Seekor kura-kura raksasa di sebuah pulau di Seychelles kini ramai diperbincangkan setelah video yang memperlihatkan dirinya memangsa seekor bayi burung viral.
Tampak kejadian itu disebut sebagai serangan mengerikan dan menakjubkan. Para ilmuwan juga menyatakan bahwa hal tersebut adalah contoh pertama yang didokumentasikan dari perburuan yang disengaja di alam liar oleh spesies tersebut.
Dilansir dari The Guardian, Selasa (24/8/2021), penelitian baru yang menggambarkan perilaku itu diterbitkan di Current Biology dan termasuk rekaman pertemuan itu. Insiden itu terjadi pada sore hari tanggal 30 Juli 2020, di Pulau Frégate, yang berada di Samudra Hindia beberapa ratus mil timur laut Madagaskar.
Dalam video tersebut, seekor kura-kura raksasa Aldabra betina, dengan berat sekitar 66 pon, mendekati seekor bayi dara laut yang telah memanjat batang kayu setelah jatuh dari sarangnya.
Baca juga: Presiden Tanzania Sebut Pesepakbola Wanita Miliki 'Dada Rata' & Tak Cocok untuk Dinikahi
Kura-kura bergerak ke arah mangsanya, lehernya menjulur dan rahangnya terbuka lebar, memanjat ke atas batang kayu saat ia membentak anak ayam. Burung itu mencoba membela diri dengan mematuk wajah kura-kura dan mengepakkan sayapnya, tetapi tidak berhasil.
In a new paper published in Current Biology, Anna Zora and Justin Gerlach offer the first direct evidence of a giant tortoise hunting on Frégate Island in the Seychelles. This video of the tortoise killing a tern chick is truly something to watch.
— Aylin Woodward (@AylinWoodward) August 23, 2021
Video credit: Anna Zora pic.twitter.com/kI8x6mm2Wk
Kemudian pada saat dara laut berhenti mematuk, kura-kura menyerang, menggigit kepala burung itu dan membunuhnya. Tubuhnya yang lemas jatuh dari batang kayu dan kura-kura menelannya utuh. Semua kura-kura sebelumnya dianggap vegetarian, dengan pengecualian kasus sesekali memakan bangkai atau memakan tulang atau cangkang siput untuk kalsium.
Tapi sejak "perburuan kura-kura" direkam musim panas lalu, para peneliti mengatakan orang lain di daerah itu telah terlihat terlibat dalam perilaku serupa. Para ahli menyarankan perilaku berburu yang sama sekali baru ini didorong oleh kombinasi yang tidak biasa dari koloni burung bersarang pohon dan populasi kura-kura raksasa.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: