Kamis, 09 JULI 2026 • 05:00 WIB

Perbedaan Direct dan Indirect Speech dalam Bahasa Inggris

Author

Ilustrasi perbedaan direct dan indirect speech dalam Bahasa Inggris (freepik/magnific.com)

INDOZONE.ID - Saat belajar bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan, Anda pasti akan menjumpai materi mengenai cara menyampaikan atau melaporkan ucapan seseorang. Dalam tata bahasa, konsep ini dikenal dengan sebutan direct and indirect speech. Menguasai materi ini sangat penting agar Anda dapat memahami konteks percakapan dengan benar, serta mampu membuat dialog atau tulisan yang natural.

Bagi Anda yang masih sering tertukar, artikel ini akan membahas perbedaan kedua bentuk kalimat tersebut. Mulai dari pengertian, aturan perubahan kata, hingga ragam contohnya.

Baca juga: 100 Daftar Kata Kerja dalam Bahasa Inggris (Verb): Fungsi dan Perubahan Bentuk

Pengertian Direct dan Indirect Speech

Sebelum melihat perbedaannya, mari kita pahami terlebih dahulu definisi dari masing-masing kalimat ini.

1. Direct Speech (Kalimat Langsung)

Direct speech, yang juga dikenal sebagai kutipan langsung, adalah cara untuk menampilkan percakapan atau ucapan seseorang secara langsung di dalam teks tanpa adanya perubahan. Kata-kata yang diucapkan dituliskan secara tepat persis seperti aslinya.

Karena merupakan kutipan murni, direct speech umumnya diapit oleh tanda kutip ("..."). Metode ini sering digunakan dalam narasi cerita, novel, berita, hingga pesan teks untuk memberikan kesan autentik dan memperjelas siapa yang sedang berbicara.

Contoh: Rina said, “I am happy”.

2. Indirect Speech (Kalimat Tidak Langsung)

Sebaliknya, indirect speech atau reported speech adalah cara melaporkan kembali ucapan, pikiran, atau pertanyaan seseorang tanpa menggunakan kata-kata yang persis sama. Dalam kalimat ini, ucapan asli dilaporkan oleh pembicara menggunakan kata-katanya sendiri.

Karena bentuknya laporan, indirect speech tidak menggunakan tanda kutip. Tujuannya adalah menyampaikan inti makna dari ucapan asli secara lebih ringkas dan menyatu dengan konteks narasi yang lebih luas.

Contoh: Rina said that she was happy.

Baca juga: Nama Warna dalam Bahasa Inggris, Jenis, dan Contoh Kalimatnya

Perbedaan Direct dan Indirect Speech

Untuk mempermudah pembacaan, berikut adalah tabel ringkasan yang memuat perbedaan signifikan antara direct dan indirect speech:

Kriteria Direct Speech Indirect Speech
Penggunaan Tanda Baca Selalu menggunakan tanda kutip ("...") untuk mengapit ucapan. Tidak menggunakan tanda kutip sama sekali.
Bentuk Waktu (Tense) Tense tetap sesuai dengan ucapan asli si pembicara. Umumnya menggunakan present tense. Tense biasanya mengalami perubahan mundur ke masa lampau (backshift).
Kata Ganti (Pronoun) Menggunakan kata ganti orang pertama (I) atau kedua (you). Berubah menyesuaikan sudut pandang pihak yang melaporkan (misalnya menjadi she/he).
Keterangan Waktu Menggunakan keterangan waktu saat itu juga, seperti now atau today. Mengalami perubahan mengikuti situasi pelaporan, seperti then atau that day.

Aturan Perubahan dari Direct ke Indirect Speech

Perbedaan paling krusial antara kedua jenis kalimat ini terletak pada pergantian tenses, pronoun, dan keterangan waktu. Berikut adalah pedoman perubahannya:

1. Perubahan Tenses (Backshift Tense)

Perubahan tense (waktu) terjadi jika kata kerja pelapor (reporting verb) seperti said, told, atau asked menggunakan bentuk masa lampau (past tense).

Simple Present menjadi Simple Past.

  • Direct: She said, “I am happy”.
  • Indirect: She said that she was happy.

Present Continuous menjadi Past Continuous.

  • Direct: He said, “I am studying English”.
  • Indirect: He said that he was studying English.

Simple Future menjadi Past Future (Would).

  • Direct: John said, “I will go to school tomorrow”.
  • Indirect: John said that he would go to school the next day.

Present Perfect menjadi Past Perfect.

  • Direct: Lisa said, “I have finished my homework”.
  • Indirect: Lisa said that she had finished her homework.

Simple Past menjadi Past Perfect.

  • Direct: She said, “I visited Bali last year”.
  • Indirect: She said that she had visited Bali the year before.

Catatan Pengecualian: Tense tidak perlu diubah jika reporting verb menggunakan present tense (misalnya: says) atau jika kalimat yang dilaporkan adalah sebuah fakta umum dan kebenaran ilmiah. Contohnya: The teacher said, “The Earth is round” tetap menjadi The teacher said that the Earth is round.

Baca juga: Perbedaan Close vs Near dalam Bahasa Inggris: Penjelasan, dan Contoh Soalnya

2. Perubahan Kata Ganti (Pronoun)

Dalam indirect speech, kata ganti harus disesuaikan dengan konteks dan siapa yang melaporkan ucapan tersebut.

  • I berubah menjadi he atau she.
  • We berubah menjadi they.
  • My berubah menjadi his atau her.
  • You bisa berubah menjadi I, he, she, atau they tergantung konteks.
  • Me berubah menjadi him atau her.

3. Perubahan Keterangan Waktu dan Tempat

Keterangan waktu asli harus disesuaikan agar tetap logis dengan perspektif waktu saat pelaporan.

  • Now berubah menjadi then.
  • Today berubah menjadi that day.
  • Tomorrow berubah menjadi the next day atau the following day.
  • Yesterday berubah menjadi the day before.
  • Ago berubah menjadi before.

Jenis-Jenis Kalimat dalam Indirect Speech

Metode indirect speech dapat diterapkan untuk melaporkan berbagai jenis kalimat. Pemilihan reporting verb dan kata hubungnya akan bergantung pada tujuan ucapan aslinya.

  • Pernyataan (Statement)
    Digunakan untuk melaporkan informasi menggunakan kata pelapor seperti said, told, atau informed. Biasanya diikuti oleh kata hubung that. Contoh: Sarah said that she was tired.
  • Pertanyaan (Question)
    Untuk melaporkan pertanyaan Yes/No, Anda harus menggunakan if atau whether. Contoh: She asked if I was coming. Sedangkan untuk WH-Questions, gunakan kata tanya langsung tersebut (what, where, why, dll). Contoh: He asked where I lived.
  • Perintah dan Permintaan (Command/Request)
    Digunakan untuk melaporkan instruksi atau permintaan. Gunakan kata pelapor seperti told, ordered, atau asked, lalu tambahkan awalan to-infinitive. Contoh: He told me to close the door.
  • Seruan (Exclamation)
    Melaporkan perasaan emosional. Gunakan kata pelapor seperti exclaimed atau cried out. Contoh: She exclaimed that she had won the lottery.

Baca juga: Memahami Determiner dalam Bahasa Inggris: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Detail Pertanyaan Seputar Perbedaan Direct dan Indirect Speech

Bagi Anda yang masih tahap belajar, wajar jika ada beberapa kebingungan. Berikut adalah rangkuman tanya jawab untuk memperkuat pemahaman Anda:

1. Apa perbedaan utama yang paling terlihat antara Direct dan Indirect Speech?
Perbedaan paling mencolok adalah direct speech menyampaikan kata-kata asli secara langsung menggunakan tanda kutip. Sementara itu, indirect speech melaporkan kata-kata tersebut dalam bentuk kalimat tidak langsung, tanpa tanda kutip, dan memerlukan penyesuaian pada waktu (tense), kata ganti (pronoun), dan keterangan.

2. Kapan tense harus diubah dalam Indirect Speech?
Tense hanya akan berubah (mundur ke masa lampau) jika kalimat pelapor menggunakan bentuk lampau seperti kata said. Jika pelapor menggunakan present tense seperti says, maka tense tidak perlu diubah.

3. Apa kesalahan umum yang sering dilakukan saat menggunakan Indirect Speech?
Kesalahan yang paling sering ditemui adalah lupa mengubah tense ketika reporting verb berada dalam bentuk past tense. Kesalahan lainnya meliputi kegagalan menyesuaikan pronoun dan keterangan waktu, serta salah menggunakan kata hubung “if” atau “whether” untuk jenis pertanyaan Yes/No.

Memahami direct dan indirect speech adalah kunci utama supaya Anda bisa menulis dan berbicara bahasa Inggris dengan lebih jelas, natural, dan bebas dari kesalahpahaman. Jangan ragu untuk terus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU