INDOZONE.ID - Di dalam Al-Qur'an, terdapat banyak ayat yang mengandung pelajaran dan makna yang mendalam.
Salah satunya adalah kalimat "Summum Bukmum Umyum Fahum Layarjiun" yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 18.
Ungkapan ini bukan merujuk pada kondisi fisik seseorang, melainkan menggambarkan keadaan hati orang-orang yang menolak petunjuk Allah SWT.
Lalu, apa arti sebenarnya dari kalimat tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.
Bacaan Summum Bukmum Umyum Fahum Layarjiun
Berikut ini bacaan lengkapnya dalam bahasa Arab, latin, dan artinya:
صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْىٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Summun bukmun 'umyun fahum la yarji'un.
Artinya:
"Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Al-Baqarah: 18)
Baca juga: Lirik Sholawat Hayyul Hadi Terlengkap: Arab, Latin, Arti, dan Maknanya
Makna Summum Bukmum Umyum Fahum Layarjiun
Kalimat tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Allah SWT menggunakan perumpamaan "tuli, bisu, dan buta" bukan untuk menggambarkan kekurangan fisik, tetapi sebagai gambaran kondisi spiritual orang-orang yang menolak kebenaran.
Berikut penjelasan setiap katanya:
1. Summun (صُمٌّ) berarti tuli
Kata summun berarti tuli. Maksudnya, mereka enggan mendengarkan ayat-ayat Allah maupun nasihat yang membawa kepada kebaikan.
Meskipun telinga mereka berfungsi dengan baik, hati mereka tertutup sehingga tidak mau menerima kebenaran.
2. Bukmun (بُكْمٌ) berarti bisu
Bukmun berarti bisu. Maknanya, mereka tidak mau mengucapkan kebenaran, berdzikir kepada Allah, atau menyampaikan hal-hal yang baik.
Mereka memilih diam atau bahkan mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan petunjuk Allah.
3. Umyun (عُمْىٌ) berarti buta
Kata umyun berarti buta. Yang dimaksud adalah buta hati, bukan buta penglihatan. Mereka tidak mampu melihat tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak mengambil pelajaran dari berbagai nikmat maupun peringatan yang diberikan.
4. Fahum La Yarji'un (فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ)
Bagian terakhir ayat ini berarti "maka mereka tidak akan kembali." Maksudnya, karena terus-menerus menolak petunjuk, mereka semakin jauh dari jalan yang benar dan tidak mau bertobat atau kembali kepada Allah SWT.
Baca juga: Arti Ucapan MasyaAllah dan Contoh Penggunaannya
Tafsir Singkat Surah Al-Baqarah Ayat 18
Ayat ini merupakan perumpamaan (amtsal) yang ditujukan kepada orang-orang munafik pada masa Nabi Muhammad SAW.
Melalui ayat ini, Allah SWT menggambarkan keadaan hati mereka yang menolak petunjuk-Nya.
Meskipun mereka mengetahui kebenaran, mereka tetap tidak mau mengimaninya dan terus berpaling dari jalan Allah.
Ayat ini merupakan lanjutan dari penjelasan tentang sifat orang-orang munafik. Sebelumnya, Allah SWT menggambarkan mereka seperti orang yang menyalakan api, tetapi ketika cahaya itu padam, mereka kembali berada dalam kegelapan.
Karena hati mereka telah tertutup, mereka diibaratkan sebagai orang yang tuli, bisu, dan buta. Bukan karena memiliki kekurangan fisik, tetapi karena mereka tidak mau mendengar kebenaran, tidak mau mengucapkan kebenaran, dan tidak mau melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Akibatnya, mereka tidak kembali ke jalan yang benar.
Ayat ini juga menjadi pengingat bagi setiap muslim agar selalu membuka hati terhadap nasihat, memperbanyak ilmu, dan senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT agar tidak termasuk golongan yang disebutkan dalam ayat tersebut.
Baca juga: Arti Jazakallah Khairan, Jazakillah, dan Jazakumullah serta Cara Menjawabnya
Itulah arti "Summum Bukmum Umyum Fahum Layarjiun" dalam Surah Al-Baqarah ayat 18 beserta makna dan tafsir singkatnya.
Kalimat ini mengajarkan bahwa ketulian, kebisuan, dan kebutaan yang dimaksud adalah kondisi hati yang menolak petunjuk Allah SWT.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Quran.nu.or.id