Sabtu, 10 MEI 2025 • 15:00 WIB

PLTS 100 MW akan Dibangun di Banyuwangi, Menjadi Pusat Energi Surya Nasional

Author

PLTS telah menjadi salah satu solusi utama dalam memanfaatkan energi matahari sebagai energi alternatif dengan sumber daya terbarukan. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Dalam upaya mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, pemerintah Indonesia terus mendorong penggunaan energi baru terbarukan. Salah satu langkah konkret adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 megawatt (MW) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan kesiapan daerahnya untuk mendukung proyek ini. 

"Kami sudah bertemu dengan tim PT. PLN Indonesia Power, membicarakan rencana pembangunan PLTS di Banyuwangi. Pada prinsipnya pemerintah daerah siap memberikan dukungan untuk kelancaran pembangunan tersebut. Apalagi pembangunan PLTS ini termasuk salah satu Program Strategis Nasional (PSN)," ujar Ipuk pada Jumat (9/5/2025).

Baca Juga: Inovasi Desa Watukebo di Banyuwangi: Peternakan Ayam Petelur Jadi Solusi Atasi Kemiskinan dan Cegah Stunting

Kunjungan tim dari PT. PLN Indonesia Power, yang dipimpin oleh Vice President Pre-Construction Aswindo, ke Banyuwangi pada Kamis (8/5/2025) menandai langkah awal dalam merealisasikan proyek ini.

Ipuk menjelaskan bahwa pembangunan PLTS ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru terbarukan.

"Pembangunan dijadwalkan akan dimulai pada akhir 2025, dan ditargetkan selesai serta mulai beroperasi untuk menghasilkan listrik pada 2026. PLTS ini nantinya untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa dan Bali," tambahnya.

Aswindo menambahkan bahwa proyek ini telah masuk dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). "PLTS di Banyuwangi ini akan jadi bagian dari PLTS land base terbesar di Indonesia," ungkapnya.

Lokasi pembangunan PLTS ini berada di lahan seluas 130 hektar milik PTPN I Regional 5, yang terletak di Kecamatan Kalipuro. Banyuwangi dipilih karena memiliki tingkat iradiansi atau tenaga matahari yang sangat besar.

Baca Juga: Strategi Digital Banyuwangi Jadi Inspirasi Nasional, Disertasi Doktor IPDN Ungkap Kunci Sukses SPBE

"Iradiansi atau tenaga matahari di Banyuwangi sangat besar, berdasarkan data penelitian yang sudah dilakukan selama 20 tahun kebelakang. Selain itu dari sisi teknis lainnya seperti kematangan lahan juga menunjang," terangnya.

Energi listrik yang dihasilkan dari PLTS ini akan disalurkan melalui sistem koneksi tegangan salur 150 kilovolt (KV) Jawa-Bali, untuk memenuhi kebutuhan listrik di kedua pulau tersebut.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan dukungan lainnya yang diperlukan untuk kelancaran proyek ini.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penyediaan energi bersih dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan investasi.

Dengan adanya PLTS ini, Banyuwangi akan menjadi pionir dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, sekaligus menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program nasional untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Pembangunan PLTS ini juga sejalan dengan upaya global dalam mengurangi emisi karbon dan mengatasi perubahan iklim, menjadikan Banyuwangi sebagai contoh daerah yang proaktif dalam menghadapi tantangan energi masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Banyuwangikab.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU