Sabtu, 20 JUNI 2026 • 11:15 WIB

Proses Terjadinya Gerhana Bulan: Pengertian, Jenis, Dampak, hingga Mitos

Author

Ilustrasi Gerhana Bulan. (Foto: Freepik @wirestock)

INDOZONE.ID - Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena alam yang sering menarik perhatian banyak orang karena keindahannya yang unik. 

Peristiwa ini terjadi ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga cahaya matahari terhalang dan tidak sepenuhnya sampai ke permukaan bulan. 

Artikel ini, akan membahas secara lengkap tentang pengertian, proses, jenis, dampak, hingga mitos seputar gerhana bulan.

Baca juga: Pria Ini Rela Terbang Naik Pesawat pada Tahun 2016 Hanya demi Menyaksikan Gerhana Matahari Total

Pengertian dan Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Ilustrasi Caption Singkat tentang Gerhana Bulan dalam Bahasa Inggris. (Foto: Freepik @wirestock)

Gerhana bulan terjadi ketika posisi bumi berada tepat di antara matahari dan bulan dalam satu garis lurus. 

Pada kondisi ini, bumi menghalangi cahaya matahari yang seharusnya dipantulkan oleh bulan. Akibatnya, permukaan bulan tertutup oleh bayangan bumi dan tidak lagi bercahaya seperti biasanya.

Fenomena ini hanya terjadi saat fase bulan purnama. Walaupun bulan biasanya tampak terang di malam hari karena memantulkan cahaya matahari, saat gerhana terjadi, cahaya tersebut terhalang oleh bumi.

Proses ini membuat bulan terlihat redup atau bahkan berubah warna tergantung kondisi atmosfer bumi.

Baca juga: Jangan Lihat Sembarangan! Ini Cara Aman Jika Ingin Nikmati Gerhana Matahari

Jenis-jenis Gerhana Bulan

1. Gerhana Bulan Total

Gerhana ini terjadi ketika seluruh permukaan bulan tertutup oleh bayangan inti bumi (umbra). Pada fase ini, bumi, bulan, dan matahari berada dalam satu garis lurus sempurna. 

Uniknya, bulan sering tampak berwarna merah karena cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi mengalami pembiasan.

Fenomena ini dikenal juga sebagai blood moon. Warna merah yang muncul dapat berubah tergantung kondisi atmosfer, seperti adanya debu atau polusi.

2. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana sebagian terjadi ketika hanya sebagian permukaan bulan yang masuk ke dalam bayangan umbra bumi. Sebagian lainnya masih menerima cahaya matahari.

Pada fase ini, bulan terlihat seperti “tergigit” karena sebagian cahayanya tertutup. Bentuk dan tingkat kegelapan bulan tergantung posisi ketiga benda langit tersebut.

3. Gerhana Bulan Penumbra

Jenis ini terjadi ketika bulan hanya melewati bayangan samar bumi (penumbra). Akibatnya, perubahan cahaya pada bulan sangat halus dan sulit diamati secara langsung.

Gerhana penumbra sering tidak disadari karena perubahan kecerahan bulan sangat kecil dibandingkan dua jenis lainnya.

Kapan Gerhana Bulan Terjadi?

Gerhana bulan tidak terjadi setiap bulan, melainkan pada kondisi tertentu ketika posisi orbit bumi, bulan, dan matahari sejajar. Proses gerhana terdiri dari beberapa fase:

  • P1 (awal gerhana): bulan mulai memasuki bayangan bumi
  • U1 (gerhana sebagian): sebagian bulan mulai tertutup
  • U2 (gerhana total dimulai): seluruh bulan mulai masuk umbra
  • U3 (gerhana total berakhir): bulan mulai keluar dari umbra
  • U4 (gerhana sebagian berakhir): bulan keluar dari bayangan utama
  • P4 (akhir gerhana): bulan sepenuhnya keluar dari bayangan bumi

Seluruh rangkaian ini dapat berlangsung beberapa jam, sedangkan fase totalitas biasanya hanya berlangsung singkat.

Fakta dan Dampak Gerhana Bulan

1. Tidak Berpengaruh pada Kesehatan Manusia

Secara ilmiah, gerhana bulan tidak memberikan dampak kesehatan pada manusia maupun hewan.

2. Aman untuk Ibu Hamil

Mitos yang mengaitkan gerhana dengan ibu hamil tidak memiliki dasar ilmiah.

3. Tidak Berkaitan dengan Gangguan Mental

Gerhana bulan tidak memengaruhi kondisi psikologis manusia.

4. Aktivitas Nyamuk Bisa Meningkat

Beberapa penelitian menunjukkan, adanya peningkatan aktivitas nyamuk pada kondisi tertentu saat perubahan cahaya malam.

5. Mempengaruhi Pasang Surut Air Laut

Gravitasi bulan tetap memengaruhi pasang surut air laut, namun tidak sampai menimbulkan dampak ekstrem.

6. Warna Bulan Tidak Selalu Merah

Warna bulan saat gerhana bisa merah, jingga, atau gelap tergantung kondisi atmosfer bumi.

Mitos-mitos Gerhana Bulan di Berbagai Negara

1. Naga Menelan Bulan

Dalam budaya Tiongkok, gerhana dipercaya sebagai naga yang menelan bulan atau matahari.

2. Tanda Bencana

Bangsa Yunani kuno menganggap gerhana sebagai pertanda murka dewa.

3. Larangan bagi Ibu Hamil

Di beberapa negara, ibu hamil dipercaya harus berdiam di rumah saat gerhana.

4. Jaguar Memakan Bulan

Suku Inca percaya bahwa jaguar sedang memangsa bulan saat gerhana terjadi.

5. Bulan Sedang Sakit

Beberapa suku di Amerika menganggap bulan sedang sakit ketika gerhana terjadi.

6. Pertengkaran Bulan dan Matahari

Suku Batammaliba percaya gerhana terjadi karena konflik antara bulan dan matahari.

7. Kedatangan Iblis

Beberapa budaya menganggap gerhana sebagai tanda datangnya kekuatan jahat.

Gerhana bulan merupakan fenomena astronomi, yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan pengetahuan ilmiah dan budaya. 

Dari proses terjadinya hingga berbagai mitos yang berkembang di masyarakat, gerhana bulan menunjukkan bagaimana manusia mencoba memahami alam semesta sejak zaman dahulu. 

Dengan pengetahuan yang tepat, kita dapat menikmati fenomena ini tanpa perlu mempercayai hal-hal yang tidak berdasar ilmiah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Timesofindia.indiatimes.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU