Hingga saat ini masih banyak orang yang berpikir bahwa pelecehan seksual hanya menyasar anak perempuan. Ironinya, para ibu merasa memiliki anak laki-laki lebih aman dari pelecehan seksual ketimbang anak perempuan.
Padahal, zaman sekarang, pelecehan seksual tidak hanya menyerang anak perempuan tetapi juga laki-laki. Begitu pula sebaliknya, pelaku tidak selalu laki-laki, namun ada juga perempuan.
Oleh sebab itu, penting sekali bagi para ibu untuk mendidik anak laki-laki akan pentinganya pengetahuan dan bahaya pelecehan seksual.
Seperti dilansir Famifi, psikolog di Amerika Serikat, Nekeshia Hammond, yang konsern terhadap masalah anak dan keluarga mengatakan, tidak ada kata terlalu dini untuk melakukan percakapan tentang pelecehan seksual dengan anak laki-laki.
"Saya menyarankan cara melakukan percakapan dengan anak bisa dimulai dnegan membahas hal-hal apa yang membuat anak laki-laki tidak nyaman atau sedih. Termasuk jika ada orang dewasa yang 'mengganggunya'. Percakapan ini perlu berlanjut saat jenjang pendidikan anak makin tinggi," kata Hammond.
Seiring bertambahnya usia, jelaskan tentang jenis kelamin, bentuk pelecehan seksual, cara menghindari, dan percakapan tentang hubungan yang sehat. Beri anak-anak kesempatan untuk bertanya.
"Pelecehan seksual akan berkurang jika orang dewasa mendidik anak-anak lebih baik. Pelecehan seksual adalah istilah untuk perilaku buruk. Orang tua harus mengajar anak laki-laki dan anak perempuan tentang perbedaan antara perilaku baik dan buruk sejak anak mulai bisa bicara," sambungnya.
Poin utamanya adalah orang tua dan guru seharusnya tidak mengizinkan anak laki-laki melakukan perilaku buruk terhadap anak perempuan.
"Orang tua dapat membuat kesepakatan bahwa tak ada batasan komunikasi antara orangtua dan anak. Jadi, anak bebas bisa berbincang tentang apa saja," lanjutnya.
Ia berpesan, hati-hati saat mengajarkan anak laki-laki tentang konsep "menjadi seorang pria". Sebab, budaya kita telah keliru mendefinisikan apa artinya menjadi seorang pria.
Misal, pria tidak menangis. Pria tidak suka balet. Pria tidak memakai warna pink. Budaya ini tidak sehat.
"Anak laki-laki perlu belajar menjadi dirinya sendiri, tidak menyesuaikan diri dengan stereotip telah ditetapkan," tutupnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: