Cookies cokelat atau keju sudah sering kita temui. Tapi apa jadinya jika ada cookies berbahan baku dari tempe? Ya, itulah inovasi yang dilakukan oleh Benny Santoso (26) pemilik rumah produksi Tempe di Angantaka, Badung, Bali.
Di usianya yang masih terbilang muda, Benny mulai merintis usaha 'Ini Tempe Bali' sejak 8 tahun lalu usai menamatkan pendidikannya di salah satu Perguruan Tinggi di Bali.
Pria asal Solo tersebut mengatakan, ide bisnis menjadi produsen tempe ini bermula dari project di kampus nya yakni membuat tempe keju. Dari sanalah ia mula berinovasi untuk membuat tempe dan berbagai macam olahan dari tempe.
Selama memulai usahanya ini, Benny hanya menggunakan kedelai lokal yang harganya jauh lebih mahal dari harga kedelai impor. Menurut Benny kualitas dari kedelai lokal dapat membuat tempe menjadi lebih gurih, lebih enak, dan ukuran kedelai lebih besar daripada kedelai impor.
“Kita juga ingin ada impact-nya yakni membangun suatu komunitas di mana petani tergerak menanam kedelai lagi," katanya.
Tempe dari kedelai lokal ini dibuat menjadi berbagai macam camilan sehat seperti cookies, cokelat, keripik, dan protein ball. Rumah produksinya pun sangat bersih dan memperkerjakan ibu-ibu. Untuk kemasan produknya sendiri Ia kemas seperti kemasan camilan yang premium.
Baca juga: Tempe Dibungkus Daun Pisang Kenapa Lebih Enak Ketimbang Bungkus Plastik, Ini Alasannya!
Aneka camilannya ini pun dijual mulai dari Rp15 ribu. Pembuatan cookies dan camilan sehat lainnya ini pun juga melalui proses oven atau bake. Selain menjual camilan-camilan sehat dari tempe, Benny juga menjual tempe buatannya. Bahkan hingga saat ini banyak pelanggannya yang mencari tempe dengan citarasa gurih dan juga yang menggunakan bahan baku kedelai lokal.
"Lalu pembuatannya higienis. Untuk pengolahannya kita pakai stainless steel. Jadi tidak pakai air sungai dan tidak diinjak. Dan teksturnya padat. Biasanya tempe kan teksturnya gampang hancur. Dari rasa lebih gurih lebih manis. Kita jualnya dari harga Rp1.500 bentuknya seperti lupis ada juga tempe kiloan," paparnya.
Dalam seminggu Benny bisa memproduksi tempe sebanyak dua kali, yakni di hari Senin dan Rabu yang menghabiskan kedelai sekitar 40 kg. Masa ketahanan tempe ini jika diletakkan di kulkas akan tahan 1 minggu, dan 3 hari pada suhu ruangan biasa.
Proses pembuatan tempe dimulai dari merendam kedelai dalam kurun waktu dua malam atau 48 jam. Total waktu pembuatan tempe ini menghabiskan waktu sampai 5 hari. Dalam pembuatan tempe ini ia dibantu oleh 7 orang karyawan.
Dalam sebulan Benny bisa mengantongi omzet hingga Rp100 juta dari memproduksi tempe dan membuat olahan makanan lainnya dari tempe.
Artikel menarik lainnya:
- Sah! Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Resmi Menikah
- Pesan Presiden Jokowi Pada Kaesang: Udah Punya Istri Jangan Slengean Lagi
- Mengenal Manuk Nom, Makanan Para Sultan yang Disajikan di Nikahan Kaesang dan Erina Gudono
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: