Jumat, 10 NOVEMBER 2023 • 07:00 WIB

Rumus Bahagia Ala Stoikisme, Terbebas Dari Hal-hal yang Menganggu

Author

Ilustrasi stoikisme. (Freepik)

INDOZONE.ID - Definisi bahagia tiap orang akan berbeda-beda. Bagi orang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, bahagia bagi mereka adalah ketika memiliki banyak harta. Bagi orang yang sedang mengalami sakit, bahagia bagi mereka adalah ketika memiliki tubuh yang sehat.

Bagi orang-orang yang saat ini masih sendiri, bahagia bagi mereka adalah ketika memiliki pasangan. Dan masih banyak lagi definisi bahagia menurut banyak orang.

Jika demikian, bagaimana bahagia yang sebenarnya? Bagi Stoikisme atau yang disebut sebagai kaum Stoa, bahagia adalah ketika kita terbebas dari hal-hal yang mengganggu.

Hal-hal yang mengganggu dalam bahasa Yunani disebut sebagai pathos, dan dalam bahasa Inggris disebut passion yang berarti emosi negatif. Emosi negatif ini dapat diartikan sebagai hasrat eksesif (menginginkan sesuatu yang tidak masuk akal).

Baca Juga: 4 Prinsip Stoikisme, Jurus Jitu Kesehatan Mental Tetap Stabil di Fase Kuarter Life Crisis

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita diliputi oleh perasaan marah terhadap seseorang atau suatu hal, perasaan tidak suka atau benci terhadap seseorang, dan yang banyak dihadapi oleh kaum muda khususnya para generasi Z adalah ketakutan akan masa depan.

Ketakutan itu biasanya meliputi ketakutan tidak bisa menjadi orang sukses, khawatir tidak bisa memenuhi ekspektasi orang tua, khawatir tidak akan memiliki pasangan, khawatir akan menikahi seseorang yang salah, dan kadang muncul perasaan iri terhadap pencapaian orang lain.

Perasaan-perasaan itu akhirnya akan mengakibatkan ketidakdamaian pada hati dan pikiran, yang justru akan menjauhkan kita dari kebahagiaan. Lantas, bagaimana agar kita bahagia? Bagaimana agar terbebas dari hal-hal yang mengguncang batin tersebut?

Dalam filsafat Stoa, kita diajarkan untuk mencermati empat jenis emosi negatif yang membuat kita jauh dari kebahagiaan, yaitu: iri hati, takut, penyesalan, dan kenikmatan. Emosi negatif adalah bagian dari rasio.

Baca Juga: Hidup Bahagia dan Anti-Galau dengan Filsafat Stoikisme, Begini Cara Menerapkannya

Emosi negatif adalah opini yang mengatakan bahwa sesuatu itu buruk sehingga muncul perasaan takut dan sesal, atau opini yang mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang baik sehingga muncul rasa senang dan menginginkannya.

Apabila opini kita berkenaan dengan masa sekarang maka yang muncul adalah perasaan senang dan sesal, sedangkan jika opini berkenaan dengan masa depan maka yang muncul adalah perasaan iri dan takut. Perasaan-perasaan tersebut bisa kita kategorikan sebagai salah satu jenis emosi negatif. Emosi negatif adalah opini, maka kunci bahagia menurut kaum Stoa adalah dengan mengendalikan emosi negatif.

Dalam rasio terdapat hasrat, kehendak, emosi, keinginan, nafsu, dan cara berpikir. Semuanya terletak pada rasio yang sama, termasuk emosi negatif. Emosi negatif ini adalah hasil rasio yang keliru.

Oleh karenanya, 'perasaan liar' yang muncul karena emosi tersebut, harus dipilah dan dilatih supaya menjadi emosi yang baik. Dengan demikian, kita akan terhindar dari hal-hal yang mengganggu dan merasa bahagia. Begitulah menurut Stoikisme.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU