Saat berkunjung ke Tulungagung, enggak ada salahnya mengunjungi Candi Dadi.
Candi Dadi adalah satu-satunya candi di Indonesia yang punya lubang sumur di atasnya. Sejak awal berdiri, candi ini belum pernah dipugar, jadi bentuk Candi Dadi masih sama seperti zaman dulu.
Candi Dadi berada di perbukitan Walikukun wilayah Tulungagung, Jawa Timur. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 360 meter di atas permukaan laut.
Siapkan waktu sekitar satu jam untuk bisa menjangkau Candi Dadi, siapkan fisik juga karena kamu harus berjalan kaki untuk sampai ke Candi Dadi.
Sesampainya di Candi Dadi, kamu akan dibuat terpana melihat keindahan Kecamatan Boyolangu dan sekitarnya dari ketinggian. Kamu juga akan dibuat takjub sama bentuk segi empat Candi Dadi yang masih utuh, sekelilingnya juga rapi dan bersih.
Rupanya selama 20 tahun ini pemeliharaan Candi Dadi dipercayakan kepada putra daerah yang telah mengabdikan masa mudanya untuk memelihara dan menjaga Candi peninggalan leluhur ini, dia adalah Andy Kristian Pamuji (39).
Andy merupakan Juru Pelihara (Jupel) Candi Dadi sejak 2002 lalu, tepat setelah dirinya menamatkan pendidikan SMA di Tulungagung.
Kini Andy tak hanya akrab bagi warga yang ingin naik mengunjungi Candi Dadi, namun dirinya juga sering menjadi pemandu tour museum daerah Tulungagung.
Menjadi Jupel Candi Dadi bukanlah impiannya, namun jalan hidup yang membuatnya bisa sampai pada titik sekarang ini.
"Kalau namanya anak lulus SMA pasti bayangannya mau kuliah kan mas, mau kerja dan macam-macam, ndak ada pikiran mau jadi juru kunci, dulu namanya kan juru kunci sekarang juru pelihara," ujarnya.
Dirinya berkisah, awalnya Candi Dadi dikelola oleh kakek kemudian diteruskan oleh pamannya, namun sayang saat menjelang pensiun, enggak ada lagi yang meneruskan tugas itu.
"Pakde saya ini anaknya 3, ada yang sudah jadi polisi, dan ada yang masih sekolah saat itu dan satunya lagi perempuan, akhirnya saya yang didatangi Pakde saya dan ditawari pekerjaan ini," ucapnya.
Jadi juru kunci karena misteri mimpi
Andy yang lulus SMA sebenarnya lebih senang untuk bisa melanjutkan kuliah dan masuk ke dunia kerja, namun mimpinya pada suatu malam membawanya pada pemikiran lain.
Dalam mimpi itu dirinya didatangi satu keluarga yang tidak dia kenal namun hanya ada beberapa saja yang berwujud manusia, sedangkan lainnya hanya bayangan.
Kemudian dirinya diminta untuk mencarikan kayu untuk tongkat bagi salah satu wanita dalam mimpi itu yang tengah hamil.
"Wanitanya ini hamil Mas, saya sama ibunya si wanita ini diminta mencari kayu untuk tongkat anaknya yang hamil ini, nyarinya di puncak gunung, dalam mimpi itu ya saya potongkan pohon terus saya kasikan ke ibu ini, habis gtu kayunya ini hilang, saya juga kaget kok bisa hilang. Terus saya bangun kemudian nanya ke 'orang pintar' katanya saya sedang dititipi sesuatu di atas gunung tapi saat itu saya ndak kepikiran mimpi ini ada kaitannya dengan permintaan Pakde saya Mas," rincinya.
Awalnya Andy tetap fokus pada keinginanya untuk kuliah dan kursus bahasa Inggris, hingga sang paman kembali menemuinya dan memintanya segera melengkapi berkas pendaftaran sebagai juru pelihara untuk dikumpulkan di kantor.
"Woh iya saya jadi ingat dengan mimpi yang tadi dan pesan 'orang pintar' tadi, ya sudahlah saya ikuti pesan Pakde saya untuk melengkapi surat dan ikut tes sampai akhirnya diterima dan turun SK," jelasnya.
Kisah mistis saat menjaga candi
Setelah dinyatakan lulus dan pertama kali bekerja, kejadian aneh langsung ditemuinya, saat dirinya berusaha membersihkan Candi Dadi pada pagi hari sendirian, dirinya merasa ada yang membantunya untuk bersih-bersih.
Andy yang ketakutan langsung kabur dan lari tunggang langgang menuruni bukit.
"Saya sendiri itu Mas, saya nyapu di sisi Utara kok ada yang ikutan nyapu di sisi lainnya, saya pindah ke sisi lain, ada lagi suara orang nyapu juga padahal saya sendiri dan di situ tidak mungkin ada gema suara, sampai akhirnya saya lempar gagang sapu itu, kok malah keluar suara kaya benda meletus di dalam sumurnya Candi Dadi itu, saya langsung kabur," ucapnya.
Dirinya mengakui, pada tahun-tahun awal menjadi Jupel, rasa tidak nyaman dan kurang percaya diri dialaminya apalagi saat berkumpul dengan rekan-rekan alumni sekolah.
"Jelas Mas minder, apalagi pas ditanya teman teman seangkatan, sekarang kuliah di mana gitu jawabnya malah jadi juru kunci," ungkapnya.
Baca Juga: Dikeramatkan Warga, Bangunan Rojo Koyo di Boyolali Ternyata Candi Warisan Hindu Budha
Tapi sekitar tahun 2008 terjadi peristiwa yang membuatnya yakin bahwa jalan hidupnya adalah merawat Candi Dadi.
Andy berkisah, saat itu datang tamu dari Jawa Barat yang meminta izin untuk naik ke puncak Candi Dadi.
Karena dirinya menganggap bahwa akan semalaman berada di puncak candi, akhirnya Andy memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu agar tidak kelelahan, namun di tengah - tengah tidurnya itu, dirinya didatangi 3 orang dalam mimpinya.
Satu berwujud manusia, satunya lagi bayangan dan satu lagi hanya berupa suara tak berwujud, ketiganya datang dan membangunkannya.
"Saya langsung bangun dan mengantar orang ini Mas, saya lihat KTP nya kemudian saya ajak ke puncak, sepanjang perjalanan rupanya dia cerita kalau dialah orang yang masuk dalam mimpinya tadi siang, bahkan orang tersebut meramalkan beberapa hal yang akhirnya terwujud, soal nikah Mas, saya waktu itu usia 23 tahun dan diramalkan nikah usia 26, ternyata bener usia 26, dia juga pesan kalau saya ini sudah peka dan menyatu dengan Candi Dadi," ujarnya.
Usai semalaman berada di puncak Candi, tamu tersebut kemudian kembali turun dan meminta Andy untuk mengantarkannya ke terminal.
"Dia itu kan niatnya naik mau pinjam cemeti Mas, katanya ada cemeti gaib dan akan dipinjam selama 10 hari, rupanya saat orang ini naik cemetinya sudah tidak ada dan dipinjam orang lain, makanya dia turun lebih awal, jam 5 pagi sudah sampai bawah," terangnya.
Pascakejadian itu, rupanya satu persatu ucapan tamu itu menjadi kenyataan, bahkan soal pemilihan kepala desa yang tak pernah dia bayangkan, sejak saat itu dirinya semakin yakin bahwa menjadi Jupel merupakan jalan hidup yang harus dijalaninya.
Kini dirinya berpesan kepada generasi muda untuk enggak minder dan enggak meninggalkan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang.
Artikel Menarik Lainnya:
Gak Horor, Pulau Tak Berpenghuni di Sumatera Utara Ternyata Cantik Banget: Hidden Gem!
Bangga! Batik Bercorak Piala Dunia Mejeng di Qatar, Keindahannya Mendunia
Kisah Vrian, Kolektor 2.000 Diecast Rela Rogoh Kocek Jutaan Demi Memodifikasi Mobil Mini
4 Makam Misterius di Pulau Jawa, Ada yang Letaknya Enggak Wajar: Banyak Kisah Mistis!
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: