Sabtu, 06 JUNI 2026 • 17:57 WIB

Bacaan Surat Yusuf Ayat 28: Arab, Latin, Terjemahan, Tafsir Lengkap, dan Maknanya

Author

Al Quran. (Ilustrasi/Pexels/Tayeb Mezahdia)

INDOZONE.ID - Surat Yusuf adalah salah satu surat Makiyyah (diturunkan di kota Mekah) yang berada pada urutan ke-12 di dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 111 ayat. Surat ini sangat istimewa karena menceritakan kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf secara runut, mulai dari mimpinya di masa kecil hingga akhirnya ia mendapatkan kedudukan tinggi di Mesir.

Salah satu penggalan kisah yang paling menonjol dan penuh hikmah terdapat pada Surat Yusuf Ayat 28. Ayat ini menceritakan momen pembuktian kesucian Nabi Yusuf dari tuduhan keji istri Al-Aziz (Zulaikha). Bagi Anda yang sedang mencari referensi lengkap mengenai surat ini, INDOZONE telah merangkum bacaan Arab, Latin, terjemahan, serta penjelasan tafsirnya secara mendalam.

Baca juga: Surat Al-Baqarah Ayat 183 beserta Makna, Latin, dan Artinya

Surat Yusuf Ayat 28: Arab, Latin, dan Terjemahan

Untuk mempermudah pembacaan dan pemahaman, berikut adalah tabel rincian teks Surat Yusuf ayat 28 lengkap dengan transliterasi Latin dan artinya:

Keterangan Teks
فَلَمَّا رَاٰ قَمِيْصَهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ اِنَّهٗ مِنْ كَيْدِكُنَّۗ اِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ ۝٢٨
Latin fa lammâ ra'â qamîshahû qudda min duburing qâla innahû ming kaidikunn, inna kaidakunna ‘adhîm
Artinya "Maka, ketika melihat bajunya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia (suami perempuan itu) berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu (hai kaum wanita). Tipu dayamu benar-benar hebat.”"

(Sumber teks Al-Qur'an dan terjemahan merujuk pada referensi tafsir kementerian terkait)

Ayat ke-28 ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan puncak dari peristiwa saling tuduh antara istri menteri (Al-Aziz) dan Nabi Yusuf. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif, mari kita bedah ragam tafsir dari para mufassir:

1. Tafsir Tahlili dan Kemenag

Berdasarkan Tafsir Tahlili, setelah terjadi peristiwa tersebut, menteri beserta keluarga istrinya melakukan penyelidikan dan pertukaran pikiran. Mereka kemudian memeriksa baju Nabi Yusuf yang sobek. Ternyata, yang robek adalah bagian belakang baju tersebut. Fakta fisik ini menjadi bukti yang tidak dapat dibantah bahwa Nabi Yusuf berada di pihak yang benar dan tuduhan perempuan itu adalah palsu.

Sang menteri kemudian menegur istrinya dengan mengatakan bahwa bujuk rayunya sangat berbahaya, sekaligus bersyukur bahwa Nabi Yusuf adalah pemuda dengan iman yang kuat sehingga tidak terpengaruh oleh godaan tersebut. Hal ini membuktikan pepatah bahwa "Sepandai-pandainya membungkus yang busuk, akhirnya akan berbau juga".

2. Tafsir Ibnu Katsir

Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin dalam ringkasan Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan kronologi kejadiannya dengan sangat rinci. Saat Nabi Yusuf melarikan diri menuju pintu, wanita tersebut mengejarnya dan menarik baju gamisnya dari belakang hingga robek lebar. Ketika mereka bertemu sang suami di pintu, wanita itu segera melancarkan tipu daya dengan menuduh Yusuf bermaksud buruk dan menuntut agar ia dipenjara atau disiksa pedih.

Nabi Yusuf membela diri dengan jujur bahwa wanita itulah yang menggodanya. Kemudian, seorang saksi dari keluarga wanita tersebut memberikan solusi: jika baju koyak di depan, wanita itu benar; namun jika baju koyak di belakang, maka Yusuf yang benar. Ketika suami wanita itu (Al-Aziz) melihat baju koyak di belakang, nyatalah kedustaan sang istri, dan ia pun menyebut bahwa pencemaran nama baik ini adalah tipu daya wanita yang besar. Sang suami juga meminta Yusuf untuk melupakan peristiwa ini dan menyuruh istrinya untuk memohon ampun atas dosanya.

3. Tafsir As-Sa'di dan Al-Madinah Al-Munawwarah

Tafsir As-Sa'di menekankan bahwa dengan melihat koyaknya baju di bagian belakang, sang suami langsung mengetahui kesucian Yusuf dan kedustaan istrinya. Sang suami menyadari betapa berbahayanya rekayasa sang istri untuk membebaskan diri dari kesalahan dan malah menuduh utusan Allah.

Sementara itu, dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan catatan penting bahwa dalam kisah ini tidak disebutkan adanya pertaubatan dari Yusuf. Hal ini menjadi bukti kuat yang menunjukkan bahwa Nabi Yusuf memang sama sekali tidak berdosa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Surat At-Tin Ayat 1-8 beserta Bacaan Latin, Arti, dan Keutamaannya

Jawaban dari Pertanyaan Seputar Surat Yusuf

Selain mencari tafsir dari ayat ke-28, banyak pembaca yang sering menanyakan beberapa hal terkait Surat Yusuf, khususnya menyangkut tipu daya, jodoh, dan aura wajah. Berikut adalah penjelasannya:

1. Surah Yusuf ayat 28 artinya apa?
Artinya menjelaskan momen ketika suami Zulaikha (Al-Aziz) melihat baju gamis Nabi Yusuf robek di bagian belakang, yang membuktikan bahwa Yusuf tidak bersalah. Ia kemudian menegaskan bahwa tuduhan tersebut murni merupakan tipu daya sang istri (kaum wanita).

2. Surat apa tipu daya wanita itu dahsyat?
Penjelasan mengenai dahsyatnya tipu muslihat wanita terekam jelas di dalam Surat Yusuf Ayat 28. Di dalam ayat ini terdapat lafaz inna kaidakunna 'adzim, yang jika diterjemahkan berarti "sesungguhnya tipu daya kamu (kaum wanita) adalah besar/hebat". Menurut Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz, tipu muslihat ini sangat licik dan mampu mempengaruhi jiwa. 

3. Surat Yusuf untuk Jodoh ayat berapa?
Meskipun Surat Yusuf kaya akan hikmah, banyak umat Islam yang mengamalkan Surat Yusuf Ayat 4 sebagai wasilah (perantara) doa untuk urusan jodoh, mahabbah (kasih sayang), dan daya tarik. Ayat ke-4 ini berbunyi: "Idz qala yusufu li abihi ya abati inni ra'aitu ahada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum li sajidin."

4. Apa doa Nabi Yusuf agar wajah bercahaya?
Serupa dengan doa untuk urusan jodoh, umat Islam secara turun-temurun meyakini bahwa merutinkan zikir dengan membaca Surat Yusuf Ayat 4 dapat memancarkan aura positif dan membuat wajah terlihat lebih bercahaya di hadapan orang lain. Doa ini dilantunkan dengan niat yang baik dan ikhlas semata-mata memohon rida Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Quran, Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU