancar dari masyarakat di sana. Mereka menyambut hangat kedatangan tiga ekor sapi dari Dompet Dhuafa.
Bahkan, ada prosesi pengarakan sapi oleh warga dengan lantunan sholawat dan alunan marawis hingga ke lokasi pemotongan.
"Sapi ini diarak dengan hadroh ke masjid sebagai bentuk kebahagiaan mereka dengan adanya hewan kurban," kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Maluku, La Januri, di lokasi.
Makanan Berharga
La Januri menceritakan awal mula Dompet Dhuafa bisa menyalurkan hewan kurban ke pulau ini. Bermula dari kegiatan sosial membagikan alquran bersama mahasiswa UIN Ambon, masyarakat bercerita tentang jarangnya hewan kurban hadir di sana.
"Kami datang menyalurkan Alquran. Di sana, kami cerita dan warga cerita jika di sana kalau tidak ada orang yang menyalurkan, tidak akan ada hewan kurban. Akhirnya, kami sampaikan kami akan bawa, tapi kami tidak janji," kata La Januri.
Sebanyak tiga ekor sapi dibawa dari Ambon yang disambut oleh masyarakat. Masyarakat turut membantu membawa sapi tersebut dengan kapal speedboat agar sampai ke pulaunya.
Menurut warga, daging kurban di sana bak makanan mewah. Sebab, mereka sehari-hari mengkonsumsi ikan yang ditangkap di laut.
Baca juga: Dompet Dhuafa Berbagi di Pedalaman Pulau Buru, Sebar Hewan Kurban hingga Hadiahi Pendakwah Motor
"Kurban di sini itu seperti hal yang mewah. Di sini, masyarakat kesehariannya makan ikan, ikan tinggal tangkap di laut, bukan makan daging sapi. Jadi, hewan kurban itu sesuatu yang mewah, sesuatu yang nikmat," jelasnya.
Senada dengan La Januri, salah satu warga, Dulawalih, mengaku pulaunya sangat jarang tersalurkan hewan kurban.
"Biasanya makan daging itu setahun sekali, Idul Fitri pun tidak. Kurban ya kalau ada yang kurban. Tahun lalu, pernah dapat tapi hanya satu ekor. Tahun ini tiga. Kita upayakan semua warga dapat," pungkas Dulawalih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan