INDOZONE.ID - Saat belajar IPA atau Biologi, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan mikroskop.
Alat ini sering digunakan di laboratorium untuk melihat benda-benda yang ukurannya sangat kecil sehingga tidak bisa diamati langsung dengan mata.
Namun, menggunakan mikroskop bukan hanya sekadar melihat melalui lensa. Kamu juga perlu mengenal bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya agar dapat mengoperasikan alat ini dengan benar dan hasil pengamatan menjadi lebih jelas.
Yuk, kenali bagian-bagian mikroskop, fungsi setiap komponennya, hingga cara menggunakan mikroskop dengan benar berikut ini.
Pengertian Mikroskop
Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda berukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Alat ini bekerja dengan memperbesar bayangan objek sehingga terlihat lebih jelas dan detail.
Mikroskop banyak digunakan di sekolah, laboratorium, rumah sakit, dan tempat penelitian. Alat ini membantu mengamati sel, jaringan, bakteri, serta mikroorganisme lainnya sehingga memudahkan proses belajar dan penelitian.
Baca juga: Senyawa Adalah: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya dalam Kimia
Sejarah Penemuan Mikroskop
Sejarah mikroskop dimulai tahun 1590 saat Hans dan Zacharias Janssen di Belanda mencoba menggabungkan beberapa lensa ke dalam sebuah tabung. Eksperimen ini menjadi cikal bakal mikroskop majemuk pertama di dunia.
Pada tahun 1665, ilmuwan asal Inggris Robert Hooke menyempurnakan mikroskop dan menggunakannya untuk mengamati sepotong gabus.
Dari hasil pengamatannya, ia menemukan ruang-ruang kecil yang kemudian diberi nama sel.
Beberapa tahun kemudian, Antonie van Leeuwenhoek berhasil membuat mikroskop dengan pembesaran hingga sekitar 270 kali.
Berkat mikroskop tersebut, sehingga ia menjadi orang pertama yang melihat bakteri dan mikroorganisme lainnya.
Perkembangan mikroskop semakin maju pada 1931 saat Ernst Ruska menciptakan mikroskop elektron.
Alat ini menggunakan berkas elektron sehingga mampu memperbesar objek hingga jutaan kali dengan sangat detail.
Bagian Optik Mikroskop dan Fungsinya
Bagian optik adalah, komponen yang berhubungan langsung dengan pencahayaan dan pembentukan bayangan benda yang diamati.
1. Lensa Okuler
Lensa yang terletak di bagian atas mikroskop dan posisinya paling dekat dengan mata pengamat. Fungsinya adalah untuk memperbesar kembali bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif.
2. Lensa Objektif
Lensa objektif berada dekat dengan preparat atau objek yang diamati. Lensa ini berfungsi membentuk bayangan pertama yang nyata, terbalik, dan diperbesar.
Umumnya, mikroskop memiliki beberapa pilihan pembesaran, seperti 4x, 10x, 40x, hingga 100x.
3. Kondensor
Komponen yang berfungsi untuk mengumpulkan dan memfokuskan cahaya yang datang dari sumber lampu menuju ke arah objek yang diamati.
4. Diafragma
Diafragma terletak di bawah kondensor dan berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke preparat. Pengaturan cahaya yang tepat akan membuat hasil pengamatan menjadi lebih jelas.
5. Cermin / Sumber Cahaya
Berfungsi untuk memantulkan atau memancarkan cahaya menuju kondensor. Pada mikroskop model lama digunakan cermin untuk memanfaatkan cahaya matahari, sedangkan mikroskop modern umumnya sudah menggunakan lampu LED terintegrasi.
Baca juga: 25 Contoh Perubahan Kimia: Pengertian, Ciri, dan Perbedaannya dengan Perubahan Fisika
Bagian Mekanik Mikroskop dan Fungsinya
Bagian mekanik berfungsi sebagai penunjang, pengatur, dan penggerak komponen-komponen optik agar mikroskop dapat bekerja dengan stabil.
