INDOZONE.ID - Tumbuhan yang ada di sekitar kita memiliki bentuk dan ciri yang berbeda-beda. Dalam pelajaran Biologi, tumbuhan berbunga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil.
Kedua jenis tumbuhan ini memiliki perbedaan pada jumlah keping biji, jenis akar, bentuk daun, batang, hingga bagian bunganya.
Perbedaan tersebut membuat kita lebih mudah mengenali dan membedakan setiap jenis tumbuhan.
Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh tumbuhan dikotil serta monokotil berikut ini.
Apa Itu Tumbuhan Dikotil?
Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang memiliki dua keping biji (kotiledon). Umumnya, tumbuhan ini memiliki batang berkambium sehingga dapat tumbuh lebih besar dan berkayu seiring bertambahnya usia.
Selain itu, sebagian besar tumbuhan dikotil mempunyai akar tunggang yang kuat. Akar ini tumbuh lurus ke bawah dan memiliki banyak cabang kecil sehingga mampu menyerap air dan unsur hara dengan baik.
Apa Itu Tumbuhan Monokotil?
Tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan yang hanya memiliki satu keping biji (kotiledon).
Kelompok tumbuhan ini biasanya memiliki akar serabut, batang yang tidak berkambium, serta tulang daun yang sejajar.
Banyak tanaman di sekitar kita termasuk tumbuhan monokotil, seperti padi, jagung, kelapa, dan pisang.
Tumbuhan ini umumnya memiliki batang yang lurus, tidak banyak bercabang, serta memiliki cara tumbuh yang berbeda dengan tumbuhan dikotil.
Baca juga: Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan: Pengertian, Ciri, dan Fungsinya
Perbedaan Dikotil dan Monokotil
Meskipun sama-sama termasuk tumbuhan berbunga, dikotil dan monokotil memiliki beberapa perbedaan yang mudah dikenali.
| Ciri | Dikotil | Monokotil |
| Jumlah keping biji | Dua keping (dikotil) | Satu keping (monokotil) |
| Sistem akar | Akar tunggang | Akar serabut |
| Tulang daun | Menyirip atau menjari | Sejajar atau melengkung |
| Batang | Berkambium dan dapat membesar | Tidak berkambium |
| Cabang batang | Umumnya bercabang | Umumnya tidak bercabang |
| Bekas pembuluh | Pembuluh angkut tersusun rapi melingkar | Pembuluh angkut tersebar |
| Bagian bunga | Kelipatan 2, 4, atau 5 |
Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
Meskipun sama-sama termasuk tumbuhan berbunga, dikotil dan monokotil memiliki ciri-ciri yang berbeda. Berikut perbedaannya.
1. Jumlah Keping Biji
- Dikotil: Memiliki dua keping biji (dua kotiledon).
- Monokotil: Memiliki satu keping biji (satu kotiledon).
2. Sistem Perakaran
- Dikotil: Memiliki akar tunggang yang terdiri dari satu akar utama dan beberapa cabang akar.
- Monokotil: Memiliki akar serabut yang terdiri dari banyak akar kecil dengan ukuran hampir sama.
3. Batang
- Dikotil: Batangnya berkambium sehingga dapat tumbuh membesar dan umumnya bercabang.
- Monokotil: Batangnya tidak berkambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan membesar dan biasanya tidak bercabang.
4. Tulang Daun
- Dikotil: Memiliki tulang daun menyirip atau menjari.
- Monokotil: Memiliki tulang daun sejajar atau melengkung.
5. Susunan Berkas Pembuluh
- Dikotil: Berkas pembuluh tersusun melingkar di dalam batang.
- Monokotil: Berkas pembuluh tersebar di seluruh batang.
6. Bagian Bunga
- Dikotil: Jumlah mahkota bunga, kelopak, atau benang sari biasanya berkelipatan empat atau lima.
- Monokotil: Jumlah bagian bunga umumnya berkelipatan tiga.
Contoh Tumbuhan Dikotil
Berikut beberapa contoh tumbuhan dikotil yang sering dijumpai.
- Mangga
- Jeruk
- Jambu
- Rambutan
- Durian
- Kedelai
- Kacang tanah
- Cabai
- Tomat
- Terong
- Singkong
- Kapas
- Bunga matahari
- Mawar
- Pohon jati
Contoh Tumbuhan Monokotil
Beberapa contoh tumbuhan monokotil antara lain:
- Padi
- Jagung
- Kelapa
- Pisang
- Tebu
- Bambu
- Rumput
- Anggrek
- Bawang merah
- Bawang putih
- Pandan
- Gandum
Baca juga: Cara Perkembangbiakan Vegetatif Buatan pada Tumbuhan Beserta Contohnya
Itulah penjelasan tentang perbedaan dikotil dan monokotil beserta ciri-ciri dan contoh tumbuhannya. Semoga informasi ini dapat membantu kamu lebih mudah memahami materi tentang jenis-jenis tumbuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru