Tahukah kamu kalau Kota Tegal, Jawa Tengah dikenal juga dengan sebutan 'Jepangnya Indonesia'? Disebut demikian karena di Tegal banyak industri rumahan.
Aenu Rokhman warga Desa Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna, misalnya. Ia memproduksi knalpot motor matic yang kualitasnya enggak kalah bersaing dari knalpot impor.
Knalpotnya sangat diminati karena harganya miring, dibanding knalpot lainnya.
Aenu menggeluti usaha ini sejak 23 tahun silam. Awalnya ia hanya mengambil knalpot milik perajin lain terutama dari China untuk dijual kembali.
Karena penasaran, Aenu akhirnya membuka usaha knalpot sepeda motor sendiri.
“Awalnya tahun 2004 ngambil milik orang cuma cari untung saja, karena enggak punya modal kemudian pinjam ke bank,” kata Aenu.
Dengan modal awal sebesar Rp5 juta, ia membeli aneka bahan baku berupa alat pemotong besi dan alat las, seiring berjalannya waktu usahanya itu semakin berkembang pesat.
Dibantu 10 karyawannya, setiap bulan Aenu mampu memproduksi antara 1500 hingga 1600 knalpot sepeda motor. Selain memenuhi pesanan toko lokal, knalpot sepeda motor buatannya kini merambah ke kota kota besar seperti Jakarta, Madiun, Cepu, Magelang, Yogyakarta, dan luar pulau Jawa seperti Sumatera.
“Target produksi dalam 2 minggu harus ada 750 sampai 800 knalpot, itu minimal nya.” Ungkapnya lagi.
Ketika ditanya soal harga, Aenu mengklaim knalpot buatannya termasuk yang paling murah dibanding knalpot sepeda motor yang beredar di pasaran. Sebagai gambaran, knalpot modifikasi untuk sepeda motor bebek di tingkat sales harga paling murahnya sebesar Rp40 ribu dan Rp130 ribu untuk yang termahal.
Karena knalpotnya laris manis, dalam sebulan Aenu bisa mengantongi keuntungan bersih sampai Rp30 juta!
Pasang surut usaha knalpot
Usaha yang dijalani Aenu tidak selalu berjalan mulus, usaha Aenu sempat alami pasang surut. Saat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu, usaha knalpot miliknya menurun drastis. Tapi kondisi ini enggak membuat Aenu patah semangat. Meski permintaan berkurang Aenu tetap bertahan menjalankan usaha knalpot miliknya.
“Saat pandemi Covid-19, saya terpaksa merumahkan beberapa karyawan, karena permintaan turun, wilayah yang saya kirim ada larangan, hingga omset pun menurun, paling hanya 500 knalpot saja dalam sebulan” ujarnya
Menurutnya mulai beberapa bulan ini pesanan knalpot buatannya sudah mulai meningkat setelah masa pandemi Covid-19 berlalu.
“Sudah mulai ada peningkatan pesanan lagi, meskipun enggak banyak.” pungkasnya
Artikel Menarik Lainnya:
-
Bak Pahlawan! Pagar Betis 1 Km Sambut Kedatangan Nono Bocah Jenius NTT di Kampung Halaman
-
Banjir Hadiah, Segini Nominal Beasiswa yang Diterima Nono Bocah NTT Juara Matematika Dunia
- Wow! Di Resto Ini Sayur Lodeh Naik Kelas, Disajikan dengan Ikan Salmon Premium!
- Ungkap Kronologi KDRT di Kediri, Venna Melinda Menangis Histeris di Depan Wartawan
-
Momen Hater Pengancam Minta Maaf dan Memeluk Rizky Billar, Berakhir Damai?
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: