INDOZONE.ID - Kisah pilu yang dialami oleh seorang kakek asal Malang yang setia menunggu kekasihnya sejak tahun 1970.
Mbah Arifin pernah menjadi saksi hidup betapa menunggu tanpa kepastian itu adalah hal yang menyakitkan.
Dia tidak pernah tahu apakah kekasihnya yang telah dia tunggu sejak lama itu akan datang atau tidak.
Mbah Arifin juga tidak tahu kekasihnya itu ke mana perginya, apakah masih hidup atau sudah menikah dengan orang lain.
Kisah Mbah Arifin diangkat dari penulis Aan Mansyur pada tahun 2016 silam. Aan pernah bertemu pria tua itu di kawasan Kayutangan, Malang, kemudian membagikan kisahnya di media sosial.
Baca Juga: Kisah Pilu! Pria Asal Jepang Ini Menyelam 600 Kali, Cari Istri yang Hilang 13 Tahun Lalu
Kalau kamu sedang berada di sepanjang pedestrian Jalan Basuki Rahmat atau Kayutangan Heritage, kamu bisa melihat gambar wajah seorang kakek tua yang dikenal sebagai Kakek Arifin.
Wajahnya yang terpampang di sana menjadi simbol dari kisah cintanya yang viral dan menyentuh hati banyak orang, menjadikannya ikon yang dikenal luas.
Jika kamu teliti, kamu bisa menemukan gambar wajah Kakek Arifin di selatan pedestrian Kayutangan Heritage, tepatnya dekat dengan Bank BNI sebelum perempatan Rajabali.
Gambar tersebut menjadi simbol dari kisah romantis dan kesetiaan Kakek Arifin, yang menunggu kekasihnya hingga akhir hayatnya.
Baca Juga: Kisah Petugas Kebersihan Malaysia 27 Tahun Tanpa Libur: Anak Jadi Hakim dan Insinyur
Kisahnya sempat viral di media sosial setelah kematian Kakek Arifin pada 8 April 2017.
Selama hidupnya, Kakek Arifin dikenal sebagai sosok yang hanya diam dan tertunduk di depan ruko kawasan Kayutangan Heritage.
Ia tidak banyak berbicara dan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan duduk di lokasi tersebut, mulai dari pagi hingga sore menjelang petang.
Kesetiaannya yang luar biasa untuk menunggu sang kekasih membuatnya menjadi figur yang dikenang oleh banyak orang di Malang, terutama di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kaleidoskop Life 2023: Pejuang Margonda hingga Kisah Pilu Aafia Siddiqui
Saat ditelusuri lebih lanjut, informasi yang beredar menyebutkan bahwa Kakek Arifin menunggu kekasihnya, entah pacar atau istri, yang sejak tahun 1965 dulu pernah berjanji akan kembali dan bertemu di Kayutangan Heritage.
Janji tersebut menjadi alasan mengapa Kakek Arifin setia menunggu di lokasi itu, berharap kekasihnya akan menepati janji untuk bertemu kembali di sana.
Kesetiaan yang ia tunjukkan sepanjang hidupnya menjadi kisah yang menyentuh hati banyak orang.
Sayangnya, Kakek Arifin tampaknya tidak mengetahui nasib sang kekasih yang ia tunggu selama bertahun-tahun.
Sepanjang waktu, ia hanya bisa duduk menunggu, berharap kekasihnya akan datang menepati janji. Namun, kenyataan berkata lain.
Kakek Arifin akhirnya tutup usia pada 8 April 2017, tanpa pernah dipertemukan kembali dengan kekasihnya.
Kisah kesetiaan dan penantian panjang ini meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang yang mengenalnya.
Penulis: Nadya Mayangsari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @jurnal.mistis