INDOZONE.ID - Polusi udara telah menjadi momok bagi dunia ini, yang harus di atasi.
Polusi akibat dari industri, transportasi, dan penggunaan bahan bakar fosil yang gak terbendung, sangat buruk bagi kesehatan makhluk hidup dan lingkungan.
Salah satu contoh yang kena imbasnya adalah masyarakat Desa Tlasih, yang terletak di Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur.
Desa ini terkenal sebagai pusat kerupuk, karena hampir semua penduduknya terlibat usaha pembuatan kerupuk tradisional.
Masalah besar di sini adalah dalam proses bikin kerupuk, banyak masyarakat yang pakai bahan bakar yang nggak ramah lingkungan, kayak plastik, buat ngeringin kerupuk.
Baca Juga: Polusi Udara yang Parah Ternyata Berdampak terhadap Masalah Stunting Manusia Indonesia
Plastik ini malah bikin polusi udara makin parah, dan itu bikin kualitas udara di Desa Tlasih jadi jelek.
Selain itu, bisa nambahin gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya buat warga sekitar.
Buat ngatasin masalah ini, diadakan penyuluhan supaya warga lebih paham kenapa kualitas udara itu penting.
Jadi, pada 26 Juli 2024, diadakan penyuluhan langsung ke para produsen kerupuk di desa.
Di situ, mereka dikasih tahu soal bahaya polusi udara, gimana itu bisa ganggu kesehatan sama lingkungan, dan dikenalin bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti briket biomassa.
Briket biomassa ini dipilih karena bisa ngurangin gas berbahaya yang biasanya muncul dari plastik dan bahan bakar lain yang lebih bahaya.
Setelah penyuluhan, ada kuisioner buat ngukur seberapa paham warga soal dampak polusi udara.
Baca Juga: Sederet Fakta Unik Jenggot Musa, Tanaman Tanpa Akar dan Penyerap Polusi
Hasilnya, 17,5% responden bilang mereka udah sangat tahu soal polusi udara, 65% tahu cukup baik, dan 17,5% cuma tahu sedikit.
Walaupun banyak yang udah sadar soal polusi udara, dampak kayak gangguan pernapasan, udah dirasain sama banyak warga desa.
Tapi meskipun udah pada sadar, sebagian besar warga masih kurang terlibat dalam kegiatan yang bisa bantu ngurangin polusi udara. Kebanyakan bilang mereka jarang ikut kegiatan yang ada.
Ini nunjukkin kalau masih banyak yang belum aktif banget dalam menjaga kualitas udara.
Jadi, meskipun warga Desa Tlasih udah paham soal bahaya polusi udara, mereka masih belum cukup terlibat dalam aksi nyata buat ngurangin polusi.
Makanya, butuh kampanye edukasi yang lebih seru, terus-menerus, dan gampang diakses supaya mereka lebih aktif ikut menjaga kualitas udara dan lingkungan di sekitar mereka.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk, bikin cerita dan konten serumu, serta dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Abdiinsani.unram.ac.id