1. Revolver
Revolver adalah bagian yang dapat diputar untuk memilih atau mengganti lensa objektif sesuai tingkat pembesaran yang dibutuhkan.
2. Tabung Mikroskop (Tubus)
Tubus merupakan tabung yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif. Bagian ini menjaga jarak kedua lensa agar bayangan tetap fokus.
3. Makrometer (Pengatur Fokus Kasar)
Makrometer digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tabung mikroskop atau meja preparat dengan cepat saat mencari fokus awal objek.
4. Mikrometer (Pengatur Fokus Halus)
Mikrometer berfungsi menyempurnakan fokus setelah menggunakan makrometer. Bagian ini membantu menghasilkan bayangan yang lebih tajam dan jelas.
5. Meja Preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan kaca preparat yang akan diamati. Di bagian tengahnya terdapat lubang yang menjadi jalur masuknya cahaya.
6. Penjepit Objek (Klip)
Penjepit objek atau klip berfungsi menahan kaca preparat agar tidak bergeser saat diamati. Dengan begitu, objek tetap berada pada posisi yang tepat.
7. Lengan Mikroskop
Lengan mikroskop berfungsi sebagai pegangan saat mikroskop dipindahkan. Selain itu, bagian ini juga menjadi penopang beberapa komponen mikroskop.
8. Kaki Mikroskop
Kaki mikroskop merupakan bagian paling bawah yang berfungsi menopang seluruh bagian mikroskop agar tetap berdiri kokoh dan stabil saat digunakan.
9. Sendi Inklinasi
Sendi inklinasi berfungsi mengatur kemiringan mikroskop agar lebih nyaman digunakan saat mengamati objek. Bagian ini tidak ada pada semua mikroskop.
Cara Menggunakan Mikroskop dengan Benar
Agar hasil pengamatan maksimal, berikut langkah-langkah menggunakan mikroskop:
1. Letakkan Mikroskop di Tempat yang Datar
Letakkan mikroskop di atas meja yang datar, bersih, dan kokoh agar tidak mudah bergeser atau terjatuh saat digunakan. Pastikan posisi mikroskop nyaman untuk proses pengamatan.
2. Atur Sumber Cahaya
Nyalakan lampu mikroskop atau arahkan cermin ke sumber cahaya. Atur intensitas cahaya menggunakan diafragma agar objek terlihat lebih jelas dan tidak terlalu terang.
3. Letakkan Preparat di Meja Mikroskop
Tempatkan kaca preparat di atas meja preparat, lalu jepit dengan penjepit preparat agar posisinya tidak bergeser selama proses pengamatan berlangsung.
4. Pilih Lensa Objektif dengan Pembesaran Rendah
Putar revolver untuk memilih lensa objektif dengan perbesaran paling rendah terlebih dahulu (biasanya 4x atau 10x) hingga terdengar bunyi klik.
5. Atur Fokus Mikroskop
Putar pengatur fokus kasar (makrometer) hingga objek mulai terlihat. Setelah itu, gunakan pengatur fokus halus (mikrometer) agar bayangan objek menjadi lebih tajam dan jelas.
6. Ganti Pembesaran Jika Diperlukan
Jika objek sudah terlihat dengan baik, putar revolver secara perlahan untuk memilih lensa objektif dengan pembesaran yang lebih besar agar detail objek dapat diamati.
7. Bersihkan dan Simpan Mikroskop
Setelah selesai digunakan, lepaskan preparat, matikan lampu mikroskop, lalu bersihkan lensa menggunakan kertas lensa. Simpan mikroskop di tempat yang bersih dan kering agar tetap awet.
Baca juga: 60 Alat Laboratorium dan Fungsinya yang Wajib Diketahui
Dengan memahami fungsi setiap bagian, kamu akan lebih mudah menggunakan mikroskop saat melakukan praktikum atau penelitian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru