INDOZONE.ID - Banyak orang masih menganggap kurang makan sayur atau buah hanya berdampak pada susah buang air besar. Padahal, kebiasaan yang terlihat sepele ini bisa berpengaruh pada kesehatan usus dalam jangka panjang.
Di Indonesia, konsumsi serat masyarakat masih tergolong rendah. Padahal, serat memiliki peran penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat dan membantu proses pembuangan sisa makanan dari dalam tubuh.
Ketika kesehatan usus kurang diperhatikan, berbagai masalah bisa muncul. Mulai dari sembelit yang sering kambuh hingga munculnya polip di usus besar yang kerap tidak disadari penderitanya.
Polip adalah jaringan yang tumbuh di bagian dalam usus besar. Bentuknya macam-macam. Ada yang menonjol seperti benjolan kecil, ada juga yang tipis dan melebar mengikuti permukaan usus.
Karena sering tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala tertentu, banyak orang tidak tahu kalau mereka memiliki polip.
Baca juga: Jangan Abaikan, Ini 5 Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai
Perlu diketahui, polip bukan berarti kanker. Banyak polip yang sifatnya jinak. Namun, ada juga beberapa jenis polip yang kalau dibiarkan bertahun-tahun bisa berubah menjadi kanker usus besar.
Itulah kenapa dokter sering menyarankan pemeriksaan rutin, terutama bagi orang yang usianya sudah tidak muda lagi.
Masalahnya, kita tidak bisa menebak polip mana yang aman dan mana yang berisiko hanya dari gejala.
Ilustrasi gejala kanker usus besar. (Eliani Kusnedi)
Ini yang membuat banyak orang terlambat menyadarinya. Tidak sedikit pasien yang datang untuk pemeriksaan biasa tanpa keluhan apa pun. Setelah dilakukan kolonoskopi, ternyata ditemukan polip di dalam usus.
Karena ditemukan lebih cepat, polip tersebut bisa langsung ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Makanya, dokter lebih suka menemukan polip saat pemeriksaan rutin daripada setelah muncul gejala.
Selain pemeriksaan rutin, menjaga pola hidup sehat juga dapat membantu menurunkan risiko kanker usus besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic