Seorang guru sekolah menengah dipuji karena memberi sepatu kepada siswanya yang akan wisuda.
Pada tanggal 19 Mei, Daverius Peters, 19, seorang siswa di Hahnville High School di Boutte, Louisiana, tiba untuk upacara kelulusannya dengan kemeja putih dan dasi, celana panjang gelap dan sepasang sepatu kulit hitam dengan sol putih.
Meski dia sudah menggunakan topi dan toga ungu yang harus di gunakan saat proses wisuda, Peters justru tidak diberi masuk ke tempat upacara kelulusan karena pilihan alas kaki yang tidak sesuai.
"Dia mengatakan sepatu saya melanggar aturan berpakaian dan saya tidak bisa menghadiri upacara kecuali saya menggantinya," kata Peters kepada The Washington Post, dikutip dari Independent.co.uk.
Karena kelulusan akan segera dimulai, itu artinya Peters tidak memiliki pilihan untuk membeli sepatu baru atau tidak ikut acara kelulusan itu.
Peters juga khawatir jika dia tidak lulus akan membuatnya dipermalukan.
Tapi, Peters akhirnya bisa lulus, setelah John Butler, seorang guru di sekolah dan mentor Peters, memberikan sepatunya kepada Peters.
Begitu dia mengkonfirmasi dengan staf sekolah bahwa Peters tidak akan diizinkan masuk dengan pakaiannya, Butler, yang telah bekerja di sekolah itu selama dua tahun, memberi siswa itu sepatunya sendiri, sepasang sepatu cokelat, yang ukurannya kebesaran.
“Itu tidak masuk akal,” katanya. “Ini adalah momen terpenting dalam hidupnya hingga saat itu, dan saya tidak akan membiarkan dia melewatkannya untuk apa pun,” kata Butler.
Setelah terseok-seok melintasi panggung untuk menerima diploma, Peters mengembalikan sepatu itu kepada Butler setelah lulus, dan pada saat itu ia juga berterima kasih kepada pendidik karena telah membantunya.
Di media sosial, kisah bantuan Butler telah menjadi viral, banyak yang memuji guru itu atas sikapnya yang mengharukan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: