INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), resmi menyelenggarakan konferensi pers guna memperkenalkan rangkaian acara prestisius Jakarta Future Festival (JFF) 2026.
Pertemuan media ini dipimpin langsung oleh Ibu Atika Nur Rahmaniah, selaku Kepala Bappeda yang memaparkan visi besar Kota Jakarta ke depan.
Acara ini dirancang sebagai platform strategis untuk kolaborasi berbagai isu krusial pembangunan daerah secara partisipatif.
Dalam pemaparannya, Atika Nur Rahmaniah menjelaskan bahwa agenda besar tahun ini mencakup tiga pilar utama yang saling terintegrasi dengan baik.
Baca juga: Festival Pecinta Hewan Hadir di ICE BSD, Bawa Konsep Kota Imajinatif yang Seru
Ketiga pilar tersebut terdiri dari Jakarta Future Festival (JFF) itu sendiri, Urban Knowledge Hub, serta Jakarta Innovation Days.
Melalui pembagian ini, pemangku kebijakan berharap dapat menyaring ide-ide segar sekaligus merayakan inovasi perkotaan bersama masyarakat.
Guna mewujudkan visi kota global yang inklusif, pihak penyelenggara telah sukses melibatkan ratusan kolaborator dari berbagai sektor terkemuka untuk mendukung penuh terlaksananya JFF 2026.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghidupkan ekosistem kreatif dan akademis yang berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan aktif ini juga membuktikan komitmen bersama dalam memajukan kualitas hidup warga metropolitan.
Festival berskala besar ini dijadwalkan akan menggelar lebih dari 10 program utama yang siap terlaksana sepanjang periode 5 hingga 7 Juni 2026 mendatang.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didesain secara adaptif untuk merespons dinamika sosial serta kebutuhan tata ruang Jakarta saat ini.
Masyarakat umum dipastikan dapat menikmati seluruh sajian edukatif tersebut di lokasi yang telah dipersiapkan.
Satu hal yang menjadi kabar gembira bagi publik adalah seluruh akses masuk ke area festival ini disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun (free entries).
Baca juga: Dari Pasar Malam ke Festival Dunia: Tong Tong Fair yang Bikin Budaya Indonesia Mendunia
Kebijakan tersebut diambil demi menjamin asas aksesibilitas dan inklusivitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Warga hanya perlu datang dan berpartisipasi aktif dalam ruang-ruang diskusi maupun hiburan yang tersedia.
Pada penyelenggaraan kali ini, JFF 2026 memberikan sorotan khusus melalui peluncuran program edukatif bertajuk JFF for Kids.
Program baru ini dirancang secara spesifik sebagai ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi, berpartisipasi, serta mengenal kota mereka dengan cara yang menyenangkan.
Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepemilikan generasi muda terhadap masa depan Jakarta sejak dini.
Konsep utama dari JFF for Kids menitikberatkan pada hadirnya acara yang mengedepankan lebih banyak interaksi langsung dengan komunitas ramah anak.
Melalui serangkaian kegiatan partisipatif seperti instalasi balon karakter Jumbo dan replika Kamar Na Willa, anak-anak diajak untuk aktif berimajinasi.
Pengalaman visual dan spasial tersebut dihadirkan untuk menanamkan pemahaman tata kota yang ramah bagi pertumbuhan mereka.
Selain instalasi kreatif, anak-anak juga dapat mengikuti berbagai aktivitas bermakna seperti workshop waste management bertema "Kotaku Bersih, Kotaku Menyenangkan" serta sesi mendengarkan cerita bersama Bu Reda.
Tidak ketinggalan, ada pula kegiatan seru berupa workshop kertas Ichinogami, permainan ular tangga edukasi gizi, hingga coloring workshop.
Ragam aktivitas ini merupakan hasil kolaborasi apik dengan Visinema Studios dan Komunitas Sahabat Gizi.
Di sisi lain, festival ini juga memfasilitasi ruang kajian akademis dan kebijakan formal yang sangat krusial melalui kehadiran Urban Policy Lab.
Platform lab kebijakan ini difungsikan untuk membedah rancangan program sektoral, evaluasi tata ruang, hingga perumusan solusi konkret atas tantangan urban.
Melalui wadah ini, para ahli, birokrat, dan praktisi dapat duduk bersama merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Baca juga: Polip Usus Sering Tak Bergejala, Kebiasaan Ini Bisa Tingkatkan Risikonya
Secara umum, elaborasi isu strategis di dalam JFF 2026 dipetakan ke dalam empat pilar pendekatan, yaitu Shaping (Implementing), Deliberating (Discussing), Showcasing (Displaying), dan Engaging (Entertaining).
Keempat pendekatan ini diimplementasikan melalui program dinamis seperti Jakarta Forecast, Urban Talks, Urban Study Case, hingga Urban Workshop.
Seluruh skema tersebut merujuk pada dokumen perencanaan RKPD, RPJMD, serta Global Citypath.
Untuk menambah kemeriahan suasana, JFF 2026 juga akan menyajikan panggung hiburan pertunjukan seni (performance) spektakuler yang diisi oleh deretan musisi papan atas tanah air.
Mulai dari penampilan Maliq & D'Essentials, Kahitna, Yura Yunita, Enda, hingga Ali Radio dijadwalkan siap menghibur para pengunjung festival.
Penampilan berkualitas dari Lalahuta, Pasming Based, Bilal Indrajaya, dan Barasuara juga dipastikan akan melengkapi kemegahan panggung hiburan.
Konferensi pers ini akhirnya ditutup dengan optimisme tinggi bahwa Jakarta Future Festival 2026 akan menjadi katalisator penting dalam transisi Jakarta menuju kota global yang matang.
Sinergi antara kebijakan publik, edukasi anak, dan ekspresi budaya diharapkan dapat melahirkan perspektif baru yang segar bagi pembangunan daerah.
Seluruh pihak kini bersiap menyambut kemeriahan festival inovasi ini dalam beberapa hari ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung